Warga Ring Road Diadili Kasus Pelayanan “Plus” Sesama Jenis

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – A Meng alias Ko Amin (51) warga Abadi Ring Road, Kompek Residence Blok B 3, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal ini, mulai diadili di Ruang Cakra II, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (25/11). Pasalnya, pria tamatan SMK ini diadili terkait kasus tindak pidana perdagangan orang.

Dalam sidang yang berlangsung secara teleconference, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabrina menjelaskan bahwa kasus ini bermula ketika terdakwa membuka sebuah tempat pelayanan jasa Spa atau pijat di Komplek Setia Budi II Blok 9 No 2 Kota Medan yang memberikan pelayanan seks sesama jenis pria (homo).

“Kemudian terdakwa merekrut atau mempekerjakan beberapa orang terapis yang tinggal di tempat spa tersebut tanpa dikenakan biaya oleh terdakwa,” jelas Jaksa di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Safril Batubara.

Kemudian, lanjut Jaksa, pada tempat spa pijat tersebut terdakwa menyiapkan fasilitas pendukung berupa kamar-kamar untuk ruangan tempat spa pijat, peralatan-peralatan kusuk dan peralatan seks seperti kondom, pelumas seks maupun seks toys.

Lebih lanjut dikatakan Jaksa, setiap tamu pria yang datang akan dilayani oleh terapis pria dengan biaya untuk paket all in sebesar Rp250 ribu dengan pelayanan yang diterima berupa spa pijat dan pelayanan persetubuhan sesama pria seperti oral seks maupun anal seks/sodomi, lalu dengan biaya tersebut terapis akan mendapat bagian sebesar Rp150 ribu dan bagian untuk terdakwa sebesar Rp100 ribu.

iklan

Bahwa tamu pelanggan spa pijat yang datang ke tempat terdakwa tersebut merupakan tamu pelanggan pria yang dicari oleh terdakwa dan sebagian tamu merupakan kenalan para terapis. Kemudian untuk menarik tamu pelanggan maka terdakwa juga ada membuat iklan tentang spa pijat miliknya di salah satu media cetak/koran dengan mempromosikan tentang penyediaan layanan pijat untuk pria.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar 296 KUHPidana dan atau Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 296 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang,” pungkas Jaksa.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan