Tren Survei Terjun Bebas, Prabowo Disebut Kena Operasi Politik dan Tak Konsisten

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (Okezone.com/Arif)
Iklan
agregasi

JAKARTA – Nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto semakin ditinggalkan publik. Hal ini terbaca dari sejumlah survei belakangan.

Hasil polling online SINDOnews untuk mencari Calon Presiden 2024 yang yang dilakukan sejak 24 November 2020 lalu hingga penghujung 2020, misalnya, nama Prabowo yang sebelumnya masuk tiga besar setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (37%) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (22%), kini terpental dari lima besar, digeser oleh Wakil Ketua DPR yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (11%).

Menteri Pertahanan ini hanya menempati urutan keenam (4%), jauh di bawah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (8%) serta tokoh politik muda yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 5%.

Potret serupa bisa dilihat dari hasil Survei nasional Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang dirilis pada 29 Desember 2020 lalu, Prabowo semakin ditinggal pendukungnya. Hanya sekitar 50% pemilih Gerindra pada Pileg 2019 yang akan memilih Prabowo seandainya Pilpres dilakukan sekarang. Dan hanya 39% pemilih Prabowo pada Pilpres 2019 yang menyatakan akan memilih Prabowo seandainya Pilpres dilakukan sekarang. Karena itu, Prabowo dinilai sulit untuk sukses maju pada Pilpres 2024.

Bandingkan dengan survei pada Desember 2015, empat tahun menjelang pilpres 2019, survei menunjukkan bahwa suara dukungan terhadap Prabowo mencapai 23.9%. Survei SMRC juga menunjukkan bahwa dari massa pendukung Gerindra, terdapat 13% yang menyatakan memilih Anies Baswedan dan 14% memilih Sandiaga Uno bila pilpres dilakukan saat ini. Di kalangan mereka yang memilih Prabowo pada Pilpres 2019, 18% di antaranya akan memilih Anies sebagai Presiden seandainya Pilpres dilakukan saat ini.

iklan

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin mengatakan, ada beberapa variabel yang membuat tren suara Prabowo terus melorot.

Iklan