Beranda blog

Gerindra Minta Jatah Wakil, Syarat Dukung Bobby Nasution di Pilkada Medan

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani (Foto: Okezone)
agregasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Partai Gerindra belum memutuskan dukungannya terhadap menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bobby Nasution di Pilkada Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Pada dasarnya, Gerindra berkeinginan mendukung Bobby, hanya saja Gerindra mengajukan syarat untuk dukungan tersebut yakni, wakilnya berasal dari Gerindra.

“Pak Bobby? Iya arahannya agak ke sana tetapi kita ingin agar wakilnya Bobby itu Gerindra,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani kepada wartawan di Kantor DPP Partai Gerindra, Senin (3/8/2020).

Muzani menjelaskan, alasannya karena Gerindra memiliki kursi yang cukup besar di Medan yakni 10 kursi. Sehingga, Gerindra berhadap bahwa Bobby bisa mengambil kader Gerindra untuk dijadikan wakilnya untuk maju di Pilkada kota Medan.

“Karena kita cukup besar 10 kursi sehingga, Bobby bisa mengambil kader Gerindra untuk menjadi wakil wali kota di kota Medan,” terangnya.

Karena itu, Wakil Ketua MPR ini mengharapkan bahwa syarat dari Gerindra ini tidak menjadi masalah sehingga, kader Gerindra bisa dipasangkan dengan Bobby di pilkada kota Medan. Dan Gerindra bisa segera mengajukan nama yang akan dipasangan dengan Bobby tersebut.

Adapun calon wakil Bobby, Muzani mengatakan bahwa pihaknya masih sedang mempertimbangkan nama yang akan diusung bersama suami Kahiyang Ayu itu bahkan, dia mengklaim bahwa Bobby tidak keberatan dengan syarat itu.

“Ada sedang yang terus dipertimvangkan. Kami juga mengajukan nama kepada Bobby dan sepertinya Bobby tidak keberatan dengan nama itu,” klaimnya.

Soal berapa nama yang diajukan, anggota Komisi I DPR ini hanya menyebut minimal satu. Dia menegaskan bahwa intinya nama itu akan diumumkan langsung oleg Prabowo Subianto pada waktunya nanti.

“Ya nanti akan diumumkan oleh Pak Prabowo, saya enggak akan mengumumkan,” pungkas Muzani.

Advertisement

IDI Sumut: Jumlah Dokter Tak Sebanding Dengan Banyaknya Pasien Covid-19

Foto: Ketua IDI Sumut, dr Edy Ardiansyah Sp.OG (WOL Photo)

Dokter Ahli Meninggal Terus Bertambah Tangani Covid-19

MEDAN, Waspada.co.id – Meninggalnya dr Andhika Kesuma Putra terkonfirmasi akibat Covid-19, menambah catatan jumlah tenaga dokter yang meninggal selama pandemi selama wabah mematikan tersebut.

Ketua IDI Sumut, dr Edy Ardiansyah Sp.OG, mengatakan bertambahnya jumlah dokter yang meninggal dunia selama menjalankan tugas, disebabkan tidak sebandingnya jumlah pasien yang terus bertambah dengan tenaga dokter yang menangani pasien Covid-19.

“Selama ini jumlah yang dilayani dan pelayan tidak sebanding dengan beban yang dikerjakan, sehingga beban kerja yang semakin berat membuat tenaga medis tidak bisa memaksimalkan istirahat secara seimbang. Dampak inilah yang membuat rentanya tenaga medis terpapar virus akibat daya tahan tubuh yang kurang istirahat atau lemah,” katanya, Senin (3/8).

Mengenai fasilitas dokter selama menjalankan tugas, lanjut Edy Ardiansyah, alat pelindung diri (APD) yang dipakai dokter sudah sesuai standarisasi protokol kesehatan, hanya saja, sterilisasi virus tidak bisa dijangkau secara pasti. Sehingga, wabah ada di mana saja dan mudah masuk ke dalam tubuh manusia.

“Jadi, kenapa dokter yang menjalankan tugas bisa terapapar, padahal sudah memakai APD. Perlu kita ketahui di rumah sakit yang ada penderita Covid-19, sudah pasti wabah itu sangat mudah menyerang tubuh dokter. Intinya harus ada keseimbangan antara jumlah yang dilayani dengan pelayan,” pungkasnya lagi.

Harapan Ketua IDI Sumut ini, kepada dokter yang menangani pasien Covid-19 untuk tetap kekebalan tubuh dengan menyeimbangi istirahat, kemudian mampu melakukan pendekatan tindakan harus mempunyai protap yang lebih sesuai prosedur protokol kesehatan.

“Kawan – kawan dokter untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang berbeda dengan orang umum sesuai dengan sarana dan prasarana yang ada,” cetusnya. (wol/ril/data3)

Editor: Agus Utama

Advertisement

Aminullah Bekali MES Aceh Barat Perangi Rentenir

foto: istimewa

MEULABOH, Waspada.co.id – Wali Kota Banda Aceh yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh, Aminullah Usman tampil sebagai pembicara pada sebuah acara yang di gelar MES Kabupaten Aceh Barat, Minggu (2/8/2020) malam di Meulaboh.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi ini digelar di Cafe September dan diikuti oleh para pengurus MES Aceh Barat dan akademisi di kabupaten setempat. Acara ini dipandu langsung Ketua MES Aceh Barat, Mawardi Amin. Hadir juga Sekretaris MES Aceh Barat, Rustam Zaini, perwakilan kampus UTU, STAIN Meulaboh dan pihak Bank Aceh Syariah Cabang Meulaboh.

Dalam kesempatan ini, Aminullah menyampaikan strategi-strategi memberangus praktek-praktek rentenir agar mampu melepas masyarakat kecil dari jeratan tengkulak yang ‘menghisap darah’ pelaku usaha kecil.

Mantan Dirut Bank Aceh ini kemudian berbagi pengalaman dari keberhasilannya memerangi rentenir di Banda Aceh. Bahkan ide brilian dan kiprahnya itu telah ditulis dalam sebuah buku ‘Ala Aminullah Perangi Rentenir’.

Katanya, Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), Mahirah Muamalah Syariah (MMS) yang berhasil dibentuk dalam setahun usia ia menjabat sebagai Wali Kota Banda Aceh menjadi salah-satu kunci penting dalam memerdekakan masyarakat Banda Aceh dari ketergantungan kepada rentenir.

“Sejak MMS dibentuk, kita sudah berhasil melepas masyarakat pelaku usaha kecil dari praktek riba,” ujar Aminullah.

”Data per Juli 2020, sudah Rp16 M dana dikucurkan bagi masyarakat yang membutuhkan modal usaha dibantu MMS. Sudah sekitar 2000-an pelaku usaha kecil yang dibantu modal usahanya,” ungkapnya.

Indikator keberhasilan MMS juga bisa dilihat dari persentase ketergantungan pengusaha kecil kepada rentenir, dari 80 persen menjadi 14 persen saja.

Dengan kontribusi MMS pula, UMKM tumbuh subur di Banda Aceh. Data per Mei 2020, jumlahnya mencapai 12.970 unit. Meningkat signifikan jika dibandingkan dengan data tahun 2018 dimana jumlah UMKM waktu itu masih tercatat 10.994 unit.

Lanjut Aminullah, di bawah cengkeraman tengkulak sangat sulit masyakat kecil berkembang karena harus membayar bunga sangat besar. Sementara jika harus meminjam ke bank, sulit terakomodir karena pelaku usaha kecil seperti penjual ikan keliling, nyak-nyak penjual sayur itu hanya butuh modal Rp 500 ribu saja. Mungkin ada beberapa yang butuh sedikit lebih besar, yakni Rp 2 juta, 3 juta hingga 5 juta.

“Namun dengan adanya MMS, mendapatkan modal usaha mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta yang tak ter-cover oleh perbankan bisa dibantu di Mahirah. Karena MMS membuka akses sebesar-besarnya bagi pelaku usaha kecil, yakni UMKM,” ungkap Aminullah.

Kata mantan Dirut Bank Aceh ini, upaya-upaya seperti yang telah dilakukan di Banda Aceh juga bisa dilakukan di Aceh Barat. Meski di Bumi Teuku Umar belum ada lembaga keuangan seperti MMS, tapi peran pengurus MES bisa ditingkatkan dengan gencar melakukan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat.

“Karena rentenir, selain membuat masyarakat kecil sulit lepas dari utang dan riba, juga bertentangan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh,” kata Aminullah yang merupakan kelahiran Seuradeuk, Woyla.

Aminullah optimis, dengan tekad yang kuat, MES Aceh Barat dapat mengadopsi dan menerapkan keberhasilan-keberhasilan yang telah dilakukan di Banda Aceh sehingga bisa melepas ketergantungan masyarakat ‘Bumi Teuku Umar’ dari cengkeraman rentenir. (bandaacehkota/ags/data2)

Advertisement

Kejari Medan Terima SPDP Kasus Prostitusi Artis HH

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Parada Situmorang.

MEDAN, Waspada.co.id – Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Parada Situmorang, menuturkan berkas tersangka berinisial R dalam kasus dugaan prostitusi yang melibatkan artis dengan inisial HH sudah masuk dalam tahap penyidikan.

“Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap tersangka yang berinisial R sudah kita terima dari kepolisian,” ucap Parada, Senin (3/8).

Lebih lanjut, saat ditanya Waspada Online terkait jaksa yang akan menyidangkan perkara ini, Parada belum bisa menjelaskan.

“Belum ada yang ditunjuk sebagai jaksa, karena masih pemberitahuan saja,” ucapnya.

Diketahui, R disangka melakukan tindak pidana perdagangan orang, karena telah menjadi perantara antara mucikari dan pelanggan.(wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Advertisement

Update Covid-19 Indonesia 3 Agustus: Positif 113.134 Orang, 70.237 Sembuh

Ilustrasi (antara)

JAKARTA, Waspada.co.id – Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia secara kumulatif per Senin (3/8) mencapai 113.134 orang. Data tersebut diakses dari situs covid19.go.id per pukul 15.20 WIB.

Dari jumlah kasus positif tersebut, sebanyak 70.237 dinyatakan sembuh dan 5.302 orang lainnya meninggal dunia.

Terjadi pertambahan 1.679 orang positif virus corona dari data kemarin. Sementara itu untuk yang sembuh saat ini 62,1 persen dari total positif, dan meninggal 4,7 persen dari total positif secara nasional.

Per hari ini, Satgas Covid-19 juga mendata jumlah spesimen yang telah diperiksa sejak kemarin adalah 14.728 Sementara itu, jumlah suspek Covid-19 di Indonesia saat ini sebanyak 77.752 orang.

Angka kumulatif Corona di Indonesia hari ini bertambah dari laporan sehari sebelumnya. Per Minggu (2/8) kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 111.455 orang. Dari jumlah kasus positif tersebut, sebanyak 68.975 dinyatakan sembuh dan 5.236 orang lainnya meninggal dunia.

Merujuk data kemarin, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut angka kematian akibat virus corona (Covid-19) di Indonesia 0,8 persen lebih tinggi daripada angka kematian global.

“Kita tahu sampai kemarin dan angka kematian di Indonesia lebih tinggi 0,8 persen daripada kematian global,” ujar Jokowi saat memberikan pengarahan dalam rapat terbatas tentang Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang disiarkan lewat saluran Youtube Sekretariat Presiden, Senin (3/8).

“Ini yang saya kira menjadi PR besar kita bersama,” tambahnya. Di satu sisi, Jokowi mengatakan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 meningkat.

Dari data terakhir, tingkat pasien sembuh mencapai 61,9 persen. “Saya kira juga bagus, terus meningkat angkanya,” katanya.

Jokowi juga mengungkapkan kekhawatiran masyarakat yang semakin tinggi seiring persebaran kasus Covid-19. Ia tak tahu pasti apa penyebabnya. Sejauh ini menduga kekhawatiran itu terjadi lantaran jumlah kasus yang terus bertambah atau masih banyak lapisan masyarakat yang tak patuh terhadap protokol kesehatan.

Oleh karena itu, Jokowi meminta jajarannya mengampanyekan penggunaan masker dalam waktu dua pekan ke depan. Langkah itu diambil lantaran masih banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Nantinya kampanye penggunaan masker akan dilanjut dengan sosialisasi jaga jarak agar masyarakat benar-benar mengingat bahaya penularan Covid-19. (cnnindonesia/ags/data2)

Advertisement

Ini Alasan Gerindra Dukung Gibran

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (Okezone.com/Arif)
agregasi

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra mengkonfirmasi pernyataan dukungan Partai Gerindra Solo terkait dukungan kepada putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming di Pilkada kota Solo tahun ini.

Salah satu alasannya adalah karena Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan menteri di kabinet pemerintahan Jokowi.

“Pertama, kursi kita di Solo tiga, sehingga kita harus menggunakan tiga kursi itu untuk segera mencalonkan itu,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani kepada wartawan di Kantor DPP Partai Gerindra, Senin (3/8/2020).

Kemudian, Muzani melanjutkan, karena Gibran merupakan calon tunggal di Pilkada kota Solo, maka Gerindra mendukung pengusaha kuliner Chili Pari dan Markobar itu.

“Kemudian yang kedua partai, sepertinya di sana calon (tunggal), jadi kita mendukung,” ujarnya.

Selain itu, sambung Wakil Ketua MPR itu, alasan lainnya adalah karena Ketum Gerindra Prabowo Subianto merupakan Menteri Pertahanan (Menhan) di Kabinet Indonesia Maju Jokowi pada periode pemerintahan saat ini. Sehingga, dukungan Gerindra diberikan untuk menjaga hubungan antara keduanya.

“Kemudian tentu saja Pak Prabowo adalah menteri pertahanan yang merupakan yang merupakan menteri dari Pak Jokowi. Jadi saya kira hubungan hubungan itu juga menjadi alasan alasan kita mengambil keputusan itu,” tandasnya.

Advertisement

Pilkada Solo: Gerindra Resmi Ikut Usung Anak Jokowi

foto: istimewa

SEMARANG, Waspada.co.id – Partai Gerindra ikut bergabung dalam gerbong koalisi PDI Perjuangan di Kota Solo yang mengusung putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wali kota di Pilkada Solo 2020.

Dukungan terhadap Gibran dan pasangannya Teguh Prakoso disampaikan secara resmi lewat pemberian rekomendasi yang ditandatangani Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kantor DPD Gerindra Jawa Tengah Jalan Slamet Riyadi Semarang, Senin (3/8) siang.

“Saya sampaikan terima kasih terutama kepada Ketua Umum Gerindra Pak Prabowo Subianto atas dukungannya. Ini menambah kekuatan baru bagi kami untuk membangun Kota Solo lebih baik”, ungkap Gibran usai menerima rekomendasi.

Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah Abdul Wahid menyebut pemberian rekomendasi untuk Gibran telah melalui proses tahapan yang benar-benar matang.

“Kita melewati tahapan proses sebelum memberi rekomendasi. Dari PAC, DPC dibawa ke DPD, kemudian kita godok dan sampaikan kepada DPP yang akhirnya memberikan rekomendasi”, kata Wahid didampingi Sekretaris Sriyanto Saputro.

Selain pasangan Gibran-Teguh di Pilkada Solo, Gerindra juga memberikan rekomendasi kepada 9 Bakal Calon Kepala Daerah lain yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Blora, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Kebumen.

Selain dari PDIP dan Gerindra, Gibran juga mendapat dukungan dari partai lain seperti PAN dan Golkar.

Kursi DPRD Kota Solo sendiri mayoritas dikuasai oleh PDIP. Dari 45 kursi DPRD, PDIP menduduki 30 kursi. Partai-partai lain harus rela berbagi 15 kursi yang disisakan PDIP. Lima kursi untuk PKS, satu kursi untuk PSI, lalu masing-masing tiga kursi untuk Gerindra, PAN, dan Golkar.

Dengan peta kursi dan dukungan tersebut, Gibran berpotensi melawan kotak kosong saat pilkada berlangsung. (cnnindonesia/ags/data2)

Advertisement

Kolaborasi Relawan Bobby dan HIPMI Sumut Bagikan 1.100 Paket Daging Kurban

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Relawan Bobby Nasution (Rebon), Kecamatan Medan Deli, menyembelih lima ekor hewan kurban di Posko Pemenangan Jalan Mangaan I, Lingkungan VIII, Kecamatan Medan Deli, Minggu (2/8).

Dari penyembelihan hewan kurban tersebut, 1.100 paket daging kurban dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan dan terdampak pandemi Covid-19.

Ketua Rebon Medan Deli Ade Prasetyo yang diwakili Wakil Ketua Heri Bolon, menjelaskan kegiatan penyembelihan hewan kurban tersebut, terlaksana hasil Kolaborasi Rebon Medan Deli bersama Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sumatera Utara (HIPMI Sumut).

“Daging kurban kolaborasi Rebon Medan Deli dan HIPMI Sumut akan dibagikan ke 1. 100 masyarakat Medan Deli yang berhak menerima,” katanya, Senin (3/8).

Selain sumbangan dari Bobby Nasution, dan HIPMI Sumut, juga disembelih hewan kurban milik Ketua Rebon Medan Deli Ade Prasetyo dan keluarga.

Paket daging kurban tersebut, lanjut Heri, akan dibagikan door to door, per kelurahan dimonitori Ketua Sekretaris Bendahara (KSB) masing-masing kelurahan. Hal itu dilakukan, agar tidak terjadi kerumunan yang menyalahi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Bang Bobby untuk sumbangan lembunya, dengan berat sekitar 100 kg untuk relawan Rebon,” jelasnya.

Heri berharap, semoga daging kurban hasil kolaborasi Rebon Medan Deli dengan HIPMI Sumut bisa meringankan beban masyarakat dan menjadi berkah.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Sumut, Mazz Reza Pranata, mengungkapkan penyembelihan hewan kurban pada hari kedua tasyrik ini bentuk kepedulian HIPMI Sumut bersama Rebon Medan Deli kepada masyarakat Kota Medan khususnya di Kecamatan Medan Deli yang terdampak Covid-19.

“Kita harapkan ke depan situasi ini semakin membaik Insya Allah dan kepada pemuda-pemuda yang kemarin terdampak PHK segera kita carikan solusi supaya bisa kembali mendapatkan pekerjaan,” pungkasnya. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Advertisement

80 Persen Pelayanan Adminduk Sudah Menggunakan Sistem Online

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang masih menerpa Kota Medan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan, tetap melakukan pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat yang membutuhkannya. Sebab, dokumen kependudukan dan pencatatan sipil sangat diperlukan masyarakat, khususnya dalam rangka mendukung kegiatan sosial ekonomi yang melibatkan masyarakat sehari-harinya.

“Meski di tengah pandemi Covid-19, namun pelayan di Kantor Disdukcapil tetap berjalan seperti biasa guna memenuhi berbagai permohonan pendaftaran dokumen administrasi kependudukan (adminduk) yang diajukan dan dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Kadis Dukcapil Kota Medan, Zulkarnain belum lama ini.

Namun pelayanan yang dilakukan bilang Zulkarnain, tetap mengacu sekaligus berpedoman pada protokol kesehatan sebagai wujud adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Kota Medan. Artinya, seluruh pegawai maupun masyarakat yang datang untuk melakukan pengurusan dokumen kependudukan wajib mematuhi protokol kesehatan, salah satunya harus mengenakan masker.

Lebih jauh, Zulkarnain mengungkapkan saat ini, dalam semester I tahun 2020, Disdukcapil Kota Medan tercatat telah menerbitkan 1.400 dokumen per hari. Dikatakannya, data itu menunjukkan bahwa permohonan pendaftaran adminduk selama masa pandemi Covid-19 relatif tinggi baik itu untuk permohonan E-KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), akta perkawinan, kematian, surat pindah masuk, keluar, dan lain sebagainya.

Terkait itu, guna memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat sekaligus mendukung penerapan AKB lanjut Zulkarnain, Disdukcapil Kota Medan telah menerapkan berbagai langkah strategis guna mewujudkan sistem dan prosedur serta SOP yang mengacu kepada protokol kesehatan yang ditetapkan. Adapun langkah strategis itu salahs atu diantaranya yakni pelayanan adminduk berbasis online system lewat aplikasi SIBISA.

“Melalui aplikasi SIBISA yang dapat didownload langsung masyarakat melalui smartphone, maka masyarakat tidak lagi harus datang ke Kantor Disdukcapil. Dengan begitu pelayanan manual dapat berkurang dan meminimalisir terjadinya kerumunan karena kondisi pandemi saat ini mengharuskan kita melakukan jaga jarak fisik (physical distancing),” jelasnya.

Selain itu bilang Zulkarnain, penggunaan aplikasi untuk pengurusan adminduk juga dimaksudkan agar masyarakat terhindar dari calo.

“Kita juga bermaksud mendorong masyarakat untuk mengurus adminduknya tepat waktu. Yang sangat menggembirakannya lagi, 80 persen pelayanan adminduk sudah dilakukan dengan menggunakan sistem online,” terangnya.

Kemudian imbuh Zulkarnain lagi, Disdukcapil Kota Medan juga memasang berbagai media sosialisasi protokol kesehatan baik yang bersifat indoor, outdoor serta sosialisasi melalui media cetak dan elektronik.

Dijelaskan, media sosialisasi itu berisikan ajakan agar semua yang terlibat dalam proses pelayanan dapat mematuhi protokol kesehatan seperti pemakaian masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak serta tidak memegang benda-benda yang tidak diperlukan di dalam kawasan pelayanan.

“Harapan kita melalui media sosialisasi ini, kawasan Kantor Disdukcapil menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Selain itu papar Zuikarnain, Disdukcapil menyediakan sarana dan prasarana pelayanan yang nyaman, tertib dana aman bagi semua pengunjung sehingga pelayanan seperti halnya pelayanan service dan pendaftaran pendudukan dilakukan dengan duduk bersama-sama antara petugas dan pemohon. Kemudian penyediaan tempat duduk dengan pembatasan, free wi-fi, pendingin ruangan televisi serta berbagai sarana keindahan ruangan.

Guna memberikan kemudahan dan ksederhanaan penyelesaian permohonan pendaftaran penduduk, jelas Zulkarnain, Disdukcapil segera menerapkan Anjungan Dukcapil Mandiri sehingga masyarakat nantinya dapat mencetak sendiri berbagai dokumen kependudukan yang dimohonkan apabila terkonfirmasi telah dapat dicetak dalam Aplikasi Pelayanan.

Di penghujung penjelasannya, Zulkarnain mengungkapkan, Disdukcapil berkomitmen penuh untuk menerapkan Wilayah bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Ditegasknnya, komitmen itu dilakukan guna membangun citra pelayanan public yang semakin berkualitas serta mencerminkankemudahan, kecepatan, kesederhanaan dan ketapatan waktu dalam pelayanan. “Semua ini kita lakukan guna memwujudkan pelayanan yang membahagiakan masyarakat,” pungkasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Advertisement

Kapoldasu Tekankan Penanganan Covid-19

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, membuka Supervisi Operasi Aman Nusa ll dalam rangka penanganan Covid-19 bertempat di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (3/8).

Dalam arahannya, Martuani mengatakan supervisi ini dilaksanakan dalam rangka pengawasan dan pengendalian sekaligus untuk menggali data ataupun membahas apa yang menjadi kendala dalam rangka Operasi Aman Nusa II di wilayah Sumut.

“Ada beberapa daerah di Sumut yang menjadi zona merah. Dengan positif Covid-19 kurang lebih 4.200 dan pasien yang meninggal dunia ada sekitar 180 orang. Bahkan, salah seorang dokter Gugus Tugas Penanganan Covid -19 di Rs Coloumbia meninggal dunia akibat Covid -19. Ini membuktikan bahwa virus ini menyerang semua kalangan,” katanya.

Dalam rangka menangani Covid -19, Martuani menerangkan Polda Sumut turut melaksanakan program pemerintah untuk melaksanakan ketahanan pangan di seluruh daerah di Sumut.

“Begitu juga dengan Kampung Tangguh yang sudah banyak dibentuk di daerah – daerah. Selain itu, Polda Sumut tetap terus mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran protokol kesehatan agar masyarakat tidak lengah walaupun saat ini indonesia memasuki fase adaptasi kehidupan baru,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Supervisi Operasi Aman Nusa II, Brigjen Albert Teddy H Sianipar, mengaku tujuan dilaksanakan supervisi ini untuk mendapatkan data yang lengkap dan akurat.

“Rencananya Ops Aman Nusa II akan berlangsung hingga akhir tahun mengingat saat ini belum ada obatnya,” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Advertisement