Beranda blog Halaman 11243

Harga Gas Arun Diisukan 14-18 Dolar AS per MMBTU

Istimewa

MEDAN, WOL – Pengusaha pengguna gas di Sumatera Utara meminta harga jual gas Arun ke industri sama atau setara dengan harga di Malaysia agar bisa bersaing di  pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA.

“PT.PGN mengisyaratkan gas Arun akan masuk ke industri pada Mei mendatang. Tetapi harga belum diketahui pasti dan pengusaha berharap harganya sama seperti di Malaysia di kisaran 3,52 dolar AS per MMBTU,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Pengguna Gas (Apigas), Johan Brien di Medan, akhir pekan.

Di Singapura, harga gas juga  hanya sekitar 3,87 dolar AS per MMBTU.

“Kalaupun tidak bisa seperti itu harusnya sama juga dengan harga yang dijual PT.PGN yang sekitar 8,7 dolar AS  per MMBTU,” katanya.

Apigas, kata Johan Brien, mendengar isu bahwa  harga gas Arun akan dijual lebih mahal atau di atas harga PGN selama ini.

Harga gas Arun diinformasikan akan dijual sekitar  14-18 dolar AS per MMBTU dan kalau  itu benar, maka langkah Pemerintah menyediakan gas itu bukan solusi tepat bagi perusahaan.

Harga gas yang mahal itu diduga akibat mata rantai yang panjang penjualan gas tersebut atau ada “trader”..

Selain membutuhkan gas, pengusaha juga butuh harga yang murah karena persaingan akan semakin ketat dengan masuknya era MEA mulai akhir tahun ini,”katanya.

Johan mengakui, pasokan gas Arun itu menggembirakan meski terus tertunda-tunda mengingat  kebutuhan gas industri sudah sangat mendesak akibat pasokan dari PT.PGN terus menurun.

Pasokan gas PGN tinggal sekitar 6 MMSCFD dari kebutuhan minimal 22 MMSCFD bagi 54 perusahaan.

“Tetapi kalau harganya mahal, sama saja dengan menyulitkan pengusaha karena biaya produksi menjadi semakin mahal,”,katanya.

Padahal, katanya, di era MEA, persaingan semakin ketat termasuk pada harga jual produk. (antara/data2)

iklan

Banjir Aceh Barat, Warga Masih Terisolir

MEULABOH, WOL – Masyarakat yang bermukim di Desa Langoe, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, merasa trauma akibat bencana alam banjir besar menerjang pemukiman mereka pada Jumat (17/4) malam.

Tuha Peut (aparat desa) Gampong Langoe, Agusniwar (43) di Meulaboh mengatakan, air banjir dari Sungai Meureubo yang datang tiba-tiba seakan mengejar warga layaknya gelombang laut tsunami setinggi 80 centimeter.

“Saya di depan rumah melihat air dari sungai datang seperti gelombang tsunami warna keruh, kemudian saya lari bawa anak-anak dengan kondisi air sudah setinggi leher (2 meter). Semua di sini panik berlarian menaiki genteng dan atap rumah agar selamat,” katanya.

Ia mencaritakan kepada wartawan peristiwa Jum’at malam ketika banjir besar layaknya banjir bandang menerjang pemukiman mereka yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS). Airnya bewarna keruh penuh dengan ranting dan bongkahan kayu datang secara tiba-tiba, meskipun waktu itu hujan sudah reda.

Tidak ada harta benda yang dapat diselamatkan karena masyarakat setempat lebih memilih menyelamatkan diri, sementara jembatan yang menghubungkan desa mereka ditengelamkan oleh air banjir.

Pada jembatan gantung penghubung itu tertahan bongkahan ranting dan bongkahan kayu dihanyutkan air dari pegunungan sehingga warga pada malam tersebut tidak bisa keluar dan terpaksa tidur di atas loteng dan atap rumah sampai pukul 03.00 dini hari.

Di kawasan setempat tinggal sebanyak 114 kepala keluarga yang malam itu terkurung banjir, sementara akses jalan menuju pemukiman mereka dari ibu kota kecamatan tidak bisa dilalui kendaraan akibat jalan terputus dan ambruk.

“Dibilang trauma ya juga, karena kejadian seperti ini pernah kami alami pada tahun 1975. Kalau banjir seperti akhir 2014 sampai ke kota Meulaboh itu tidak seberapa, tapi kali ini kami rasakan berbeda sangat luar biasa,” katanya.

Agusniwar mengatakan, belum diketahui apakah ada rumah yang rusak total, namun yang sudah terdata seperti beberapa kontruksi rumah papan yang hancur seperti dapur, teras depan serta ada satu kios warga yang dihanyutkan air banjir tersebut.

Lebih lanjut dikatakan, banjir yang dirasakan masyarakat setempat beda dengan apa yang dirasakan oleh sebagian warga lain, seperti di Seumantok yang terputus jalan namun sifatnya banjir kiriman atau akibat limpahan air dari bendungan Irigasi Lhok Guci.

Hujan yang melanda daerah pegunungan tersebut hanya berlangsung sekitar 1,5 jam, tidak lama sesudah itu air bewarna keruh dari sungai seperti gelombang meratakan palawija serta bangunan kecil di pemukiman mereka.

“Hujannya di sini tidak lama, tiba-tiba saja hujan sudah reda baru air datang, perabotan rumah tangga, alat elektronik itu satupun tidak ada yang bisa dipakai lagi, ada yang dibawa hanyut air malahan. Desa kami baru beberapa hari mengikuti lomba desa bersih, sekarang sudah begitu kotor lagi,” katanya.

Sementara itu keterangan dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat sampai hari kedua pascabanjir besar masih ada dua desa yang terisolasi akibat banjir besar melanda kawasan pedaman itu.

“Masih ada dua desa yang masih terisolasi mungkin sampai dua hari lagi karena jembatan gantung ambruk. Sementara ini kita utamakan jalan yang vital dulu, disana juga butuh cuma ada yang harus kita dahulukan itu saja,” kata Abdurrahman angota satgas tangap darurat BPBD Aceh Barat menambahkan.

Dilain sisi sejumlah kecamatan lain yang terkena imbas banjir sampai hari kedua masih menggenangi pemukiman penduduk seperti di Kecamatan Kawai XVI, Meureubo dan Johan Pahlawan.
(antara/data2)

iklan

Pengembangan Sepakbola Coca-Cola Kembali Digelar

Ilustrasi

MEDAN, WOL – Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) memulai Coke Kicks sebagai program pertama pengembangan sepakbola untuk mendukung gaya hidup aktif dan sehat sejak tahun 2011.

Melanjutkan komitmen tersebut, Coke Kicks kembali digelar di Lapang Perumnas Martubung, Medan Labuan, Sabtu (18/4) dan Minggu (19/4) kemarin.

Medan merupakan yang kedua dari sepuluh kota di mana Coke Kicks akan berlangsung sepanjang tahun 2015. Di tahun kelima penyelenggaraannya, program pelatihan sepakbola ini akan diberikan kepada 1.152 tunas bangsa dan 72 orang pelatih.

Tidak kurang dari 128 anak tampak antusias menghadiri pelatihan sepakbola yang diberikan oleh para pelatih dari Asian Soccer Academy (ASA) Foundation, mitra CCAI sejak pertamakali Coke Kicks digelar. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana Coke Kicks dilaksanakan selama satu hari penuh, tahun 2015 ini Coke Kicks akan dilaksanakan selama dua hari dan semakin seru dengan adanya pemilihan empat orang pemain terbaik, satu orang pemain terbaik dari yang terbaik, satu tim terbaik, dan satu orang pencetak gol terbanyak.

Tidak hanya mengembangkan kemampuan bermain sepakbola pada anak, Coke Kicks juga memiliki sesi “Train the Trainer” di mana para pelatih lokal diberi pendidikan agar dapat memberikan pelatihan yang lebih memadai lagi kepada peserta didiknya.

“Coke Kicks menyediakan sesi khusus bagi pelatih lokal karena mereka memainkan peran penting untuk menciptakan masa depan sepakbola Indonesia yang lebih baik dan lebih berkualitas,” ujar Le Hawkins, Direktur ASA yang juga mantan pemain sepak bola Inggris.

Sebagai bagian dari program pengembangan masyarakat,diharapkan pelatihan Coke Kicks tahun ini dapat meningkatkan minat, keseriusan, semangat dan keyakinan anak anak Indonesia untuk bekerja keras menggapai mimpi.

“Coke Kicks merupakan salah satu bentuk dari komitmen Coca-Cola Amatil Indonesia dalam mendukung pengembangan bakat pada bidang sepakbola di Indonesia. Sebelum bicara mengenai kompetensi, membentuk kebiasaan bermain dan berlatih sepakbola yang tepat juga sangat berperan dalam usaha menumbuhkan bakat bakat di masa depan.

Kami berharap bahwa dengan turut berpartisipasi dalam Coke Kicks, anak-anak Indonesia dan para pelatihnya dapat terbantu untuk berkembang dan bermain sepakbola dengan cara yang lebih profesional,” ujar Kristy Nelwan, Head of Corporate Communications, Coca-Cola Amatil Indonesia. (rls/data2)

iklan

Kementan Optimis Surplus Beras Akhir 2015

Ilustrasi (foto: Ist)

JAKARTA, WOL – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia mencapai surplus produksi beras pada akhir 2015 dengan program upaya khusus untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan (UPSUS).

Amran Sulaiman dalam siaran pernya menjelaskan, bahwa dalam lima bulan pelaksanaannya, Program UPSUS berhasil mendorong petani untuk meningkatkan produksi tanaman pangan.

Kenaikan tersebut diperoleh melalui percepatan waktu tanam, peningkatan produktivitas pertanaman, penggunaan irigasi efektif dan efisien, peningkatan penggunaan alat dan mesin pertanian, serta peningkatan index pertanaman.

Di samping itu, Andi Amran Sulaiman mengatakan pentingnya pencapaian swasembada pangan berkelanjutan sebagai strategi utama untuk menjamin ketahanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menteri juga menetapkan target surplus beras dan swasembada jagung akan terwujud tiga tahun masa jabatannya kendati target tersebut tidak mudah tercapai.

Amran Sulaiman menjelaskan kendala utama adalah tingginya konversi dan fragmentasi lahan pertanian, kerusakan saluran irigasi, penurunan jumlah petani, kehilangan hasil pascapanen, pasokan pupuk dan benih, terbatasnya sumber pembiayaan, dan tidak stabilnya harga produk pertanian selama musim panen. (antara, data2)

iklan

KPU Medan Rekrut 558 petugas PPK-PPS

WOL Photo

MEDAN. WOL – Komisi Pemilihan Umum Kota Medan memulai proses perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara untuk menyukseskan pemilihan kepala daerah.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan Pandapotan Tamba di Medan, akhir pekan mengatakan, perekrutan secara terbuka itu dimulai dari 19 April hingga 18 Mei 2015.

Perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 21 kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 151 kelurahan tersebut dilakukan setelah disahkanya tiga Peraturan KPU yang berkaitan dengan petunjuk teknis dalam penyelenggaraan pilkada.

Masyarakat dan pegiat demokrasi yang berminat untuk menyukseskan pilkada tersebut dapat mendaftarkan diri di kantor KPU Kota Medan di Jalan Kejaksaan nomor 37 Medan.

Sesuai dengan Pasal 8 Peraturan KPU nomor 3 tahun 2015 tentang Tata Kerja PPK dan PPS, calon Yang direkrut itu harus berusia minimal 25 tahun, memiliki integritas, dan bukan anggota parpol tertentu.

Calon PPK dan PPS tersebut juga harus bertempat tinggal sesuai KTP, berpendidikan minimal SLTA sederajat, tidak pernah dipidana penjara dengan ancaman hukuman lima tahun penjara, dan belum pernah menduduki posisi sebagai PPK dan PPS sebanyak dua kali.

Secara keseluruhan, petugas yang akan direkrut tersebut sebanyak 558 orang yang terdiri dari 105 PPK (lima orang per kecamatan) dan 453 PPS (tiga orang per kelurahan).

Sesuai dengan Peraturan KPU nomor 2 tahun 2015 ttg Tahapan dan Jadwal Pilkada, KPU Kota Medan akan melantik PPK terpilih pada 17 Mei 2015.

Sedangkan calon PPS terpilih akan dilantik pada 18 Mei 2015, kata Pandapotan.

Ia menjelaskan, pelarangan untuk merekrut PPK dan PPS yang pernah menjalankan tugas serupa sebanyak dua kali tersebut merupakan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan KPU.

Aturan tersebut dinilai akan membawa pengaruh positif bagi penyelenggaraan pilkada karena umumnya wajah baru sehingga diharapkan dapat menghasilkan pilkada yang lebih berkualitas. (antara/data2)

iklan

Sumut Penghasil Kedelai Terbesar di Sumatera

Istimewa

MEDAN, WOL – Dinas Pertanian Sumatera Utara menyebutkan target produksi kedelai di Sumatera Utara (Sumut) tahun ini termasuk yang terbesar di Sumatera.

“Dari empat provinsi yang di bawah Kodam I/Bukit Barisan yakni Sumut, Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat misalnya, produksi kedelai Sumut yang ditargetkan paling besar dalam upaya mendorong swasembada pangan nasional 2017,” kata Kepala Dinas Pertanian Sumut, M Roem di Medan, akhir pekan.

Produksi kedelai Sumut pada 2015 ditargetkan Pemerintah sebesar  11.729 ton dari luas panen 10.866 hektare.

Angka itu naik cukup besar dari 2014 yang masih 4.680 ton dari luas panen 4.363 hektare.

Sedangkan Riau hanya 5.653 ton dari luas panen 5.234 hektare.

Adapun Sumatera Barat (Sumbar) dan Kepulauan Riau lebih kecil lagi, katanya tanpa merinci angka.

Target yang naik cukup signifikan tersebut dan naik lagi hingga  2017 membuat Sumut harus kerja keras.

Pada 2016 dan 2017 produksi kedelai Sumut ditargetkan masing-masing sudah mencapai 15.894 ton dan 16.569 ton.

Apalagi, ujar Roem,  meski naik terus, produksi kedelai Sumut masih belum bisa memenuhi kebutuhan daerah itu yang sudah 58.142 ton per tahun.

“Perlu kerja keras untuk merealisasikannya. Selain untuk kebutuhan daerah sendiri juga diharapkan bisa menyumbang keperluan nasional terkait program swasembada pangan 2017,” katanya.

Selain melakukan pemberian benih unggul dan terkait lainnya, Distan juga melakukan pendampingan agar produksi sesuai harapan. (antara/data2)

iklan

Tgk Faisal Ali Kembali Pimpin PWNU Aceh

BANDA ACEH, WOL – Tgk Faisal Ali kembali pimpin Nahdlatul Ulama Provinsi Aceh, setelah terpilih secara aklamasi  dalam konferensi wilayah (Konferwil) XIII PWNU Aceh yang berlangsung 17-19 April 2015 di Asrama Haji Banda Aceh.

Ketua Panitia Konferwil XIII PWNU Aceh, H Ibnu Sa’dan di Banda Aceh, malam tadi mengatakan, secara aklamasi peserta musyawarah memilih Tgk Faisal Ali. Adapun yang memimpin Rais Syuriah PWNU Aceh terpilih adalah Tgk. H. Nuruzzahri Yahya (Waled Nu).
Konferwil tersebut dibuka Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr Said Aqil Siradj pada, Jumat (17/4) malam dan turut dihadiri Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

Konferensi XIII PWNU Aceh ditutup secara resmi oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Ja’far pada Minggu (19/4) sore. (antara/data2)

iklan

Sebaiknya Jokowi Punya Juru Bicara

WOL Photo

JAKARTA, WOL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta membentuk satu unit khusus untuk menjadi juru bicara presiden. Hal ini bertujuan agar komunikasi publik bisa terbangun dengan baik.

“Pemerintahan Jokowi-JK sebaiknya membangun komunikasi ke publik yang efektif,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Institute, Hanta Yuda AR, di Jakarta, Minggu (19/4).

Hanta mengatakan bahwa Jokowi bisa membentuk unit sebagai jubir kepresidenan, bisa berupa staf kepresidenan maupun menteri.

Dia pun membandingkan pemerintahan Jokowi dengan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketika menjabat sebagai Presiden, SBY dinilai jarang tersentuh publik.

Kata Hanta, yang sering menjelaskan kebijakan publik adalah juru bicara presiden dan para menterinya. Mereka aktif menyampaikan kebijakan pemerintah langsung ke publik.

Sedangkan pemerintahan Jokowi, para menteri terlihat kurang menyampaikan kebijakan publik. Contohnya disebutkan Hanta, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kenaikan harga bahan pokok.

“Kalau sekarang, sebaliknya. Menterinya yang jarang bicara. Yang jadi bemper malah Presidennya. Karena itu strategi komunikasi perlu diperbaiki,” kata dia.

Selain itu, Hanta juga menyarankan agar mantan Wali Kota Solo ini juga memperbaiki komunikasi politik. “Legitimasi pemerintah tergantung komunikasi kepada politik secara horizontal dan ke publik secara vertikal,” kata dia. (viva/data2)

iklan

Dianiaya, Pencuri Malah Lapor Polisi

WOL Photo/Ilustrasi

MEDAN, WOL– Dua pencuri periuk termasuk penadah, Erlangga (32) warga Pasar 3, Datuk Kabu, Gang Kesatria Garapan dan temannya, Torang (30) warga Jalan Jermal 4, Kecamatan Medan Area melapor balik ke polisi dalam kasus penganiayaan.

Ceritanya, keduanya mencuri kompor dan peralatan dapur milik Sarmah,60, warga Pasar 3, Datuk Kabu, Tanah Garapan, Sabtu lalu. Keduanya kemudian ditangkap keluarga korban, Minggu (19/4) dan kemudian dipukuli hingga babak belur.

Keterangan dihimpun menyebutkan, pencurian yang dilakukan kedua tersangka berawal, Sabtu (18/4) malam.  Kedua pelaku yang perlu uang buat membayar kost melakukan sasaran pencurian dengan cara mencongkel pintu belakang rumah korban dan mengutilin kompor, teplon, kursi serta peralatan dapur untuk dijadikan modal uang.

Paginya, korban terbangun dari tidur dan terkejut melihat se dapur rumahnya sudah diacak-acak pelaku. Terlebih melihat alat dapurnya sudah berkurang dan menghilang.

Penasaran, lalu korban memberitahukan hal ini kepada anaknya dan keluarganya seorang Brimob. Dari laporan orang tuanya, anak korban dan keluarganya curiga melihat kedua pelaku yang dikenal pencuri dikampung tersebut.

Anak korban, Ayub dan keluarganya lalu mengintrogasi keduanya. Saat dimintai keterangan, akhirnya kedua pelaku mengaku telah mengambil barang-barang dapur milik orang korban.

Mendengar pengakuan keduanya, warga setempat dan keluarga korban lantas emosi lalu memukuli keduanya hingga sampai babak belur. Puas memukuli keduanya, dengan kondisi babak belur kedua tersangka kemudian dibawa ke Polsek Percut guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Saat diintrogasi, keduanya mengaku melakukan pencurian itu dengan cara mencongkel pintu belakang rumah korban. Setelah pintu terbuka, kedua tersangka lalu mengambil barang-barang yang ada di dalam rumah korban.

Setelah berhasil mencuri dirumah korbannya, kedua pelaku menitipkan barang curiannnya tersebut dirumah kakak tersangka, Torang yang berada dikawasan Jermal dan nantinya akan dijual.

“Cuma kompor dan kuali yang kami ambil. Itupun belum kami jual, masih kami titipkan. Buat tambahan bayar kost uangnya. Tapi kami dipukuli disitu bang,” kata keduanya menahan sakit.

Di kantor polisi, terlihat keluarga pelaku bernama, Rahmat (54) merasa tak senang dengan perakukan keluarga korban yang tega memukuli anaknya hingga babak belur. Dengan itu, keluarga pelaku mengaku akan melaporkan pemukulan itu ke Propam Polresta Medan.

Bentuk tak terimanya itu ternyata bukan gertakan, Rahmat secara resmi melaporkan penganiayaan yang dilakukan keluarga korban terhadap anaknya, Erlangga.

“Udah ku laporkan ke Polsek ini masalah penganiayaannya. Besok mau kami laporkan juga ke Propam Polres atau Poldasu. Ada juga keluarga kami disana. Anakku diambil dari rumah dan udah ngaku, tapi ada keluarga korban yang oknum Brimob itu main pukul aja. Kubelikan 10 kuali pun gak apa-apa untuk ganti kerugiannya,” ucap Rahmat.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Ronald Sipayung, SH SiK MH membenarkan telah diamankan dua orang pencuri peralatan dapur. “Benar, tadi ada diamakan 2 orang pelaku pencuri peralatan dapur. Sekarang masih diperiksa di ruangan Juper. Mengenai laporan keluarga tersangka yang merasa tak senang, juga benar adanya,” tukasnya. (wol/lihavez/data2)

iklan

Jokowi-JK Dinilai Tidak Saling Mengisi

setkab.go.id

JAKARTA, WOL – Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah berjalan hampir enam bulan. Dalam perjalanannya, keduanya dianggap tidak kompak dalam memimpin negara.

Ada beberapa kebijakan yang menunjukkan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) seperti tidak saling mengisi.

Menurut pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, seharusnya JK bisa melengkapi Jokowi, terutama dalam berkomunikasi dengan para menteri.

‎”Pak JK yang digadang mampu (mendampingi Jokowi) malah terkesan tak saling mengisi, tak saling melengkapi Jokowi.‎ Hal ini menjadikan pemerintah baru kurang terukur, (terkait) kenaikan BBM, gas,” ujar tutur Zuhro dalam diskusi bertema Evaluasi Enam Bulan Pemerintahan Jokowi di Sekretariat Perhimpunan Gerakan Keadilan di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/4).

Selama pemerintahan Jokowi-JK, harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami naik turun, kemudian harga beras juga sempat melonjak. Bahkan Jokowi sempat mengakui dirinya tidak mendapatkan laporan mengenai harga beras.

Kontroversi tentang kebijakan pemerintah juga muncul dalam polemik pemberian uang muka untuk membeli mobil pejabat. Jokowi juga mengaku tidak mengetahui secara detail tentang kebijakan itu.

Dia mengharapkan Jokowi mengambil sikap tegas dalam memimpin pemerintahan. Adapun caranya dengan senantiasa berpihak kepentingan rakyat. Jangan justru membuat  kebijakan yang membuat masyarakat menjadi bingung.

“Ini semua menunjukan kontroversi yang membuat rakyat makin susah. Masyarakat menjadi gundah gulana. Rakyat harus kembali diberikan kepercayaan bahwa Jokowi mampu membangun Indonesia,” tuturnya. (sindonews/data2)

iklan