Beranda blog

Pemprovsu Lakukan Berbagai Upaya Maksimalkan Realisasi APBD

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terus melakukan berbagai upaya percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020. Hal ini penting dalam upaya percepatan pembangunan daerah dan penanganan pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumut Ismael Sinaga, usai mengikuti Pengarahan Pencapaian Target Realisasi APBD Tahun 2020 oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara virtual, Senin (8/10).

Rapat koordinasi juga diikuti oleh Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi dari Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jalan Jenderal Sudirman Medan. Upaya yang dilakukan Pemprovsu, antara lain mengoptimalkan pelayanan berbasis daring.

“Jadi kita memang harapkan pada masa pandemi ini, pemerintah baik itu provinsi maupun kabupaten/kota, mencari cara bagaimana supaya pendapatan daerah bisa kita dimaksimalkan, antara lain dengan mengoptimalkan pelayanan atau pendapatan daerah berbasis daring,” kata Ismael.

Dari sisi belanja daerah, kata Ismael, Gubsu memberi arahan agar kegiatan Pemprovsu di tahun 2020 dilakukan percepatan. Dengan demikian, bisa menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi Sumut di kuartal III.

Sebagai informasi, realisasi APBD Sumut hingga Juli 2020 berada pada angka positif. Total pendapatan mencapai Rp5.706.306.661.542 atau 43,81% dan total belanja mencapai Rp4.477.277.638.345 atau 34,02%. Namun, Ismael mengatakan kendala yang memengaruhi realisasi APBD adalah pandemi Covid-19.

“Covid-19 itu berpengaruh dari sisi pendapatan, misalnya saja penerimaan kita itu kan dari SAMSAT. Pada awal pandemi ada SAMSAT di beberapa titik yang kurang intensitasnya guna menghindari terjadi kerumunan, tapi saat adaptasi baru ini sudah kita mulai buka dengan protokol kesehatan,” kata Ismael.

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemungutan PAD bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Menurutnya, hal tersebut bisa meningkatkan percepatan penyerapan pendapatan dan belanja daerah.

Beberapa strategi lain di antaranya intensifikasi dan ekstensifikasi sumber pendapatan yang memperhatikan aspek legalitas, keadilan, kepentingan umum, karakteristik daerah, dan kemampuan masyarakat. Lalu, koordinasi sinergis di bidang pendapatan daerah dengan pemerintah dan pemegang kebijakan dan meningkatkan kinerja BUMD dalam upaya optimalisasi kontribusi.

Tito mengatakan pemenuhan target realisasi APBD dilakukan guna mendukung pemulihan ekonomi. Menurut Tito, belanja pemerintah daerah adalah salah satu sumber pemulihan ekonomi.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan sosialisasi Gerakan Bersama Memakai Masker (GEBRAK PKK). Kata Ketua Umum PKK Tri Suswati mengharapkan sinergi TP PKK daerah maupun pemda untuk menjalankan gerakan memutus penyebaran penularan Covid-19 di Indonesia tersebut. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Advertisement

Kasihan MU Kena PHP, Sancho Tetap di Dortmund

Foto: epa

DORTMUND, Waspada.co.id – Borussia Dortmund memastikan Jadon Sancho bertahan musim depan sekaligus mengakhiri rumor bakal hengkang ke Manchester United. MU memang gencar mengejar Sancho dan sempat dikabarkan sudah sudah mencapai kesepakatan pribadi.

Kesepakatan itu meliputi gaji Sancho senilai 340 ribu pounds per pekan atau sekira Rp6,5 miliar, tertinggi kedua setelah David de Gea, jersey bernomor punggung 7, dan status starter. Kontrak hingga 2025 sudah dipersiapkan untuk Sancho agar mau pindah ke Old Trafford.

Sayangnya, Setan Merah belum bisa memenuhi permintaan 108,5 juta pounds yang dipatok Dortmund. Pasalnya, MU cuma berani membayar uang muka 70 juta pounds dengan sisa dicicil selama tiga musim.

Hingga deadline Senin (10/8) malam, MU dan Dortmund belum mencapai kata sepakat. Alhasil, Die Borussen memastikan winger Timnas Inggris tersebut tidak akan meninggalkan Signal Iduna Park musim ini.

“Kami sudah merencanakan Jadon Sancho tetap ada di tim musim ini, keputusan itu sudah final,” ujar Direktur Olahraga Dortmund, Michael Zorc.

“Saya rasa itu sudah menjawab semua pertanyaan Anda,” sambungnya menegaskan.

Di tim senior, Sancho sudah bermain 99 kali dengan catatan 34 gol dari 99 penampilan di seluruh kompetisi. (wol/aa/sky/data3)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Advertisement

Dukcapil Madina Bagikan 1.836 KTP-E Ke Warga MBG

WOL Photo

MUARA BATANG GADIS, Waspada.co.id – Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ridwan Nasution SSos, membagikan 1.836 e-KTP dan kelengkapan dokumen lainnya kepada warga di Kecamatan Muara Batang Gadis, Senin (10/8).

Ridwan mengatakan dokumen kependudukan sangat penting bagi warga dan pihaknya pun akan tetap selalu melayani. Selain 1.836 e-KTP, pihaknya juga membagikan 152 Kartu Keluarga dan 188 Akta Kelahiran.

Ridwan juga meminta kepada para kepala desa di kecamatan itu untuk mendata kembali warganya yang belum memiliki kelengkapan administrasi. Camat Muara Batang Gadis, Edi Ihsan Lubis, mengucapkan rasa terima kasihnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Dinas Kependudukan karena telah datang langsung memberikan pelayanan,” ujarnya.

“Selama ini, warga kami merasa kesulitan karena jarak tempuh Kecamatan Muara Batang Gadis ke Panyabungan lumayan jauh,” pungkasnya. (wol/wang/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Advertisement

HIPMI Deliserdang Gelar Rakercab dan Diklat

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Deliserdang menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) masa bakti 2018-2021 di Auditorium Kampus Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, baru-baru ini.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar ini turut dirangkai dengan pendidikan dan pelatihan (diklat) cabang tentang bela negara bersama Kodim 02/04 DS. Dalam sambutannya, Ali Yusuf mengharapkan wirausahawan muda Deliserdang tetap bisa eksis dengan terus melakukan terobosan di sektor ekonomi kreatif milenial.

Pada kesempatan itu, Ketua BPD HIPMI Sumut Mazz Reza Pranata SE mengajak seluruh pengusaha muda agar tetap semangat dan pantang menyerah di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Karena motto HIPMI adalah pengusaha-pejuang, pejuang-pengusaha yang harus tetap melekat di sanubari seluruh pengusaha muda,” katanya.

Ketua BPC HIPMI Deliserdang, Fachrul Adli Siregar, meyakini pihaknya akan mampu membangkitkan semangat pengusaha wirausaha muda dengan melakukan segala terobosan di bidang pengembangan ekonomi pada era adaptasi kebiasaan baru ini.

Adapun materi diklat yang diikuti 30 pengusaha ini meliputi tentang ekonomi perbankan dengan menghadirkan narasumber Kepala Cabang BRI Lubukpakam, Marolop Six Mayer Sinaga.

“Materi bela negara disampaikan oleh perwakilan kodim 02/04 DS Kapt Inf Sucipto, sedangkan pelatihan kehimpian disampaikan dari BPD HIPMI pusat,” tambah Ketua Panpel Rakercab dan Diklatcab Dedi Murfhi Nauli Siregar SSos. (wol/ril/data3)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Advertisement

Pemprovsu Tegas Soal Netralitas ASN Jelang Pilkada

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mendesak Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap netral jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Hal ini dilakukan demi menciptakan Pilkada yang demokratis sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Di Sumut sendiri, ada 23 kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020. Melalui Surat Edaran (SE) Pemprovsu meminta kepada seluruh ASN tidak ikut terlibat politik jelang Pilkada.

“Pemprovsu memiliki tugas pengawasan, monitoring, dan pembinaan kepada kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada. Kita sudah mengeluarkan surat edaran agar ASN tidak terlibat secara politik di Pilkada. Selain itu, kita juga mengeluarkan surat edaran agar pemimpin daerah tidak memanfaatkan bantuan sosial untuk kampanye,” kata Kabag Penataan dan Pendapatan Daerah Biro Otda dan Kerja Sama Setdaprov Sumut, Ahmad Rasyid Ritonga, Senin (10/8).

Pemerintah sendiri memiliki sanksi tegas terkait netralitas ASN di Pilkada. Berdasarkan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, hukuman bagi pelanggar netralitas ASN dimulai dari teguran tertulis hingga pemecatan tidak hormat.

“Terkait sanksi kita berpedoman pada PP Nomor 53 terkait Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Secara berjenjang akan kita lihat pelanggaran yang dilakukan, melihat tingkat kesalahannya. Sanksinya dari teguran tertulis hingga pemberhentian tidak hormat. Jadi, ASN tidak boleh main-main,” kata Rasyid.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan sampai saat ini masih ada ASN yang terlibat politik jelang Pilkada. Begitu juga dengan kepala daerah, masih ada yang memanfaatkan ASN untuk membantunya menang Pilkada.

Penyebab terjadinya pelanggaran netralitas menurut hasil survei Bidang Pengkajian dan Pengembangan Sistem, KASN tahun 2018 yang terbesar adalah motif mendapatkan jabatan, materi dan proyek (43,45%), sedangkan penyebab lainnya seperti adanya hubungan kekeluargaan (15,4%), tidak paham regulasi (12,1%) dan intervensi 7,7%. Selain itu juga karena kurangnya integritas ASN (5,5%), tidak netral dianggap lumrah (4,9%) dan sanksi lemah (2,7%).

“Itu masih ada saja sampai saat ini, berbondong-bondong menjadi tim sukses dan bila menang berharap mendapat jabatan. Jangan sampai ASN terlibat jadi tim sukses karena itu membuat Pilkada tidak demokratis dan tidak adil,” kata Tjahjo.

“Top lima jabatan ASN yang melanggar itu jabatan pimpinan tinggi (27,6%), fungsional (25,4%), administrator (14,3%), pelaksana (12,7%), camat/lurah (9%). Jadi, ini perlu kita waspadai bersama,” terang Komisioner KASN Bidang Nilai Dasar Kode Etik Kode Prilaku dan Netralitas, Arie Budhiman.

Kepala Bawaslu RI, Abhan, berharap lembaga-lembaga negara dan masyarakat semakin ketat mengawasi tindak-tanduk kepala daerah dan ASN menjelang Pilkada, agar tidak terjadi kecurangan. Menurutnya, Pilkada yang demokratis akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan pemerintahan yang lebih baik lagi.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Advertisement

Sah! Rekomendasi PDIP Bobby Berpasangan Dengan Aulia Rachman

Ketua Komisi II DPRD Medan, Aulia Rachman (WOL Photo)

MEDAN, Waspada.co.id – Meskipun banyak publik maupun politisi bertanya-tanya siapa bakal calon pendamping Bobby Nasution di Pilkada Medan 9 Desember 2020 mendatang, namun sudah santer beredar bahwa rekomendasi tersebut jatuh pada politisi muda dari Partai Gerindra, Aulia Rachman.

Salah seorang sumber yang dapat dipercaya kepada Waspada Online mengatakan, kalau besok Partai Gerindra akan menjemput rekomendasi di DPC PDIP Kota Medan untuk Aulia Rachman. Sumber menyebut, penjemputan rekomendasi itu akan berlangsung pagi hari.

“Besok pagi rencananya kita jemput rekomendasi Wakil Wali Kota Medan untuk Aulia Rachman besok pagi di kantor DPC PDIP Medan bang,” katanya, Senin (10/8).

Pada berita sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan PDIP akan mengumumkan pasangan yang akan diusung pada 13 daerah, termasuk Kota Medan.

Di Kota Medan, PDIP akan menjawab teka-teki siapa yang akan mendampingi Bobby Nasution yang selama ini gencar disebut-sebut akan mendapatkan rekomendasi.

“Untuk Bobby nantinya saya kira, akan didampingi sosok kader muda dari Partai Gerindra,” ujar Djarot dalam keterangan pers yang dirilis.

Ketua DPC PDIP Hasyim SE yang ditemui Waspada Online selepas menghadiri rapat KUA-PPAS Tahun Anggaran 2020 di gedung DPRD Medan enggan berkomentar perihal isu Aulia Rachman yang bakal mendampingi Bobby Nasution. Karena menurutnya, keputusan itu akan diterangkan secara terang benderang besok pagi. “Besok lah kita lihat ya, saya belum mau berkomentar soal ini,” ujarnya.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Advertisement

GTPP Covid-19 Membenarkan Puluhan Pegawai Rs Haji Terpapar Covid-19

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dr Aris Yudhariansyah, membenarkan bahwa ada pegawai Rumah Sakit Haji yang terpapar Covid-19.

Informasi yang diterima Waspada Online dari Jubir Gugus Covid-19 Sumut itu, berbeda dari informasi yang beredar luas di grup WhatsApp Jurnalis yang menyatakan 30 perawat dan 4 dokter Rs Haji terpapar Covid-19.

Namun, Dr Aris membenarkan adanya yang terpapar di Rs Haji sebanyak 30 orang. “Ya benar” ucap Aris kepada Waspada Online, Senin (10/8).

Aris juga mengatakan bahwa yang terpapar Covid-19 bukan dari kalangan perawat maupun dokter. Namun dari tenaga kesehatan. “Nakes dan adm RS,” ucapnya.

Setelah itu, Aris menjelaskan, untuk 30 pegawai rumah sakit yang terpapar sedang menjalani isolasi mandiri.

GTPP Covid-19 Sumut juga sedang mempertimbangkan status Rs Haji untuk tetap beroperasi atau lockdown.

“Saat ini masih kita pertimbangkan, kemungkinan itu (lockdown),” pungkas Aris.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Advertisement

Polisi Tangkap Terduga Bos Judi Terbesar di Sumut

Ilustrasi WOL

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Cyber Crime Dit Reskrimsus Poldasu menangkap terduga bandar judi terbesar di Sumatera Utara di daerah Kota Tebingtinggi, Senin (10/8).

Diketahui, terduga bos perjudian inisial Aseng Kayu alias Aseng Tebing alias Aseng Dairi ditengarai mengelola perjudian berbagai jenis antara lain, judi jenis tembak ikan, mikey mouse, toto gelap, kim, baik rekap maupun judi bola online. Bahkan, ia diduga bandar judi di daerah Deliserdang, Tebingtinggi, Simalungun, dan Dairi.

Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, ketika dikonfirmasi mengatakan terduga Aseng Dairi masih dalam pemeriksaan.

Ketika ditanya jenis judi yang dikelola Aseng Dairi, mantan Kapolres Nisel itu belum bersedia memberi keterangan.

“Masih diperiksa, petugas masih mengidentifikasi,” sebutnya, Senin (10/8), tanpa menyebut barang bukti apa saja yang disita polisi.

Sementara informasi diperoleh, pria turunan Tionghoa yang mengaku dekat dengan banyak polisi sudah lama menjadi target operasi petugas.

Dia diduga mengelola perjudian sudah beberapa bulan dengan omzet ratusan juta rupiah setiap bulan. Perjudian yang dikelolanya dengan menggunakan gambar Naga.

Konon disebut-sebut, untuk memuluskan usaha perjudian itu, Aseng Dairi diduga menjual nama orang lain dengan menggunakan logo naga.

“Petugas sempat memanggil Aseng Naga karena dikira sebagai pengelola judi berlogo “Naga.” Bahkan polisi sempat terkecoh mengira pemiliknya Aseng Naga dan sempat dipanggil untuk diperiksa,” kata sumber.

Ternyata, setelah diselidiki, pemiliknya hanya jual nama dengan maksud untuk memuluskan usaha perjudian itu karena dia mengetahui kalau Aseng Naga dekat dengan polisi.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Advertisement

Wali Kota Minta Satpol PP dan Dinsos Tertibkan Gepeng di Kota Banda Aceh

Istimewa

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengintruksikan Satpol PP dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banda Aceh untuk menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng) di semua persimpangan dan sudut Kota Banda Aceh.

Hal ini ditegaskan wali kota, Senin (10/8/2020), di Balai Kota menyusul maraknya aktivitas gepeng di Banda Aceh dalam beberapa pekan terakhir.

Keberadaan para gepeng di Banda Aceh, sepertinya tak pernah surut, meski tidak sedikit diantara mereka yang sempat tertangkap.

Para gepeng bahkan tetap leluasa mengemis di persimpangan lampu lalu lintas, pusat perbelanjaaan, kuliner, serta berbagai tempat di sudut kota ini terindikasi mereka dimanfaatkan dan dikoordinir oleh oknum-oknum masyarakat yang memanfaatkan kecacatan mereka dalam mencari keuntungan serta mencari belas kasihan warga.

Tampak juga pemain baru, seperti segerombolan remaja bertatto yang meminta-minta dengan cara memainkan gitar di sejumlah traffic light (lampu lalu lintas) di Pusat Ibu Kota Provinsi Aceh ini.

Aktivitas mereka semakin tidak terkendali dan mulai mengganggu kenyamanan pengunjung serta pengguna jalan, kondisi itu akan muncul kesan yang tidak baik bagi Kota Banda Aceh.

Kondisi tersebut dinilai akan memunculkan kesan tidak baik bagi Kota Gemilang yang seharusnya menjadi barometer bagi 22 kabupaten/kota lainnya di Aceh.

Menyikapi kondisi itu Aminullah Usman, menginstruksikan Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh M Hidayat SSos, bersama anggotanya serta Dinsos yang dipimpin Kabid Rehabilitasi Sosial, TM Syukri SSos MAP untuk bergerak melakukan penertiban semua gepeng di setiap sudut Kota Banda Aceh dan mendata para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) itu.

Sebelumnya, dari penertiban yang dilakukan tim gabungan (Satpol PP dan Dinsos Banda Aceh), ada 10 gepeng yang terjaring dalam penertiban.

Dari jumlah itu ada empat orang merupakan wajah lama yang sudah berulang kali ditangkap, bahkan sudah sering mendapat sosial dari Wali Kota Banda Aceh, karena gepeng dinilai kelompok rentan yang ikut terdampak Covid-19.

Lalu, enam gepeng lainnya yang ikut terjaring merupakan ‘pemain baru’. Malah, sudah mulai ada kegiatan mengamen di beberapa area simpang lampu merah di kota yang berpenduduk kurang lebih 265.111 jiwa ini.

Aminullah menjelaskan, pada penertiban terakhir kali, para gepeng yang terjaring penertiban didominasi warga pendatang, luar Kota Banda Aceh. Mulai dari yang paling muda, berusia 15 tahun sampai yang paling tua berumur 60 tahun ikut diamankan oleh petugas.

“Semua kita bawa ke Rumah Singgah Dinsos di Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa dan disana mereka dibina. Dengan harapan mereka tidak kembali lagi ke jalan,” kata Aminullah.

Ia pun meminta pihak Satpol PP dan Dinsos kota untuk terus melakukan penertiban para gepeng. Karena, aktivitas mengemis di jalan-jalan dan pusat-pusat keramaian dan kuliner memang dilarang. Apalagi aktivitas mereka semakin tidak terkendali dan mulai mengganggu kenyamanan pengunjung serta pengguna jalan, jelasnya.

Kemudian, Aminullah juga meminta kepada warga dan pengguna jalan untuk tidak memberi apapun kepada gepeng.

“Karena, hal tersebut akan membuat mereka manja dan merasa mudah mendapatkan uang. Lalu, para warga dan pengguna jalan juga tidak tahu dampak yang ditimbulkan, baik bagi keselamatan mereka yang mengemis dengan berada di jalan serta memberi kesan tidak baik bagi kota ini,” kata Aminullah. (bandaacehkota/ags/data3)

Advertisement

Semester II 2020, Pelindo I Targetkan Pertumbuhan Peti Kemas dan Penumpang

Foto: Istimewa

Medan, Waspada.co.id – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 yang mengelola pelabuhan di empat provinsi di bagian barat Indonesia yang meliputi: Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau mencatat arus kunjungan kapal sampai dengan semester I tahun 2020 sebanyak 27.404 call atau 77.406.755 GT (Gross Tonnage).

“Selama kurun waktu semester I tahun ini, trafik bongkar muat peti kemas di seluruh pelabuhan yang dikelola Pelindo 1 sebanyak 531.167 box atau setara dengan 647.503 TEUs. Sedangkan untuk bongkar muat barang mencapai 17.842.915 Ton,” terang SVP Sekretariat Perusahaan Pelindo 1, Imron Eryandy.

Sementara itu, untuk segmen layanan penumpang, Pelindo 1 melayani 12.666 call kapal penumpang dengan layanan penumpang internasional sebanyak 2.834 dan layanan penumpang domestik sebanyak 9.832 call. Arus penumpang di seluruh terminal penumpang yang dikelola Pelindo 1 sampai dengan semester I ini mencapai 1.499.453 orang.

Selanjutnya, Imron Eryandy menjelaskan bahwa pada semester II tahun 2020 ini Pelindo 1 menargetkan adanya pertumbuhan arus barang, peti kemas, maupun penumpang seiring dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru dan komitmen pemerintah dalam implementasi penanganan Covid-19 serta upaya penanganan pemulihan ekonomi nasional.

“Kami memproyeksikan pertumbuhan arus barang sampai dengan Desember tahun 2020 naik 1,56 persen dari capaian tahun 2019 yaitu 37,4 juta ton dari 36,8 juta ton pada 2019. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, beberapa program strategis telah disiapkan untuk mendongkrak arus barang dan penumpang yang juga diharapkan dapat memberikan pertumbuhan bagi ekonomi di wilayah operasional Pelindo 1 maupun ekonomi nasional,” terang Imron Eryandy.

Imron Eryandy menyebutkan bahwa upaya tersebut dilakukan melalui relaksasi penumpukan di terminal pelabuhan yang dapat menurunkan biaya logistik. Kebijakan tersebut diharapkan membantu meringankan beban pelanggan.

“Program strategis lainnya dilakukan melalui peningkatan kerja sama dengan mitra untuk memperluas pasar Pelindo 1, secara khusus di wilayah Pelindo 1 merupakan wilayah dengan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan Terminal Khusus (Tersus) terbesar di Indonesia untuk marine service. Begitu juga untuk kerja sama dalam bongkar muat curah kering, cair, dan general cargo dengan mitra baru dalam menambah pertumbuhan arus barang di pelabuhan yang dikelola Pelindo 1. Sebagai contoh, kerja sama mitra pemanfaatan dan pengoperasian Terminal Curah Kering di Pelabuhan Belawan,” jelas Imron Eryandy.

Program untuk peningkatan arus penumpang dilakukan dengan kerja sama terpadu antara Pelindo 1 dengan BUMN lain seperti: Damri dan Pelni. Selain itu, tentunya Pelindo 1 terus meningkatkan pelayanan prima salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di terminal penumpang, dan di semua lini bisnisnya selama adaptasi kebiasaan baru. (Wol/rls/data3)

Advertisement