Sebut SBY Bapak Mangkrak Indonesia, Guru Besar USU Dilaporkan ke Poldasu

Foto: Istimewa
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Guru besar Universitas Sumatera Utara (USU) Profesor Yusuf L Henuk resmi dilaporkan Partai Demokrat Sumut ke Polda Sumatera Utara.

Prof Yusuf L Henuk dilaporkan dalam dugaan pelanggaran Undang Undang Informasi Transaksi dan Elektronik (ITE) dengan nomor laporan Nomor: STTPL/75/I/2021/SUMUT/SPKT “I”.

Ketua Bakomstra DPP Demokrat, Ossy Dermawan, membenarkan laporan polisi terhadap Prof Yusuf L Henuk, sebab menurutnya, narasi yang disampaikan oleh yang bersangkutan sangat tidak mendidik.

“Narasi yang disampaikan melalui twit-twitnya menurut saya tidak pantas keluar dari seorang akademisi. Substansinya tidak mendidik,” kata Ossy saat dikonfirmasi, Rabu (13/1).

Disebutkan, Profesor Yusuf L Henuk dilaporkan melanggar Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat 3.

iklan

Adapun pelapor merupakan kader Partai Demokrat Kota Medan bernama Subanto, warga Jalan Bilal Ujung, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur.

Lebih lanjut, Ossy menyebutkan, narasi yang disampaikan dinilai tidak bermoral dan mengundang kemarahan para kader Partai Demokrat di Indonesia khususnya di Sumatera Utara. Apalagi kata dia, masih banyak masyarakat Indonesia yang masih menghormati pemimpinnya termasuk Susilo Bambang Yudhoyono.

“Faktanya, profesor ini pernah menjadi tersangka ujaran kebencian pada tahun 2019 silam. Artinya, kita tidak perlu juga terlalu mendengarkan omongan ngawur dan ngaco dari seorang profesor yang pernah berstatus tersangka,” sebutnya.

Dia pun menjelaskan, karena itu pihaknya membuat laporan polisi sebagai langkah hukum atas pernyataan yang disampaikan di media sosial tersebut.

“Terkait dengan proses hukum, saya pikir banyak kader dan simpatisan Partai Demokrat yang merasa tidak terima dan mungkin saja berujung pada pelaporan hukum oleh kader atau simpatisan Partai Demokrat di daerah utamanya di Sumatera Utara,” ungkapnya.

Di sisi lain, Menanggapi laporan tersebut Kepala Kantor Humas, Protokoler dan Promosi Universitas Sumatera Utara (USU) Elvi Sumanti, mengatakan USU tidak akan mencampuri proses hukum yang ada.

“Yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkan perbuatan dan ucapannya. Pimpinan USU tidak akan mencampuri proses hukumnya,” kata Elvi Sumanti melalui keterangan tertulisnya.

Elvi menyebutkan, pihak Dekan Fakultas Pertanian USU dalam waktu dekat akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan terkait persoalan hukum tersebut.

“Pemanggilan ini seharusnya Senin kemarin namun beliau ada keperluan di luar kota sehingga besok baru bisa hadir,” ungkapnya.

Sebelumnya, Profesor Yusuf L Henuk menanggapi pemberitaan yang terkait kritik SBY terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo mengenai proyek strategis nasional.

Dalam cuitannya, Prof Yusuf mengatakan “Yth. @SBYudhoyono, tahu dirilah kau sudah mantan jadi jangan sok mengajari @jokowi soal pembangunan proyek strategis nasional, karena memang kau gagal&telah dijuluki:”Bapak Mangkrak Indonesia”, jadi tak pantas kau ajari @jokowi “ikan berenang”, karena pasti malu kalipun kau, paham!,” cuitan Prof Yusuf L Henuk dengan akun @ProfYLH.(wol/man/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan