Miliki Ekstasi 1.200 butir Berbentuk Hati, Ananda Dibui 10 Tahun

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Nviviek Ananda alis Wiwik (23) dijatuhi hukuman selama 10 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara. Terdakwa warga Jalan Darat, Kelurahan Darat, Kecamatan Medan Baru ini, terbukti bersalah atas kepemilikan 1.200 butir ekstasi.

Dalam amar putusan hakim yang diketuai Riana Pohan, terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Kamis minggu lalu diputus si Wiwik itu. Diputus 10 tahun denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan, Rabu (2/12).

Putusan itu lebih rendah dari tuntutan JPU, yang semula menuntut terdakwa dengan pidana selama 13 tahun denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara. “Terima lah bang,” tandas Randi.

Diketahui, pada 13 Februari 2020, terdakwa dihubungi oleh Guru Besar (belum tertangkap) untuk menyuruhnya menjemput ekstasi sebanyak 100 butir di Amplas.

iklan

Kemudian, terdakwa menjemput ekstasi tersebut di depan Naga Hall, Jalan SM Raja, Medan Amplas. Setelah itu terdakwa sesuai arahan Guru Besar memberikan nomor handphone dan jumlah ekstasi dan kode pemesanan untuk calon pembeli.

Lanjut dikatakan JPU, pada 15 Februari 2020, terdakwa menghubungi calon pembeli yakni Bismar Marpaung dan Pinondang Pangaribuan (polisi yang menyamar) yang sebelumnya telah memesan ekstasi kepada Guru Besar.

Selanjutnya, mereka sepakat bertemu di Jalan Abdullah Lubis Kelurahan Darat Kecamatan Medan Baru tepatnya di depan Toko Amanda Brownies. Lalu sekitar pukul 21.00 WIB, terdakwa pergi menemui calon pembeli dan menyerahkan satu bungkus kotak rokok yang didalamnya terdapat satu bungkus plastik klip bening tembus pandang yang didalamnya berisikan narkotika diduga jenis pil ekstasi sebanyak 100 butir.

Terdakwa kemudian diamankan dan diinterogasi. Dari penuturan terdakwa, masih ada yang terdakwa simpan di rumahnya. Polisi lalu menggeledah rumah dan menemukan sebanyak 1.100 butir ekstasi berbentuk hati berwarna merah yang disimpan di dalam kotak.

Peran terdakwa adalah sebagai orang suruhan Guru Besar dan menjadi perantara jual beli pil ekstasi untuk diserahkan kepada pembeli. Dari pengakuan terdakwa, bila berhasil menjual ekstasi tersebut maka akan memperoleh keuntungan Rp10 juta – Rp15 juta.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan