Beranda blog Halaman 4

Chek Zainal Canangkan Lampaseh Kota Sebagai Kampung Tangguh Nusantara

Foto: Istimewa

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin mencanangkan Gampong Lampaseh Kota, Kecamatan Kuta Raja, sebagai pilot project Kampung Tangguh Nusantara, Kamis 9 Juli 2020.

Acara yang digelar di Kantor Keuchik Lampaseh Kota itu, turut dihadiri oleh Kapolresta Banda Aceh Trisno Riyanto, Camat Kuta Raja Arie Januar beserta unsur muspika, dan perangkat gampong setempat.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Chek Zainal ini mengajak seluruh stakeholder untuk bahu-membahu membina dan menjadikan gampong ini sebagai desa yang benar-benar tangguh. “Tangguh menghadapi Covid-19, tangguh menghadapi gejala sosial-ekonomi, sehingga desa ini mampu menciptakan stabilitas keamanan, ekonomi, sosial, dan berbagai hal lainnya.”

Ia berharap penetapan Lampaseh Kota sebagai Kampung Tangguh Nusantara dapat dicontoh oleh desa-desa lainnya di Banda Aceh, bahkan Aceh. “Bagaiamana masyarakatnya sudah mampu melakukan karya nyata dan inovasi-inovasi dalam mengelola desa, sembari meningkatkan kekompakan sehingga secara bersama dapat mencegah Covid-19,” katanya.

Ia pun berharap masyarakat harus benar-benar mampu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan pernah bosan dalam menjakankan protokol kesehatan baik dari peraturan pemerintah, daerah, kecamatan, maupun desa. Mari kita gelorakan pelaksanaan protokol kesehatan, mulai dari mencuci tangan pakai sabun, pakai masker, dan jaga jarak demi kemaslahatan kita bersama.”

Sementara Kapolresta Trisno Riyanto mengatakan awalnya kampung tangguh nusantara akan dicanangkan oleh Kapolri dan Panglima TNI via video conference. “Namun karena partisipan yang dibatasi 100 gampong, maka kita launching secara mandiri oleh Pak Wakil Wali Kota,” katanya.

Adapun latar belakang Lampaseh Kota ditunjuk sebagai Kampung Tangguh Nusantara karena kasus pertama Covid-19 di Banda Aceh terjadi di desa ini. “Namun kasus Covid 19 dapat diatasi dengan cepat berkat kekompakan yang dibangun antara masyarakatnya dan pemerintah desa serta kecamatan.”

Untuk diketahui, pandemi bukan hanya masalah bidang kesehatan saja namun permasalahan sosial dan ekonomi terkhusus ketahanan pangan juga merupakan bagian dari dampak Covid-19, “apalagi beberapa bulan terakhir ini terjadi peningkatan kasus Corona di Banda Aceh dan Aceh pada umumnya,” ujar Trisno.

Menurutnya, masalah sosial dan ekonomi rentan memicu gangguan Kamtibmas. Oleh Karena itu, Mabes Polri mencanangkan Kampung Tangguh Nusantara. “Dan diharapkan kepada Babinkamtibmas dan Babinsa, terus melakukan pembinaan termasuk di bidang kesehatan bersama-sama masyarakat serta tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19.”

Menyikapi pandemi Covid-19, katanya lagi, tentunya masalah sosial dan ekonomi terkhusus ketahanan pangan harus menjadi prioritas. “Kita dihadapkan dengan upaya pencegahan Covid-19 di mana masyarakat diimbau tetap di rumah namun tidak mungkin juga harus berdiam diri, sehingga mungkin tetap bekerja melakukan kegiatan ekonomi dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19.”

Di tempat yang sama, Keuchik Lampaseh Kota Masri Gade mengucap syukur alhamdulillah karena desa mereka mendapatkan kepercayaan ditunjuk sebagai pilot oroject Kampung Tangguh Nusantara. “Mudah-mudahan kampung kami dapat menjadi acuan dalam penanganan terhadap pandemi Covid-19,” ucapnya.

“Kami berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Wali Kota, Pak Wakil Wali Kota, Pak Kapolresta Banda Aceh, dan Pak Dandim 0101/BS yang telah menunjuk gampong kami sebagai Kampung Tangguh Nusantara. Kami atas nama pemerintah desa bersama seluruh masyarakat siap melaksanakan amanah sebagai Kampung Tangguh Nusantara,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan mengunjungi sarana dan prasarana pendukung yang telah disiapkan Gampong Lampaseh Kota dalam mendukung Kampung Tangguh Nusantara. Chek Zainal dan Kapolresta beserta rombongan di antaranya mengunjungi rumah isolasi mandiri Covid-19 dan pustaka gampong setempat. (bandaacehkota/ags/data3)

Advertisement

Aminullah ucapkan Terima Kasih Kepada Dokter dan Para Medis

Foto: Istimewa

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyampaikan ucapan terima kasih kepada dokter dan para medis yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RSUD Meuraxa. Ucapan terimakasih dan apresiasi juga disampaikan kepada direktur dan manajemen rumah sakit milik Pemko. Banda Aceh tersebut.

Wali Kota Aminullah mengapresiasi kerja keras tenaga medis, baik dokter maupun perawat yang telah berjuang mengorbankan waktu dan tenaga dalam melayani pasien Covid 19.

“Saya paham tenaga medis menjalani masa-masa sulit di tengah-tengah pendemi. Mereka adalah pejuang kesehatan dan patut mendapatkan apresiasi dari kita semua.”

Karenanya, atas nama pribadi dan Pemko Banda Aceh, ia mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas pengorbanan yang luar biasa tersebut.

“Semoga Allah SWT membalas kebaikan serta tetap memberikan kesehatan, kekuatan, dan kesabaran kepada seluruh tenaga medis dalam mengemban misi mulia ini,” ujarnya.

Aminullah juga berpesan kepada para tenaga medis untuk tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan baik sesama sejawat, pasien, serta seluruh warga kota.

“Ketika kita bersama, insyaAllah kita bisa melewati pandemi ini. Ingat, tetap jaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19, baik saat bertugas maupun di rumah dan di tengah-tengah masyarakat.”

Informasi terakhir yang diterima Wali Kota dari dari RSUD Meuraxa, jumlah pasien yang dirawat di sana sebanyak 14 orang. “Tiga diantaranya kita rujuk ke RSUZA, sementara 11 orang pasien yang kita rawat semuanya sudah sembuh dan sudah dipulangkan,” katanya.

“Sedangkan tiga pasien yang kita rujuk ke RSUZA: satu orang meninggal dunia dan dua orang juga sudah dinyatakan sembuh, ” demikian Aminullah Usman. (bandaacehkota/ags/data3)

Advertisement

Kepala OJK Aceh Dukung Langkah Aminullah Perangi Rentenir

Foto: Istimewa

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Memutuskan mata rantai rentenir di Aceh, khususnya Banda Aceh merupakan visi dan misi Wali Kota H Aminullah Usman SE Ak MM yang kerap menuai apresiasi serta dukungan dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kantor wilayah (kanwil) Aceh. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Ketuanya, Aulia Fadhli.

Persoalan tengkulak ini sudah sangat meresahkan di kalangan masyarakat, Aulia menilai, terobosan Aminullah Usman dalam menciptakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mahirah Muamalah adalah solusi tepat dalam bidang pembiayaan usaha warganya.

“Alhamdulillah, saya bisa mengenal tokoh Aceh yang sangat peduli dengan masyarakatnya. Untuk membasmi rentenir itu memang sudah menjadi tugas kita bersama, dan alhamdulillah juga ini sudah dibuktikan oleh Pak Wali Kota Banda Aceh,Aminullah Usman.”

Hal itu dikatakan Aulia Fadhli dalam pertemuannya dengan Wali Kota Aminullah yang kala itu didampingi Kepala Bappeda kota, Weri dan Kabag Humas Setdako, Irwan pada Kamis, 9 Juli 2020 di gedung OJK kanwil Aceh, Jalan Prof Ali Hasyimi, Pango Raya.

Menurutnya, Aminullah yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh ini telah memberikan contoh yang baik dalam membantu para pedagang di Banda Aceh, terutama mereka yang sangat membutuhkan dana untuk membantu mengembangkan usahanya sendiri, dengan terhindar dari jeratan rentenir.

“Ini juga bisa ditiru dan diterapkan oleh daerah yang lain sebagai acuan dalam membebaskan masyarakat dari rentenir dan riba,” kata Fadhli.

Sebagai lembaga negara yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan, katanya, OJK juga terintegrasi dengan baik selama ini.

“Kita juga kerap berdiskusi terkait perekonomian di Banda Aceh, dengan harapan kita kedepannya bisa meningkatkan upaya pemerintah dalam memberdayakan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kebijakan-kebijakannya, OJK juga memberikan perhatian untuk membebaskan masyarakat dari rentenir, dengan memberikan akses keuangan seluas-luasnya kepada masyarakat.

“Salah-satu poin akses keuangan itu sudah dilakukan oleh Pak Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman yaitu dengan mendirikan LKMS Mahira Muamalah Syariah,”

Terkait peluncuran buku “Ala Aminullah Perangi Rentenir”, ia pun sangat mendukung, dan akan memberikan tanggapan serta apresiasinya di lembar pengantar.

Mendengar respon itu, Aminullah pun mengungkapkan syukur seraya mengapresiasikan OJK atas kontribusinya yang selaras dalam memberantas rentenir.

“Ini adalah harapan warga yang pertama saya serap dan menjadi salah-satu konsen saya bersama Wakil Wali Kota Zainal Arifin sampai saat ini,” ujar Aminullah

Ia menjelaskan, memutuskan mata rantai rentenir dengan membantu memberdayakan usaha masyarakat juga akan berimbas pada menekan angka pengangguran serta kemiskinan di Banda Aceh, dan Aceh secara umumnya.

“Yang pertama itu mereka itu ingin bangkit dengan UMKM dan permodalannya. Mereka butuh solusinya, jangan sampai terjebak rentenir lagi intinya,” kata Aminullah.

Sukses di Bank Aceh Syariah dalam dua periode (2000-2010), menjadi basic Aminullah dalam mendorong dirinya mendirikan LKMS Mahira Muamalah

“Ada 80 persen dari pasar-pasar di Banda Aceh ini, Pasar Aceh, Pasar Ulee Kareng, Pasar Setui dan Pasar Darussalam. Kebanyakan warga ini berurusan dengan rentenir, ini sangat membahayakan,” katanya.

“Maka sejak saat saya terpilih, program pertama yang saya lakukan saat itu adalah mendirikan Mahira Muamalah Syariah. Dan berkat izin OJK kita bisa operasikan pada 2018,” tambahnya lagi.

Selain mengandalkan LKMS Mahirah, Wali Kota Aminullah yang juga selaku Ketua Umum MES Aceh ini, bersama para anggotanya turut aktif dalam mengedukasi masyarakat atas bahayanya ‘Bank 47’ itu.

Solusi ini pun menjadi sorotan nasional, dan Wali Kota Aminullah sering diminta untuk mempresentasikan inovasinya ini oleh Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia. Langkahnya pun mampu meraih deretan penghargaan berkaliber nasional, diantaranya Sindo Media, penghargaan predikat Indonesia Visionary Leader (IVL) 2019, yang diserahkan oleh Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik pada malam Inagurasi IVL di Lido Lake Resort, Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis, 27 Februari 2020. (bandaacehkota/ags/data3)

Advertisement

Tarif Rapid Test Rp150 Ribu, Kadinkes Provsu Sebut RS Keberatan

Ilustrasi (Foto: Antara)

MEDAN, Waspada.co.id – Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan terkait tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Test. Di dalam Surat Edaran yang ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo pada 6 Juli 2020 dikatakan tarif tertinggi Rapid Test ialah sebesar Rp150 ribu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dr. Alwi Mujahit Hasibuan MKes menyatakan pihaknya belum menerima secara formal surat edaran tersebut. Namun telah mengetahui informasi mengenai isi surat edaran tersebut dari grup whtasapp secara informal.

“Secara resmi belum ada, yang ada perbincangan-perbincangan informal dari whatsapp grup persatuan rumah sakit,” kata Alwi saat Waspada Online menghubinginya via seluler, Kamis (9/7).

Alwi Muhajit mengatakan berdasarkan perbincangan di grup tersebut sebagian besar rumah sakit tidak menyanggupi instruksi dari Kemenkes. Pasalnya biaya Rapid Test termurah di Kota Medan saat ini bertarif Rp250 ribu. Lain lagi dengan tarif di daerah kemungkinan akan lebih tinggi.

Karena itu, pihak rumah sakit merasa keberatan untuk memberlakukan surat edaran dari Kemenkes itu. Sebab untuk memberlakukan tarif Rapid Test tidak bisa hanya menghitung alat Rapid-nya saja. Terdapat bahan baku lain yang digunakan dan harus diakumulasi dalam menetafkan tarif tersebut.

“Memang ada alat Rapid Test produk Indonesia yang cukup murah, tapi itu belum ada dipasaran. Selain Rapidnya ada bahan habis pakai, ada APD, ada biaya SDM juga,” jelas Alwi.

Alwi juga mengatakan, untuk menghindari keributan beberapa rumah sakit memilih untuk tidak menyediakan pelayanan Rapid Test. (wol/ondang/data3)

Editor: Agus Utama

Advertisement

Ruang Isolasi Covid-19 di Kota Medan Tetap Tersedia

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara jauh-jauh hari mempersiapkan rumah sakit rujukan untuk mengisolasi pasien terpapar Covid-19.

Rumah sakit rujukan tersebut, di antaranya RSU GL Tobing Tanjungmorawa, RS Martha Friska Yos Sudarso, RSU Martha Friska Medan, RSUD Abdul Manan Simatupang Asahan, RSUD Gunung Sitoli, dan RSUD Perdagangan.

Selain itu, ada RSUP H Adam Malik, RSUD Tarutung, RSUD Djasemen Pematangsiantar, dan RSUD Padangsidimpuan. Dengan begitu, banyak ruang isolasi yang tersedia untuk pasien Covid-19.

Di Kota Medan, total ruang isolasi rumah sakit berjumlah 757 buah. Hingga Rabu (8/7) kemarin, tercatat ada 575 penderita terpapar Covid-19 dan ruang isolasi masih tersedia untuk menangani pasien baru. Demikian disampaikan Juru Bicara GTPP Sumut Whiko Irwan, Kamis (9/7).

“Meski begitu, dengan terus meningkatnya angka penderita Covid-19 di wilayah kita, tidak menutup kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan rumah sakit yang ada ini akan terisi penuh dengan pasien terpapar Covid-19,” kata Whiko.

Whiko menjelaskan beberapa kategori orang yang terpapar dan cara penanganannya sesuai Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Untuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dengan gejala klinis sedang dan berat harus dirawat atau isolasi di rumah sakit serta dilakukan pemeriksaan swab tenggorok (swab PCR).

“Bila dua kali hasil swab PCR berturut-turut negatif, maka yang bersangkutan tergolong penderita non Covid dan dapat keluar ruang isolasi, kecuali memiliki penyakit menular lainnya,” ujar Whiko.

Begitupula swab PCR positif baik dengan gejala maupun tanpa gejala harus isolasi. Selanjutnya orang tersebut dinyatakan sembuh bila hasil swab PCR negatif berikutnya dua kali berturut-turut dan tanpa gejala. Orang Tanpa Gejala (OTG) yang memiliki riwayat kontak erat penderita Covid-19 bisa isolasi mandiri di rumah.

“Terakhir, orang tanpa gejala yang kedapatan hasil rapid test reaktif, bisa isolasi mandiri di rumah. Setelah dilakukan pemeriksaan swab dengan hasil negatif Covid-19, yang bersangkutan dapat lepas dari isolasi mandiri dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata Whiko. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Advertisement

Update Covid-19 Kota Medan 9 Juli: Positif Dirawat 882

Foto: Twitter

Medan, Waspada.co.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, merilis data persebaran kasus Covid-19.

Melalui situs resmi covid19.pemkomedan.go.id dan media sosial Instagram @pemko.medan, Gugus Tugas mencatat jumlah pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit saat ini mencapai 882 pasien.

Kemudian untuk pasien yang sembuh dari Covid-19 jumlahnya bertambah 14 orang menjadi 362 orang dan pasien meninggal dunia bertambah empat orang menjadi 75 orang meninggal dunia.

Sehingga Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan mencatat total 1.319 kasus positif melalui pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR) hingga Kamis (9/7).

GTPP Kota Medan juga melakukan pendataan terhadap 168 Pasien Dalam Perawatan (PDP), 37 Pelaku Perjalanan (PP), 649 Orang Tanpa Gejalan (OTG) dan 23 Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Gugus Tugas mengimbau agar warga selalu waspada, selalu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh untuk menghindari penularan Covid-19. (wol/ega/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Advertisement

Rekor 2.657 Kasus Corona, Jokowi: Sudah Lampu Merah Lagi

Foto: Presiden Joko Widodo (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

JAKARTA, Waspada.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penyebaran virus corona (Covid-19) kembali masuk lampu merah setelah terjadi lonjakan kasus baru mencapai 2.657 orang dalam sehari. Tambahan kasus positif baru pada hari ini itu menjadi yang tertinggi sejak pengumuman kasus pada 2 Maret 2020.

