Kasus Sabu, Mantan Panit Polsek Hamparan Perak Divonis 6 Tahun Penjara

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Mantan Panit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Jenry Hariono Panjaitan (43) bersama rekannya, Kiki Kusworo alias Kibo (33) kompak dihukum masing-masing selama 6 tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara. Keduanya dinyatakan terbukti menjadi perantara jual beli narkotika jenis sabu seberat 64 gram.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada kedua terdakwa masing-masing selama 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. Apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan,” tandas majelis hakim yang diketuai oleh Syafril Pardamean Batubara dalam sidang online di Ruang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/1) sore.

Majelis hakim berpendapat, hal yang memberatkan, perbuatan ke dua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal meringankan, kedua terdakwa bersikap sopan selama persidangan.

“Perbuatan kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” ujar hakim Syafril. Menanggapi putusan tersebut, baik ke dua terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fransiska Panggabean menyatakan pikir-pikir. Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU selama 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Dalam dakwaan JPU Fransiska Panggabean, pada Jumat tanggal 28 Februari 2020 sekira jam 10.00 WIB, seorang informan menghubungi terdakwa Kiki Kusworo alias Kibo untuk membeli sabu.

iklan

Sekira pukul 16.45 WIB, Kiki Kusworo yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU BK 4989 HA, berhenti di sebuah warung kopi dan bertemu dengan Ipda Jenry Hariono Panjaitan.

“Selanjutnya, pada jam 17.00 WIB, saat Kiki Kusworo menyerahkan satu bungkus sabu seberat 64 gram yang tersimpan di dalam amplop warna coklat kepada petugas kepolisian yang menyamar sebagai pembeli,” ujar JPU dari Kejatisu tersebut.

Saat itu, harga barang haram tersebut disepakati senilai Rp42.000.000. Setelah melihat sabu itu, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap Kiki Kusworo dan menyita barang bukti tersebut.

Ketika diinterogasi, Kiki Kusworo mengaku bahwa sabu itu didapat dari mantan Panit Reskrim Polsek Hamparan Perak saat itu, Ipda Jenry Hariono Panjaitan. “Saya peroleh dari panit (Reskrim Polsek Hamparan Perak) Pak,” jawab Kiki Kusworo.

Atas pengakuan itu, petugas bersama Kiki Kusworo pergi ke sebuah warung kopi, Jalan Besar Hamparan Perak Desa Pao Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang. Sesampainya di lokasi, Kiki Kusworo menunjuk Jenry Hariono Panjaitan. “Itu Pak Panit,” ucap Kiki Kusworo.

“Dengan cepat, petugas langsung menangkap Ipda Jenry Hariono Panjaitan. Selanjutnya, mereka berikut barang bukti dibawa ke Kantor Ditres Narkoba Polda Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Fransiska.

Di mana, peran Kiki Kusworo adalah orang yang menerima sabu dari Ipda Jenry Hariono Panjaitan untuk dijual seharga Rp42.000.000. Sedangkan Ipda Jenry Hariono Panjaitan merupakan orang yang menyerahkan sabu seharga Rp40.000.000. Adapun keuntungan Kiki Kusworo sebesar Rp2.000.000, apabila berhasil menjual sabu tersebut.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan