Honor Tak Dibayar, Crew Film JLS Tuntut Kadispora Karo

WOL Photo
Iklan

KABANJAHE, Waspada.co.id – Belasan crew pembuatan Film Jandi La Surong dengan membawa pengeras suara dan kertas karton berisi tuntutan meminta Kadispora Karo, Robert Billy Peranginangin, memberikan kepastian dan upaya agar upah mereka segera dibayarkan.

Selain upah, para crew mengaku karya mereka juga dicaplok untuk mengisi novel yang akan diluncurkan secara gratis, yang penyelenggaranya dilakukan Dispora Kabupaten Karo. Tindakan yang diduga dilakukannya bila tidak segera direalisasikan, mereka akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum.

Pernyataan para crew ini dipertegas Roy Manta Ginting selaku kordinator saat menjumpai Kadispora Karo. Kedatangan para crew ke Hotel Grand Ori, diketahui Robert Billy Peranginangin sedang melaksanakan pembagian novel gratis dalam film itu di salah satu aula hotel, Senin (30/11).

Mendengar laporan permohonan untuk melakukan aksi, para crew film menuju tempat keberadaan Kadispora di lingkungan hotel. Upaya dan tindakan pengamanan petugas Polsekta Berastagi tampak, saat tiba pendemo di lokasi. Polisi langsung menemui Kadispora, agar segera menemui para crew sebelum mereka memaksa masuk ke dalam lingkungan hotel dan mengganggu pengunjung yang menginap.

Pantauan wartawan di lokasi tampak pertemuan ke dua belah pihak tepatnya di gerbang pintu masuk hotel. Tampak Kadispora Karo didampingi personil Mapolsekta Berastagi mendengar arahan pendemo, dan langsung membawa map merah berisi perjanjian kontrak menjumpai para crew.

iklan

Dalam pertemuan itu sangat tertib dan profesional, selama menyampaikan tuntutan dan mendengarkan penjelasan sebenarnya, sampai akhirnya ke dua belah pihak sepakat.

Beberapa isi tuntutan para kru kepada Kadispora Karo menyebutkan, kalau selama proses pembuatan Film Jandi La Surong yang mereka kerjakan sampai berhasil tayang di beberapa kota di Indonesia.

Selain itu, beberapa karya film itu diketahui mereka juga dicaplok tanpa ada kordinasi maupun melibatkan mereka, lewat peluncuran 1000 Novel Jandi La Surong (JLS) yang dibagikan secara gratis hari ini oleh Kadispora Karo.

Para crew menyebutkan, bahwa isi yang ada di dalam Novel JLS memunculkan materi- materi dalam film itu. Diantaranya foto-foto adegan yang dijadikan cover dan isi tulisan diduga sudah dilakukan pengeditan Robert Billy Peranginangin dan dikemasnya kembali.

Dimana, crew atau pemilik film ini, merasa tindakannya tidak sesuai dengan kesepakatan (lisan). Dimana sampai saat ini para crew pembuatan Film Jandi La Surung, yang mengangkat tema sepasang kekasih yang salah satunya mengingkari janji berdua.

Juga dialami para crew film ini. Hak yang belum dipenuhi oleh penanggung jawab film sejak November 2018, lalu. Di mana Robert Billy Peranginangin sebagai penanggung jawab produksi dan mewakili Logo yang terpampang di awal film (Dispora Karo).

Menyikapi semua tuntutan para crew, Robert di hadapan mereka dengan membawa bukti perjanjian kontrak menjelaskan pihaknya sudah menyelesaikan pembayaran kepada Beriana Sitepu selaku Sutradara kala itu senilai Rp200 juta disaksikan Ori Semleko.

Namun sebelum penyelesain film dan Beri menerima uang itu, Eksekutif Produser M Tempel Tarigan memecatnya. Selanjutnya, dirinya membuat pernyataan ke dua kepada Ori Semloko Pandia yang menjabat Sutradara, segera menyelesaikan film, dengan alasan agar para donatur tidak merasa kecewa. Selanjutnya Ori Semloko yang mengaku mewakili para crew kepadanya melakukan perjalanan pemutaran film itu.

Setahun perjalanan pemutaran film itu tanpa sampai batas pemutaran terakhir, dirinya tidak pernah menerima laporan tertulis. Maupun berapa uang yang masuk selama satu tahun pemutaran film yang booming di beberapa kota di Indonesia. Bahkan sampai sekarang belum melihat master film itu, berada dengan siapa dan dimana.

Setelah beberapa waktu saling tanya jawab dan mengetahui situasi sesunggguhnya, dirinya bersama para crew, dan sutradara membuat satu kesepakatan yang disetujui kedua pihak.

Di mana, Robert segera melakukan dialog kepada terkait dan hasilnya akan segera diinformasikan kembali untuk mendapatkan hak mereka nantinya. (wol/lvz/d2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan