Jaksa Minta Pembunuh Anak Tiri Dihukum 15 Tahun Penjara

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Priono Naibaho menuntut Terdakwa Rahmadsyah (29), kasus pembunuh dua anak tiri yang sempat viral di Medan dengan hukuman 15 tahun penjara.

Dalam sidang yang berlangsung teleconference JPU menilai, perbuatan terdakwa yang secara spontan menghabisi ke dua anak tirinya yang masih di bawah umur itu, diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHPidana.

“Meminta supaya majelis hakim, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rahmadsyah dengan pidana penjara selama 15 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Denny Lumbang Tobing.

Dalam pertimbangan Jaksa, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa telah mengakibatkan korban jiwa terutama kepada anak tiri yang masih di bawah umur.

“Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatannya kembali dan mengakui perbuatannya,” ucap Jaksa.

iklan

Selanjutnya, majelis hakim pun menunda persidangan pekan depan dengan agenda pledoi (pembelaan).

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU perkara Rahmadsyah bermula pada Jumat tanggal 19 Juni 2020 lalu, saat Rahmadsyah bersama korban Ikhsan Fathilah (10) dan korban Rafa Anggara (5) berada di dalam kamar di rumah Jalan Brigjen Katamso Gang Usaha, Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Maimun.

Sedangkan saksi Fathul Zannah yang merupakan ibu kandung kedua korban, tidak berada di rumah karena masih bekerja dan biasanya pulang ke rumah sekira pukul 24.00 WIB. Dimana biasanya kedua korban, tidur di rumah nenek kedua korban namun karena ke dua korban hendak meminta uang jajan kepada ayah tirinya maka keduanya pulang ke rumah menemui.

“Kemudian pada saat sedang menonton televisi kedua korban meminta uang kepada untuk membeli es krim namun terdakwa mengatakan tidak memiliki uang sehingga ke dua berkata “udahlah ayah pelit kali, cari ayah barulah kami, mamak kan masih muda, masih cantik”

Kemudian terdakwa yang mendengar perkataan kedua korban merasa kesal dan emosi, langsung mengangkat tengkuk kedua korban dengan menggunakan kedua tangan terdakwa lalu secara bersamaan terdakwa memukul kepala kedua korban ke tembok kamar 5 kali sehingga kedua korban yang masih anak-anak menjadi tidak berdaya dan langsung jatuh ke lantai,” urai JPU.

Namun lanjut JPU, karena masih ada pergerakan terdakwa menginjak bagian perut dan dada korban Ikhsan Fatailah sebanyak 4 kali dan menginjak perut dan dada korban Rafa Anggara 5 kali, hingga kedua korban sudah tidak bergerak lagi.

“Kemudian terdakwa memastikan ke dua korban masih hidup atau tidak dengan merasakan hidung kedua korban yang sudah tidak bernafas lagi. Selanjutya terdakwa berpikir menyembunyikan mayat ke dua korban di samping Sekolah Global Prima Medan yang tidak jauh dari rumah terdakwa agar perbuatan terdakwa tidak diketahui oleh orang lain,” ungkap JPU.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan