Jaksa Minta Aset Zakir Husin Dirampas Untuk Negara

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rambo Sinurat menuntut agar aset bernilai miliaran rupiah almarhum Zakir Husin seorang gembong narkoba di Medan, yang sebelumnya dijerat tindak pidana pencucian uang (TPPU) agar dirampas untuk negara.

“Meminta agar majelis hakim untuk merampas aset milik Zakir Husin untuk negara,” pinta Jaksa dalam nota tuntutannya, di Ruang Cakra VIII, Selasa (1/12).

Usai mendengarkan materi tuntutan, majelis hakim yang diketuai Immanuel Tarigan memberikan kesempatan kepada penasihat hukum (PH) terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pekan mendatang.

“Untuk dakwaan TPPU dalam perkara ini gugur. Kami beri kesempatan kepada PH almarhum untuk menyampaikan nota pembelaan khusus mengenai BB yang barusan dituntut JPU minggu depan. Setelah itu giliran majelis hakim membacakan putusan khusus mengenai BB almarhum,” tegas Immanuel, menutup persidangan.

Namun, usai persidangan JPU Rambo Sinurat menegaskan, penuntut umum telah menyita delapan aset almarhum Zakir Husin patut di duga dari hasil kejahatan alias TPPU. Enam benda tidak bergerak dan 2 lainnya berupa mobil.

iklan

Enam aset almarhum patut di duga dari hasil kejahatan alias TPPU yang dijadikan sebagai barang bukti yaitu, 1 unit rumah masing-masing di Jalan Starban, Lingkungan VIII dan di Gang Bilal, Lingkungan X, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia. Rumah terdakwa lainnya di Jalan Setia Budi Baru, Komplek Arcadia Regency, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, telah diagunkan ke Bank BRI dan rumah dengan Sertifikat Hak milik Nomor 439 di Kelurahan Tanjung Selamat.

“Sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Setia Budi Pondok Surya RT 000 / RW 0900 Blok A-12, Komplek Atria Residence, Kota Medan serta tanah kosong dengan SK Tanah Nomor 594/ 96/SKT/MP/1995 tanggal 30 Mei 1995 yang terletak di Jalan Balai Desa,” pungkas Jaksa.

Diketahui sebelumnya, Zakir divonis 15 tahun di PN Medan beberapa bulan lalu atas kasus narkoba. Namun, Polisi kembali menetapkan Zakir sebagai tersangka atas tuduhan TPPU yang diduga didapat dari hasil narkoba senilai Rp8 miliar, namun Persidangan baru masuk tahap keterangan saksi, Zakir telah meninggal dunia. (wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan