JAKARTA, Waspada.co.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berisiko terkoreksi pada perdagangan Rabu (22/2) di tengah fluktuasi harga komoditas. Namun, ada sejumlah saham yang potensial untuk dikoleksi.
Pada perdaganga kemarin, Selasa (21/2) IHSG ditutup melemah 0,31 persen atau 21,31 poin ke posisi 6.873,40. Sepanjang sesi indeks sempat mencapai level tertinggi di 6.923,67 dan terendah di 6.870,91.
Penurunan IHSG terutama disebabkan oleh melemahnya saham-saham di sektor energi. Sektor ini menutup perdagangan dengan koreksi sebesar 0,87 persen. Kemudian sektor finansial menyusul dengan pelemahan 0,70 persen dan industrial turun 0,48 persen.
Beberapa sektor yang menguat pada penutupan perdagangan adalah transportasi yang melesat 2,31 persen, sektor industri dasar naik 0,69 persen, dan sektor konsumer cyclical naik 0,32 persen dan industri naik 0,82 persen.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya menyampaikan perkembangan pola gerak IHSG saat ini masih terlihat berada dalam rentang sideways. Namun, IHSG masih dibayangi oleh potensi koreksi wajar di tengah fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar rupiah.
“Peluang kenaikan IHSG dalam jangka pendek hingga panjang masih terbuka cukup lebar melihat kondisi fundamental perekonomian yang masih cukup kuat dari data data yang telah terlansir,” jelas William dalam publikasi riset.
Untuk itu, peluang koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan harapan capital gain dalam jangka menengah hingga panjang.
William memprediksi besok IHSG bergerak di rentang 6.852 – 6.988. Rekomendasi saham pilihannya adalah GGRM, BBCA, SMGR, TLKM, BSDE, ASII, HMSP, AKRA. (wol/bisnis/ari/d1)
Discussion about this post