Pasca-Pilkada 2020, Muhammadiyah Minta Calon Terpilih Mengabdi Total untuk Rakyat

Haedar Nashir. (Antara)
Iklan
agregasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta kepada kepala daerah yang terpilih pasca-Pilkada Serentak 2020 kemarin, agar memberikan komitmen dan pengabdian secara total untuk kesejahteraan masyarakat di daerahnya.

“Pasca pilkada serentak seluruh pejabat pemerintahan daerah gubenur wali kota Bupati memiliki komitmen baru agar pengkhidmatan dan pengabdiannya total untuk kemakmuran rakyat,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam refleksi akhir tahun 2020 yang disiarkan di YouTube Muhammadiyah Channel, Jumat (1/1/2020).

Nashir berharap kepala daerah yang terpilih tersebut tidak memiliki kepentingan pribadi dengan memanfaatkan jabatannya. Namun, memperjuangkan amanat rakyat yang telah memilihnya.

“Saya percaya para pejabat publik ini telah selesai dengan dirinya sehingga tidak ada terbesit kepentingan untuk memperkaya diri, kroni golongan sendiri dan menyalahgunakan amanat rakyat yang sangat mahal karena di dadanya, di pikirannya, di jiwanya tertanam jiwa kenegarawanan yang diwariskan oleh para pejuang dan pemimpin bangsa,” ungkapnya.

Nashir juga berharap bahwa ada gelombang baru dari seluruh kekuatan rakyat dan negara untuk menyelamatkan bumi alam dan seluruh kekayaan yang terkandung di dalamnya bagi masa depan generasi Indonesia.

iklan

“Sikap efisien, konservasi, penyelamatan, (serta) membangun tanpa merusak harus menjadi paradigma baru di dalam membangun sumber daya alam agar tidak tereksploitasi secara rakus dan menjadi lahan bagi orang-orang yang rakus. Negara harus hadir menjaga melindungi seluruh tumpah darah dan seluruh bangsa Indonesia sebagaimana amanat konstitusi,” katanya.

Kementerian-kementerian, kata Nashir, juga diharapkan agar berkomitmen secara kolektif konstitusional. Untuk menjalankan peran dan fungsi pemerintahan yang diamanahkan oleh undang-undang.

“Kehadiran kementerian siapa pun yang memimpin dan apapun afiliasi harus selurus-lurusnya harus setegak-tegaknya diabdikan untuk hajat hidup orang banyak dan kepentingan negara bukan untuk diri, kroni kelompok sendiri golongan sendiri karena ini menyangkut amanat rakyat,” pungkasnya.

Iklan