Beranda blog Halaman 3

Polsek Medan Sunggal Imbau Warga Disiplin Prokes

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Polsek Medan Sunggal rutin membagikan masker gratis kepada masyarakat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Tak hanya itu, petugas juga melakukan Operasi Yustisi dengan merazia para pengendara motor yang tidak memakai masker di Jalan TB Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (23/1).

Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi, mengatakan razia masker yang dilaksanakan dengan cara memberhentikan pengendara motor dan pengemudi mobil yang tidak memakai masker yang melintas di Jalan TB Simatupang.

“Personil Polsek Medan Sunggal yang melihat para pengguna jalan itu tidak memakai masker langsung membagikan masker secara gratis,” katanya.

Lebih lanjut, Yasir menegaskan setiap pengendara yang dibagikan masker selalu diingatkan untuk disiplin protokol kesehatan saat melakukan aktivitas.

“Untuk sanksi yang diberikan terhadap pengendara yang tidak memakai masker, kita hanya memberi teguran ringan berupa push-up,” pungkasnya. (wol/lvz/gacok/d2)

Editor: SASTROY BANGUN

iklan

Aminullah Apresiasi IKAMBA, Aneuk Banda Lawan Covid-19

foto: ist

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengapresiasikan Ikatan Mahasiswa Kota Banda Aceh (IKAMBA) yang telah turut berkontribusi dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di Banda Aceh.

“Ini adalah salah-satu tekad yang diberikan IKAMBA dalam rangka mempercepat memutuskan mata rantai Covid-19. Seluruh aktivitas kita terbatas dan dibatasi, namun tak menyurutkan gerakan pemuda untuk peduli sosial,” demikian dikatakan Aminullah dalam acara penutupan Talkshow Refleksi Banda Aceh Melawan Pandemi, di gedung ITLC, kawasan Blang Padang, Sabtu (23/1).

Aminullah menilai, langkah para mahasiswa Banda Aceh yang terhimpun dalam tim Aneuk Banda Lawan Covid-19, dan mendukung upaya pemerintah dalam penanganan virus ini.

“IKAMBA sangat membantu pemerintah dalam hal ini. Sejak awal mereka sudah berkoordinasi dengan baik dengan Pemko untuk mencari solusi baik itu dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya corona, maupun setiap kegiatan terkait lainnya,” katanya.

Aminullah pun berharap, IKAMBA dapat terus bersinergi dengan Pemko dalam mewujudkan Banda Aceh yang ‘Gemilang’ dalam bingkai syariah. “Kita harapkan setiap kegiatan yang dilaksanakan bermanfaat bagi masyarakat, anggota organisasi, dan diri sendiri,” ucap wali kota.

Sementara itu, Ketua IKAMBA, Lazuardi Imam Pratama mengatakan, sejak awal pandemi Banda Aceh sudah menjadi daerah yg sangat rentan akan penyebaran Covid 19.

Kemudian pada 17 Maret 2020, pihaknya langsung me-launching tim Aneuk Banda Lawan Covid-19, “Kami menyebarkan apa itu Covid-19 (edukasi) terhadap masyarakat, kami setiap sore update informasi kepada masyarakat,” katanya. (wol/rls/d2)

iklan

Terkait Kondisi Kesehatan, 27 Ribu Nakes RI Batal Vaksin

Ilustrasi (ist)

JAKARTA, Waspada.co.id – Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan 27 ribu tenaga kesehatan (nakes) batal mendapat vaksin Corona dari 172.091 yang telah mendaftar per Sabtu (23/1).

Ada berbagai alasan batal vaksinasi, mulai dari kondisi kesehatan yang kurang baik, punya penyakit komorbid, atau tengah menyusui.

“Sampai hari ini sudah tercatat 172.901 orang telah mengakses untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di 92 kabupaten kota, dari total tersebut 27 ribu nakes batal mendapat vaksin, atau ditunda, karena tekanan darahnya lebih dari 140/90,” kata Nadia dalam konferensi pers virtual, Sabtu (23/1).

“Kemungkinan ada yang penyintas Covid-19, sedang menyusui, atau memiliki komorbid lainnya sehingga batal divaksin Covid-19,” tambahnya.

