Sesuai Komitmen Gubsu dan Wagub, Angka Covid-19 Sumut Terkendali dan Stimulus Ekonomi Berjalan

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Hari ke hari, kondisi perkembangan pandemi Covid-19 di Sumatera Utara terus menunjukan hal yang membaik. Hal ini sesuai dengan komitmen Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur (Wagubsu) Musa Rajekshah.

Meski masih ditemui jumlah kasus konfirmasi positif yang terjadi, secara keseluruhan angka kesembuhan para penderita Covid-19 di Sumut terus mengalami kenaikan. Bahkan dua daerah di Sumut berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pusat melalui situs covid19.go.id pada 15 Desember 2020 sudah zona hijau. Dua daerah tersebut adalah Kabupaten Nias Utara dan Nias Selatan yang tak lagi ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19.

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Berdasarkan data tertanggal 13 Desember 2020, angka kesembuhan Sumut telah mencapai 83,71%. Angka tersebut meningkat 0,37 poin dibanding minggu sebelumnya dengan persentase 83,34%. Pencapaian angka kesembuhan yang terus meningkat tersebut menandakan bahwa angka kesembuhan penderita Covid-19 di Sumut telah melampaui angka kesembuhan Covid-19 secara nasional, yakni sebesar 81,87%.

Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, ada 16 kabupaten/kota yang memiliki angka kesembuhan di atas 80%. Antara lain, Nias Utara, Nias Selatan, Gunungsitoli, Mandailing Natal, Nias Barat, Tapanuli Selatan, Batubara, Padangsidimpuan, Simalungun, Padang Lawas, Medan, Sibolga, Humbang Hasundutan, Deliserdang, Tapanuli Tengah, dan Pematangsiantar.

Akumulasi penderita Covid-19 di Sumut sejak awal pandemi hingga 14 Desember 2020 berjumlah 16.769 penderita yang telah dipastikan dari hasil pemeriksaan swab PCR. Sebanyak 14.046 orang dinyatakan sembuh dan 644 penderita meninggal dunia. Penderita Covid-19 aktif di Sumut sebesar 2.079 orang. Sebanyak 1.553 penderita isolasi mandiri dan 526 penderita lainnya dirawat isolasi di rumah sakit.

iklan

Melihat jumlah angka sembuh yang cukup baik, Satgas Optimalisasi Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di kawasan Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) yang dibentuk Satgas Penanganan Covid -19 Sumut telah berakhir tugasnya sesuai keputusan Gubsu bernomor 674/STPCOVID-19/XII/2020 per 8 Desember 2020.

Satgas Mebidang ini dibentuk atas dasar kebijakan Gubernur dan Wagub untuk mengurangi penularan di kawasan Mebidang. Sebelum dibentuk, kawasan Mebidang menyumbang lebih 70% angka penderita Covid di Sumut. Saat ini, angka kasus di tiga daerah tersebut menurun. Sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 di Sumut, Edy dinyatakan berhasil mengendalikan kasus Covid-19 di provinsi yang memiliki 33 kabupaten/kota tersebut.

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Kehadiran Satgas Mebidang juga berhasil mengubah perilaku masyarakat menerapkan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan selalu menggunakan masker). Selama dibentuk, Satgas Mebidang tidak pandang bulu menertibkan mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Misalnya kerumunan di Kolam Renang Hairos, Gubsu memberikan sanksi tegas kepada pengelola. Begitu juga sanksi-sanksi kepada tempat-tempat hiburan malam.

Pengendalian angka Covid-19 di Sumut juga kembali berhasil ditekan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Sumut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya pada penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, 9 Desember lalu. Dengan bahu membahu, Pilkada Serentak 2020 di 23 kabupaten/kota di Sumut tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid.19.

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Gubsu juga memberi apresiasi kepada penyelenggara Pilkada beserta masyarakat yang telah melaksanakan kegiatan tersebut dengan tertib dan aman serta disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kini menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021, Gubsu telah mengambil kebijakan tegas agar tidak adanya perayaan malam pergantian tahun yang mengundang keramaian. Kebijakan ini juga telah disampaikan pada Rapat Koordinasi Penggalangan Cipta Kondisi Keamanan Sumut tentang antisipasi terhadap situasi kondisi jelang pelaksanaan hari Natal 25 Desember 2020 dan Tahun Baru 1 Januari 2021 di wilayah Sumut masa pandemi Covid-19.

Polda Sumut juga tidak akan mengeluarkan izin kegiatan yang menimbulkan keramaian, mengingat hasil rapat juga telah diserahkan pada pimpinan Forkopimda Sumut. Atas dasar itu masyarakat diminta tidak pawai kendaraan dan sebagainya. Gubsu juga mengimbau warga berada di rumah pada Natal tahun ini. Begitu juga perayaan Tahun Baru dengan pesta kembang api agar tidak dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Ekonomi Berjalan

Bukan hanya berhasil dalam mengendalikan angka Covid-19 di Sumut, kepemimpinan Edy dan Musa juga berhasil menggerakkan ekonomi di Sumut serta mampu memberikan stimulus ekonomi kepada warga yang terdampak Covid-19.

Menjelang Natal dan Tahun Baru 2021 nantinya, Gubsu telah mengantisipasi ketersediaan bahan pangan, listrik, dan bahan bakar. Dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprovsu juga telah membantu mengakomodir hal itu.

Gubsu mengapresiasi dan memotivasi upaya-upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Sebab, imbauan untuk semua pihak saling bersinergi sangat penting dijalankan. Dengan begitu, kerja sama demi kesejahteraan masyarakat bisa dicapai dengan saling bergandengan tangan.

Bersinergi yang dimaksud adalah semua pihak kerja sama dan bergandengan tangan dengan segala keterbatasan dan batas kemampuan masing-masing. Selain penanggulangan kesehatan, fokus utama saat ini adalah pertumbuhan ekonomi yang melambat akibat pandemi. Optimisme muncul seiring menurunnya angka terpapar Covid-19 yang pada pertengahan tahun mencapai 260-290 orang per hari menjadi 60-80 per hari.

Gubsu berharap semua pihak saling memahami sulitnya kondisi bangsa saat ini. Karena itu penguatan persatuan harus diutamakan, dengan mengeyampingkan ego sektoral. Sebab, sinergi memiliki makna dan implikasi terhadap upaya membangkitkan perekonomian.

“Tetapi kita menyambut, membantu, mendorong sesuai porsi kita. Semoga Tuhan memberikan kemudahan untuk kita semua. Tuhan akan memberikan kemudahan ini apabila kita sudah bersinergi, meminta, memohon dan berusaha untuk kesejahteraan rakyat Sumut,” kata Edy.

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi melambat dari tahun sebelumnya akibat penurunan permintaan konsumsi seiring turunnya pendapatan masyarakat di masa pandemi. Ketidakpastian ekonomi menyurutkan niat pelaku usaha berinvestasi dan lebih bersikap wait and see. Belum lagi investasi pemerintah dengan relokasi belanja modal ke dana penanganan Covid-19.

Data Bank Indonesia di sektor usaha transportasi, akomodasi, dan makan minum, perdagangan mengalami dampak besar dengan penurunan masing-masing 17,87%, 14,54%, dan 3,76% dari tahun sebelumnya (yoy). Lemahnya permintaan menahan sektor industri pengolahan sebesar 1,47% (menurun). Laju perekonomian ditopang oleh sektor pertanian. Dengan stabilnya permintaan bahan makanan sabagai kebutuhan pokok (naik 1,12%).

Lambatnya pertumbuhan ekonomi saat ini menjadikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut aktif melaksanakan berbagai program sesuai kerangka 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Penanganan Covid-19 yang efektif menjadi kunci akselerasi pemulihan ekonomi ke depan. Langkahnya adalah penyediaan vaksin bagi kelompok rentan sekaligus mempersiapkan sarana kesehatan yang lebih baik. Lalu, menjaga proses transisi pemulihan ekonomi seperti sektor prioritas aman dan produktif dengan risiko penularan rendah tetapi memiliki daya dukung potensi ekspor yang tinggi.

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Ada 10 sub sektor yang dapat diprioritaskan pengembangannya di Sumut, antara lain tanaman pangan, perkebunan, peternakan, jasa keuangan dan asuransi, industri makanan dan minuman, konstruksi, perdagangan, hortikultura, kehutanan serta perikanan.

Selain itu, ada tiga sektor utama yaitu pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan juga memiliki daya serap tenaga kerja yang sangat besar. Langkah ini dinilai dapat membantu menghadapi tantangan di masa pandemi seperti peningkatan kasus Covid-19, rendahnya kemandirian fiskal, dan rendahnya daya tahan UMKM dikarenakan berbagai sebab.

Untuk menggairahkan ekonomi, Pemprovsu juga telah menyiapkan stimulus ekonomi bagi sektor UMKM untuk mengatasi dampak Covid-19. Pemprovsu mengalokasikan anggaran stimulus ekonomi Rp10 miliar atau 1,9% dari hasil refocusing anggaran tahap pertama di APBD 2020 sebesar Rp502,1 miliar.

Penyalurannya juga telah dilakukan ke kabupaten/kota yang ada di Sumut. Begitu juga program stimulus ekonomi pada refocusing di tahap dua dan tiga. Bukan hanya UMKM, sektor pertanian dan peternakan juga dibantu Gubsu untuk memulihkan kembali ekonomi Sumut. Semuanya dilakukan agar masyarakat bisa bertahan di tengah pandemi saat ini.**

*Tulisan Advertorial Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Iklan