JAKARTA, Waspada.co.id – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa harga pembelian pemerintah (HPP) beras mengalami penyesuaian. Hal ini sebagai upaya pemerintah agar harga petani tidak merugi dengan harga jual gabah yang rendah.
“Sekarang salah satu yang diminta oleh presiden diselesaikan segera dan sudah selesai adalah mengenai HPP kemudian harga eceran tertinggi (HET),” ujar Arief di Istana Negara, Rabu (15/3).
Untuk HPP gabah kering panen (GKP) di tingkat petani dipatok pada harga Rp5.000 per Kg, kemudian GKP di tingkat penggilingan Rp5.100 per Kg, dan untuk gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan Rp6.200, per kg. Dan, GKG di gudang perum Bulog Rp6.300 per Kg.
Nilai HPP tersebut mengalami kenaikan jika merujuk pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian pemerintah untuk Gabah atau Beras.
Pada peraturan tersebut, HPP untuk GKP di tingkat petani adalah Rp4.200 dan Rp4.250 per Kg di penggilingan. Sedangkan, HPP GKG dipatok Rp 5.250 per Kg di tingkat petani dan Rp5.300 per Kg di penggilingan.
Sementara itu, Arief menambahkan, untuk HET beras di zona 1 yaitu Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi sebesar Rp10.900 per Kg. Sedangkan HET beras zona 2 mencakup Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, NTT, Kalimantan, sebesar Rp11.500 per Kg.
Untuk HET Beras zona 3 mencakup Maluku dan Papua sebesar Rp11.800 per Kg. Kemudian untuk beras premium zona 1 Rp13.900 per Kg, sona 2 Rp14.400 per Kg, dan zona 3 Rp14.800 per Kg.
“Pak Presiden meminta untuk segera diumumkan sedangkan perundangannya dalam proses, sehingga ini bisa dapat diberlakukan segera,” ucapnya.(wol/merdeka/eko/d2)
Discussion about this post