“Perlu saya ingatkan sudah lampu merah lagi, hari ini secara nasional kasus positif tinggi sekali hari ini, 2.657,” kata Jokowi saat memberikan arahan di Posko Penanganan Covid-19, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

Jokowi mengatakan penyebaran virus corona di seluruh wilayah di Indonesia sangat tergantung kepada penanganan masing-masing daerah. Oleh karena itu, ia meminta tiap pemerintah daerah menerapkan manajemen krisis dengan baik.

Di Kalteng sendiri jumlah kumulatif kasus positif virus corona mencapai 1.093 orang. Dari jumlah itu, 393 orang dalam perawatan, sembuh 634 orang, dan meninggal 66 orang.

Menurut Jokowi, angka itu terbilang kecil. Namun jika tidak dikendalikan dengan baik, jumlahnya dapat terus bertambah.

“Hati-hati angka yang tadi saya sampaikan bisa bertambah banyak. Ini jangan dianggap enteng,” ujarnya.

Merujuk data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sejak 1 sampai 8 Juli, kasus positif virus corona bertambah di atas 1.000 orang per hari.

Total kasus positif Covid-19 dari 1 sampai 8 Juli sebanyak 11.694 orang. Dengan demikian, rata-rata kasus positif bertambah 1.462 orang per hari.

Angka tambahan kasus positif tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata kasus positif harian sepanjang Juni 2020.

Hingga hari ini, kasus positif virus corona telah mencapai 70.736 orang. Sebanyak 32.651 orang dinyatakan sembuh dan 3.417 orang lainnya meninggal dunia.

Jawa Barat menjadi provinsi yang menyumbang kasus positif baru hari ini dengan 962 orang. Disusul Jawa Timur dengan 517 orang, DKI Jakarta 284 orang, Sulawesi Selatan 130 orang, dan Jawa Tengah 120 orang. (cnnindonesia/ags/data3)

Advertisement

Terima DM Berisi Ancaman, Sherina – Baskara Minta Followersnya Report Akun Pelaku

Foto : sherina

Waspada.co.id – Sherina Munaf mengungkapkan bahwa dia dan sang kekasih Baskara Mahendra diganggu hingga mendapat ancaman pembunuhan dari seorang pengguna Instagram.

Lewat serangkaian unggahan di Story di Instagram, Kamis (9/7), Sherina memperlihatkan sejumlah bukti komentar tak pantas serta ancaman yang dia dan Baskara terima.

“Akun @m25af beberapa kali men-DM [pesan personal] Baskara dengan pesan-pesan ancaman. Mohon bantuan teman-teman untuk report akun ini segera,” tulis Sherina.

Pada unggahan berikutnya, Sherina memperlihatkan isi DM Baskara dari akun tersebut. Salah satunya pesannya memang berupa ancaman pembunuhan seperti yang disampaikan Sherina.

Lebih lanjut, pelantun Andai Aku Besar Nanti ini kemudian menginformasikan bahwa akun itu telah menghilang usai dirinya mengungkap masalah ini ke publik.

“Pagi, buat teman-teman yang tadi sudah bantu report, terima kasih banget. Dan saya juga dapat pesan dari teman-teman yang bilang kalau akunnya sudah tidak bisa di-report, sudah hilang,” ujarnya lewat unggahan video.

Bagi Sherina, hal ini telah menjadi ancaman serius dan dia tidak akan tinggal diam jika kelak kembali terjadi. Mantan penyanyi cilik ini juga menyatakan bahwa dia kelak akan membawa kasus seperti ke ranah hukum.

“Kita sih enggak masalah untuk perbedaan pendapat, cuma kalau sudah ada konteks mengancam akan kita tindak ke polisi untuk next time-nya. Jadi, untuk orang yang melakukan itu, please don’t do that because I will report you, karena saya akan teruskan ke polisi. Thank you,” tambahnya. (cnnindonesia.com/data3)

Advertisement

Rentan Infeksi Covid-19, Ibu Hamil Perlu Perhatian Ekstra

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Ibu hamil masuk ke dalam kelompok rentan infeksi Covid-19 bersama dengan orang lanjut usia dan orang dengan penyakit penyerta/komplikasi. Untuk menghindari risiko kesehatan hingga kematian, perlu perhatian ekstra kepada ibu hamil.

Hal itu ditegaskan Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Sumatera Utara, dr Iman Helmi Effendi, di Media Centre Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Kamis (9/7).

“Hal ini dikarenakan saat hamil imunitas ibu mengalami penurunan, sehingga mudah tertular atau terinfeksi. Menurut WHO, selama Covid-19 ada gangguan pelayanan kesehatan dan nutrisi esensial bagi ibu, bayi, anak-anak, dan remaja sehingga berpotensi menyebabkan kesakitan dan kematian ibu, bayi, dan anak. Sebenarnya itu bisa dihindarkan,” kata Iman.

Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015, jumlah kematian ibu di Indonesia sebesar 305 per 100 ribu kelahiran hidup. Dengan kata lain, ada dua ibu di Indonesia yang meninggal setiap jam. Sumut sendiri selalu berada dalam peringkat lima besar penyumbang kematian ibu di Indonesia.

Pemprovsu sendiri sudah berupaya menurunkan tingkat kematian ibu melahirkan. Pada 18 Desember 2019, Pemprovsu menjalin kerja sama dengan US Agency for International Development (USAID) untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan penguatan sistem rujukan ibu dan bayi baru lahir. Namun, tantangan ini semakin besar dengan adanya Covid-19.

Agar terhindar dari infeksi Covid-19, ada lima langkah yang harus diterapkan ibu hamil yaitu tetap di rumah, mencuci tangan sesering mungkin, menjaga jarak dengan orang lain, hindari kerumunan, tidak berjabat tangan, dan memakai masker bila sakit atau di tempat umum.

“Selain itu ibu hamil juga harus menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Rajin membersihkan permukaan benda-benda yang sering disentuh. Untuk menjaga imunitas tubuh ibu hamil harus memakan makanan bergizi dan seimbang, minum tablet penambah darah, dan tetap beraktivitas fisik ringan senam hamil di rumah,” jelasnya.

Kementerian Kesehatan merekomendasikan ibu hamil tetap periksa kehamilan di trimester pertama (1-13 minggu). Pemeriksaan pertama dianjurkan screening faktor risiko oleh dokter. Pemeriksaan kedua boleh ditunda kecuali ada tanda bahaya atau konsultasi online dengan dokter, sedangkan ketiga harus dilakukan satu bulan sebelum persalinan.

“Bila ingin memeriksakan kehamilan buat janji dahulu agar tidak menunggu lama dan menghindari kerumunan. Untuk persalinan di masa Covid-19, ibu yang tidak masuk kategori ODP, PDP atau penderita Covid-19 dan persalinan normal bisa di puskesmas/bidan.

“Bila ibu hamil masuk kategori ODP, PDP atau penderita Covid-19, persalinan dilakukan di RS Siaga Covid-19 atau rumah sakit rujukan. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Advertisement

Rencana Revitalisasi Lahan PT KAI, Gubsu Minta Setiap Langkah Humanis

Foto: Biro Humas Dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, mendukung rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) merevitalisasi lahan di kawasan bekas pasar di Delitua, Kabupaten Deliserdang, melalui kerja sama (MoU) bersama pemerintah setempat.

Untuk itu semua persiapan perlu dilakukan, termasuk skema cipta kondisi dengan langkah yang humanis. Hal itu disampaikan Gubsu saat menerima kunjungan rombongan PT KAI Divisi Regional (Divre) I Sumut, Kamis (9/7).

“Rencanakan dalam waktu yang terukur. Kepada camat, harus dibuat sosialisasi. Bentuk tim terpadu untuk cipta kondisi, termasuk mendata masyarakat (pedagang). Karena bisa saja ada yang mengambil kesempatan dan provokasi keadaan,” ujar Gubsu.

Setelah cipta kondisi, kata Edy, dilakukan pemisahan serta lokalisir agar masalah tidak meluas lagi. Karena meskipun lahan milik PT KAI, tetap saja kemungkinan adanya kendala selalu menjadi bagian dari proses seperti ini.

“Jangan sampai ada masalah lagi. Namun saya ingatkan, setiap mengambil langkah, lakukan dengan cara yang humanis. Kemudian, langkah selanjutnya adalah menyiapkan skema pemindahan pedagang pasar ke tempat yang baru. Begitu juga penempatan ke lokasi yang baru harus disiapkan dan transparan (adil),” tegasnya.

Vice President Divre I Sumut, Johannes Daniel Hutabarat, mengatakan pihaknya akan membangun kesepahaman (kerja sama) dengan Pemkab Deliserdang untuk merevitalisasi lahan PT KAI dibuat menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

“Untuk Delitua ini, kita mau ada MoU karena ada program Bupati Deliserdang yang cukup bagus. Jadi di sana status stasiunnya tetap ada. Jika ada reaktivasi jalur, itu sudah siap. Jadi Pemkab Deliserdang yang membuat RTH-nya,” sebut Daniel.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Advertisement