Penyuntikan gelombang pertama yang dimulai 14 Januari dan berlangsung hingga akhir bulan ini menargetkan 598.483 tenaga kesehatan. Sehingga, dengan total 145 ribu nakes sudah tervaksin pada hari ini, pencapaian target baru mencapai 24,2 persen.

Siti mengatakan nakes yang belum terdaftar dalam vaksinasi Covid-19 di tahap pertama kemungkinan akan terdaftar di kelompok vaksinasi tahap kedua.

“Kami sampaikan juga kalau ada nakes yang belum terdaftar di tahap pertama, maka kemungkinan dia ada di kelompok tahap kedua di luar dari 92 kab kota,” jelasnya.

Seperti diketahui, pada Februari mendatang, Kementerian Kesehatan menargetkan telah melakukan vaksinasi pada seluruh 1,47 juta nakes dan kelompok prioritas.
“Kami infokan juga vaksinasi berjalan terus dan sampai Februari kami berharap bisa mencapai 1,47 [juta] nakes,” tuturnya.

Pemerintahmenyatakan pada gelombang pertama vaksinasi Covid-19 undangan vaksinasi sudah disebar ke 598.483 nakes dari target 1,4 juta. Sementara sisanya sejumlah 888.282 nakes sudah mulai diberikan undangan di tanggal 21 Januari 2021. (wol/cnnindonesia/ari/d2)

iklan

Tanpa Kasus, Madina Di Zona Hijau

foto: ist

MADINA, Waspada.co.id – Peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menunjukkan Madina bersih dari wabah Corona dan layak masuk zona hijau. Data sebaran tersebut dihimpun per 23 Januari 2021.

Pasien terkonfirmasi, kontak erat, suspek, dan probable sudah nol kasus. Sementara, sebelumnya ada enam orang kontak erat tapi telah selesai masa karantina. Keenam orang merupakan pantauan Puskesmas Panyabungan Jae.

Juru bicara penanganan Covid-19 Madina, Sahnan Pasaribu, berharap masyarakat tetap selalu menerapkan protokol kesehatan agar keadaan ini bisa bertahan dan tidak lagi ada yang terkonfirmasi.

“Kekhawatiran masih ada, kita lihat Covid-19 secara nasional bertambah. Kita harapkan keadaan ini bisa bertahan dalam dua minggu, kita akan berpotensi masuk ke zona hijau,” sebut Sahnan yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Madina, Sabtu (23/1).

“Sejauh ini untuk tindakan-tindakan pencegahan masih tetap dilakukan, razia yustisi maupun sosialisasi,” tutupnya. (wol/wang/d2)

Editor: Austin Tumengkol

iklan

Update Covid-19 Nasional 23 Januari: Pecah Rekor Sembuh 9.912 Orang, Positif Covid Tambah 12.191

WOL Ilustrasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Kasus positif virus corona (Covid-19) bertambah 12.191 pada hari ini, Sabtu (23/1). Dengan demikian, total telah ada 977.474 kasus positif di Indonesia sejak pertama kali diumumkan pada awal Maret 2020 lalu.

Dari total tersebut, sebanyak 791.059 di antaranya telah sembuh (bertambah 9.912) dan 27.664 meninggal dunia (bertambah 211 ). Ada 68.343 jumlah spesimen yang diperiksa dan 83.190 orang pasien suspek. Peningkatan pasien sembuh dalam satu hari menjadi yang tertinggi atau pecah rekor.

Penambahan kasus positif virus corona di Indonesia meningkat tinggi sejak beberapa pekan terakhir. Jumlah kasus positif baru kerap kali lebih dari 10 ribu dalam satu hari.

Sejumlah daerah pun sudah kekurangan ranjang khusus pasien virus corona yang membutuhkan perawatan. Tingkat keterisian atau bed occupancy rate sudah mencapai 80 persen di beberapa daerah.

Di Kota Tangerang, pemerintah kota setempat sudah membuat 6 puskesmas menjadi tempat isolasi. Rumah sakit yang ada sudah tidak mencukupi. Di Madiun, Jawa Timur, pemerintah daerah setempat sampai menyewa gerbong kereta untuk pasien virus corona.

Sementara itu, DKI Jakarta, bukan hanya fasilitas kesehatan yang penuh, tetapi juga lahan pemakaman. Pemprov DKI Jakarta kini terus membuka lahan baru untuk dijadikan tempat terakhir para pasien virus corona yang meninggal dunia.

Pemerintah pusat juga terus mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Misalnya dengan rajin mencuci tangan, memakai masker, dan menjauhi kerumunan.

Program vaksinasi virus corona sudah dimulai. Vaksin Sinovac asal China yang digunakan terlebih dahulu. Presiden Jokowi serta sejumlah pejabat tinggi negara sudah disuntik.

Meski demikian, pemerintah pusat mengingatkan bahwa vaksin bukan jurus pamungkas untuk menghentikan pandemi virus corona. Masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

Pemerintah pun memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali hingga 8 Februari mendatang. PPKM diperpanjang lantaran laju penularan virus corona masih belum menurun. (wol/cnnindonesia/ari/d2)

iklan

Bahaya! Madrid Hadapi Alaves Tanpa Lima Pemain dan Zidane

foto: realmadrid

MADRID, Waspada.co.id – Real Madrid benar-benar berada dalam kondisi sulit. Lima pemain pilar plus pelatih Zinedine Zidane dipastikan absen pada lanjutan La Liga Spanyol melawan Deportivo Alaves, Minggu (24/1).

Madrid akan bertandang ke markas Alaves di Estadio de Mendizorroza dan butuh kemenangan. Pasalnya, Los Blancos sedang berada dalam tekanan pasca-kegagalan di pentas Piala Super Spanyol dan Copa de Rey.

Apalagi El Real akan berjumpa lawan yang notabene masih kalah kelas. Sebab, Alaves tidak pernah menang pada tiga laga terakhir di La Liga. Akan tetapi, sang juara bertahan juga tidak sedang dalam kondisi terbaik.

Adapun kelima pemain yang absen adalah Federico Valverde, Sergio Ramos, Dani Carvajal karena cedera ditambah Rodrygo Goes dan Martin Odegaard. Khusus Odegaard, gelandang asal Norwegia itu tengah fokus menyelesaikan masalah transfernya ke Arsenal.

Sebelumnya, Madrid juga telah mengumumkan bahwa Zidane tidak akan ikut rombongan karena positif terpapar Covid-19. Karena Zizou akan isolasi mandiri, maka posisinya digantikan oleh asisten pelatih Davide Bettoni. (wol/aa/realmadrid/d2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

iklan

Puluhan Rumah Warga Terendam Banjir Selama Dua Bulan

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Hampir dua bulan rumah warga yang terletak di Gang Subur Lama, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun masih terendam air, Sabtu (23/1).

Yani salah satu warga mengaku bahwa dari bulan Desember, pemukiman yang dihuni 60 kepala keluarga (KK) terendam banjir.

Dikatakan bahwa upaya Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk menyelesaikan masalah banjir di lingkungannya kurang maksimal.

“Kalau hanya mengandalkan pompa air yang dikerahkan oleh Dinas PU Pemko Medan hanya sebentar, datang hujan tergenang lagi,” ucapnya.

Tidak hanya Yani, Ferry yang juga warga setempat menjelaskan, akibat dari musibah banjir ini banyak warga yang terasa was-was. Pasalnya, setiap kali hujan Gang Subur Lama, sudah digenang air.

“Kami warga di sini selalu was-was karena hujan sebentar saja ketinggian air sudah setinggi lutut orang dewasa,” jelasnya.

Mirisnya, selama dua bulan terendam banjir, warga setempat belum ada menerima bantuan dari Pemerintah Kota Medan.

“Meminta Pemko Medan, bisa mempercepat menyelesaikan saluran air agar kami bisa terbebas dari banjir,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Waspada Online, Pemerintah Kota Medan menurunkan mobil pompa penyedot air untuk menguras genangan air yang merendam puluhan rumah warga.(wol/ryan/d2)

Editor: SASTROY BANGUN

iklan

Kasus Siswi Disuruh Berjilbab di Sumbar, Komnas HAM ‘Turun Tangan’

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara. (ist)

JAKARTA, Waspada.co.id – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perwakilan Sumatera Barat memanggil pihak Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi setempat terkait seorang siswi nonmuslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat yang diwajibkan menggunakan jilbab.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan Komnas HAM Sumatera Barat sudah melayangkan undangan.

“Hari Senin besok (28/1) akan ada pertemuan bareng, Komnas HAM, Ombudsman dan Dinas Pendidikan Sumatera Barat untuk membahas persoalan ini,” kata Beka, Sabtu (23/1).

Beka mengatakan pertemuan itu sengaja dilakukan untuk mencari solusi dan menyusun pelbagai langkah agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari.

Dirinya juga mengatakan kasus tersebut sudah dipantau oleh Komnas HAM sejak ramai dibicarakan publik. Ia menjelaskan Kantor Komnas HAM perwakilan Sumatera Barat sudah mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

“Komnas HAM menyesalkan peristiwa tersebut. peristiwa tersebut mengindikasikan adanya pemaksaan ekspresi kebebasan beragama dan berkeyakinan,” kata Beka.

Beka mengatakan bahwa tindakan memaksa seorang siswi untuk mengenakan jilbab bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia. Ia pun mengatakan tindakan tersebut juga melanggar amanat yang diatur dalam UU Sistem Pendidikan Nasional.

“Aturan itu mengamanatkan pendidikan diselenggarakan secara demokratis, berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa,” kata dia.

Seperti diketahui, kasus ini menjadi viral di media sosial usai siswa SMK 2 Padang Jeni Cahyani Hia mengaku disuruh pihak sekolah mengenakan jilbab. Orang tua Jeni, Elianu Hia mengunggah surat pernyataan yang dibuatnya usai anaknya disuruh menggunakan jilbab oleh pihak sekolah.

Elianu juga membagikan video berisi rekaman pertemuan dengan pihak sekolah. Atas pemberlakuan peraturan itu, Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi menyampaikan permintaan maaf.

“Dalam menangani dan memfasilitasi keinginan dari ananda Jeni Cahyani kelas X untuk berseragam sekolah yang disebutkan dalam surat pernyataan, saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dari jajaran serta Bidang Kesiswaan dan Bimbingan Konseling dalam penetapan aturan dan tata cara berpakaian siswi,” kata Rusmadi.

Pemprov Sumbar mengaku tidak pernah membuat aturan yang mewajibkan siswi nonmuslim untuk berpakaian muslim di sekolah. Dinas Pendidikan Sumbar sudah menurunkan tim investigasi ke SMKN 2 Padang. Jika nanti tim menemukan penyimpangan, maka pihaknya akan menindaklanjuti. (wol/cnnindonesia/ari/d2)

iklan

Hore, Teman Bus Hadir di Rute Belawan dan Pinang Baris Secara Gratis

Foto: Waspada Online

MEDAN, Waspada.co.id – Kepala bidang (Kabid) Bus Trans Metro Deli, Jimmy Tamba, mengatakan 30 unit bus telah resmi beroperasi di dua koridor baru sejak Jumat 22 Januari 2021.

Adapun jalur operasi Teman Bus yang baru tersebut yakni, Lapangan Merdeka-Belawan dan Lapangan Merdeka-Pinang Baris.

“Ada 10 unit bus besar untuk koridor Pinang Baris dan 20 unit bus sedang untuk bus Belawan yang sudah dioperasikan sekira pukul 04.30 WIB. Pagi tadi sudah kita berangkatkan semua unit menuju titik Pinang Baris dan Belawan,” tutur Jimmy saat di wawancarai, Sabtu (23/1).

Disebutkan, untuk koridor yang baru diresmikan, management Teman Bus memberi dispensasi kepada penumpang yaitu gratis dan tidak menggunakan kartu e-money. Hingga saat Teman Bus sudah beroperasi di 5 koridor.

“Jadi kita beri dispensasi sementara, selagi sosialisasi masih berlangsung. Tapi untuk 3 koridor lainnya masih gratis tapi wajib menggunakan e-money,” sebutnya.

Lebih lanjut, Jimmy mengungkapkan, untuk koridor Lapangan Merdeka-Belawan ada 36 rute antara lain, Lapangan Merdeka, Kantor Pos, Putri Hijau, Glugur, Methodist 8, RS Martha Friska, Simpang Martubung, Simpang Sicanang, Simpang Pahlawan, RS Prima Husada, dan terakhir Simpang Serwi 2.

Sementara untuk koridor Lapangan Merdeka – Pinang Barus ada 37 rute diantaranya Sundari 2, Simpang Pinang Baris 2, Lotte Mart 2, Kodam 2, Imigrasi, RRI 2, Tomang Elok 2, Panca Budi 2, Mardi Lestari, RS Advent, dan PRSU.

“Antusias warga Belawan untuk menaiki Bus Trans Metro Deli cukup baik dan kita harapkan masyarakat dapat tersosialisasi dengan baik,” ungkapnya.

Selain itu, Jimmy menjelaskan, untuk dua koridor baru ini harusnya dijadwalkan beroperasi Desember 2020. Namun karena pihak Bus memerlukan pertimbangan, akhirnya terealisasi pada Januari 2021.

“Tapi karena akhir tahun dan banyak pertimbangan kami berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik hingga akhirnya terealisasi pada Januari ini,” pungkasnya.(wol/man/d2)

Editor: SASTROY BANGUN

iklan

Budidaya Ikan, Bambu Hingga Mata Air Serlok Bantaran Cikapundung

WOL Photo/Rindy Nurjanah

BANDUNG, Waspada.co.id – Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, ternyata ada geliat salah satu anak Sungai Citarum yakni Sungai Cikapundung yang melintas ke tengah kota.

Apalagi kondisi Sungai Cikapundung saat ini tengah mengalami kerusakan ekosistem yang menjadikannya sebagai sumber mata air terancam sirna.

Di balik kekhawatiran itu, nyatanya masih bisa terbangun harapan dengan adanya beberapa komunitas yang masih peduli terhadap kelestarian Sungai Cikapundung. Di antaranya Serlok Bantaran yang berada di Jalan Bukit Jarian, Kota Bandung.

WOL Photo/Rindy Nurjanah

Pengagas diciptakannya Serlok Bantaran, Nusep Supriadi, mengaku bahwa awalnya ia bergerak di bidang adventure dan hanya melakukan “Kukuyaan” atau lebih dikenal dengan tubing karena debit air yang ada di Sungai Cikapundung masih terbilang besar dan bagus.

Pada Juni 2008 silam, ia bersama rekan-rekannya mengubah nama kawasan bantaran Sungai Cikapundung menjadi Serlok Bantaran karena melihat air Sungai Cikapundung sudah mulai kritis dan banyak sampahnya.

”Yang kami pikirkan sekarang bukan kita harus kukuyaan atau tubing lagi, tetapi bagaimana caranya untuk mengembalikan air seperti dulu dan sampah-sampah tidak ada lagi. Serta perlu banyak pihak yang terlibat makanya kami di sini sama temen-temen komunitas gabungan semua dibuatlah Serlok Bantaran,” terang Nusep kepada Waspada Online Jabar, beberapa waktu lalu.

WOL Photo/Rindy Nurjanah

Seperti diketahui bantaran sungai ini tidak hanya mengembangkan aksi sosial semata, tetapi Serlok Bantaran ini tentunya akan jadi lokasi wisata yang mengedukasi karena terdapat konservasi ikan, konservasi bambu serta konservasi mata air.

“Akhirnya kami bergerak dan bekreasi membuat konservasi ikan, konservasi bambu serta konservasi mata air. Yang utamanya di sini adalah pemberdayaan nilai ekonomi untuk masyarakat,” terangnya.

Nusep menambahkan, ia membuat Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk penyediaan air bersih dan air minum, yang merupakan salah satu program konservasi mata air.

“Alhamdulillah 100 rumah sudah berjalan. Selain itu kami membuat sedotan bambu dan berharap upaya ini bisa meminimalisir penggunaan sedotan plastik,” pungkasnya.

Menurut pantauan Waspada Online Jabar, saat pandemi pengunjung yang ingin datang ke Serlok Bantaran terpaksa harus dibatasi.

“Meski pandemi saat ini masyarakat sangat antusias, tetapi pengunjung sangat dibatasi, tidak semuanya bisa masuk, minimalnya harus ada koordinasi dulu sama kami. Kondisi Covid-19 ini kita mau gak mau harus mengikuti aturan yang telah dibuat pemerintah,” tutupnya. (wol/rin/d2)

Editor: ANDA

iklan