EDITORIAL: Umat Islam Jangan Terpecah Belah

Ilustrasi (Ist)
Iklan

Waspada.co.id – Beberapa waktu belakangan ini masyarakat selalu disuguhkan seputar pemberitaan yang berkaitan dengan isu-isu agama, khususnya yang terkait umat Islam. Sebut saja pemberitaan tentang ketua ormas Islam, Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS).

Mulai dari kepulangannya ke Indonesia, lalu menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Jakarta. Hingga pencopotan spanduk FPI di Jakarta, serta penolakan kedatangannya di sejumlah daerah, dan semuanya kerap menjadi sorotan.

Tak sampai di situ, rentetan kasus-kasus tersebut bahkan seakan-akan dikaitkan dengan penyerangan rumah ibu dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, yang terjadi di Pamekasan, Madura pada Selasa (1/12) lalu.

Dari sumber yang didapat, Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar menegaskan simpatisan dan pendukung FPI tak terlibat pengepungan rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Kelurahan Bugih, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Aziz Yanuar juga menegaskan simpatisan dan pendukung FPI tidak terlibat pengepungan rumah Menkopolhukam Mahfud MD. Ditambahkannya, FPI juga tidak pernah memerintahkan massa FPI untuk mengepung rumah Mahfud MD.

iklan

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono mengatakan Polri telah memulai penyelidikan untuk mendalami adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Menurut Awi, penyelidikan peristiwa tersebut dilakukan oleh Polres Pamekasan dan dibantu oleh tim Polda Jatim.

Polda Jatim telah mengambil langkah-langkah untuk melakukan penyelidikan awal, mengumpulkan data, termasuk melakukan klarifikasi beberapa orang, khususnya yang dilaksanakan oleh Polres Pamekasan.

Sementara, terkait dengan penolakan kedatangan Habib Rizieq di sejumlah daerah di Indonesia, rasanya hal itu menunjukkan sikap yang berlebihan, terlebih bila penolakkan itu dilakukan oleh sesama umat muslim. Kenapa? karena HRS bukanlah seorang tersangka di mata hukum, dan sejauh ini belum ada bukti kejahatan yang sudah dilakukannya.

Malah akan terasa miris bila penolakan itu dilakukan oleh sesama muslim. Yang artinya itu menunjukkan bahwa saat ini umat muslim telah terpecah. Padahal persatuan dan kesatuan adalah salah satu perkara yang diwajibkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah:

Dan berpegang teguhlah kamu dengan tali (agama) Allah, dan jangan sekali-kali kamu bercerai berai.” (QS. Ali Imran: 102). Allah Ta’ala juga berfirman:

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat pada hari yang diwaktu itu ada muka yang putih berseri dan ada pula muka yang hitam muram.” (QS. Ali Imran: 104-105).

Tentu dari berbagai peristiwa yang terjadi tersebut, semua pihak harus bisa menahan diri dan tetap berprasangka baik. Biarkan semua ini diproses secara hukum oleh pihak yang berwenang. Kenapa? karena yang ditakutkan bila semua pihak ikut campur maka akan terjadi konflik yang lebih luas lagi. (***)

Iklan