Bawaslu Hentikan Proses Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkada Dari Kubu Akhyar-Salman

WOL Photo/Iman Harahap
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan menghentikan proses laporan Tim Pasangan Calon (Paslon) Akhyar-Salman, terkait dugaan pelanggaran pilkada.

Laporan tersebut diberhentikan prosesnya, sebab tidak mencukupi alat bukti dan unsur-unsur pelanggaran.

Demikian dikatakan Devisi Penindakan Bawaslu Kota Medan, Raden Deni Atmiral, saat dikonfirmasi, Rabu (30/12).

“Laporan Dari Pak Subanto mengenai ditemukannya formulir C-pemberitahuan di Jalan Singa Kecamatan Medan Perjuangan. Setelah Kita lakukan klarifikasi kepada pelapor. Dua kali kita undang, tapi tidak datang. Akhirnya laporan diteruskan ke KPU Kota Medan,” kata Raden.

Selain laporan tersebut, ada juga laporan dari Subanto terkait dugaan pembagian uang di kecamatan Medan Timur. laporan tersebut juga dihentikan karena sudah ditindak lanjuti oleh Panwaslu Kecamatan.

iklan

“Dan laporan tersebut dihentikan karena tidak mencukupi bukti dan unsur-unsur dugaan pelanggaran pilkada,” sebutnya.

Lebih lanjut, Raden menyebutkan, terkait laporan proses rekapitulasi di tingkat Kecamatan Medan Belawan, yang dilaporkan oleh Hatta, dugaan adanya pemilih tambahan dari luar kecamatan tersebut juga ditutup oleh Bawaslu Medan.

“Setelah kita lakukan klarifikasi di Sentra Gakkumdu Bawaslu Kota Medan dengan mengundang pelapor, namum tidak datang. Akhirnya Sentra Gakkumdu Bawaslu Kota Medan menghentikan prosesnya,” ujar Raden Deni Atmiral.

“Laporan Pak Hatta ini juga diberhentikan karena kurangnya keterangan dari pelapor, saksi dan bukti serta tidak terpenuhi nya unsur-unsur dugaan pelanggaran,” pungkasnya. (wol/man/d2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan