MYANMAR, Waspada.co.id – Korban meninggal akibat gempa dahsyat yang mengguncang Myanmar bertambah menjadi 2.719 orang, dengan 4.521 korban luka dan lebih dari 400 lainnya hilang, demikian lapor China Central Television pada Selasa (1/4).
Sebelumnya pada Senin (31/3), kantor berita Xinhua yang mengutip otoritas setempat menyebutkan korban meninggal mencapai 2.000 lebih, dengan sekitar 3.900 korban luka dan 270 lainnya hilang.
Sejumlah pakar menduga angka kematian akan terus bertambah karena diyakini masih banyak korban yang berada di bawah reruntuhan bangunan. Pencarian juga masih terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk dari bantuan negara lain.
Gempa itu menyebabkan banyak bangunan di Myanmar hancur, termasuk kuil dan jembatan warisan kolonial berusia 90 tahun. Sementara itu, kantor berita Anadolu Agency melansir bahwa pada Senin, pemerintah Myanmar mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi jelang akhir pekan lalu.
Bendera nasional negara tersebut dikibarkan setengah tiang sebagai bagian dari masa berkabung. Sejumlah negara seperti Indonesia, Rusia, India, China, Thailand, Uni Emirat Arab serta PBB juga telah mengirim tim khusus pencarian dan penyelamatan selain bantuan kemanusiaan. (wol/lvz/inilah/d2)
Discussion about this post