Wagubsu Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Agung Sibolga

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

SIBOLGA, Waspada.co.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah, menghadiri tausiah dan shalat subuh berjamaah di Masjid Agung Sibolga, Jalan S Parman, Kelurahan Pasar Belakang Sibolga, Rabu (25/11).

Usai shalat subuh berjamaah yang diimami Ustadz Syamsul Bahri Tanjung, Wagubsu mengikuti tausiah yang disampaikan Ustadz Azhar Sitompul dan menyerahkan bantuan kepada Ketua BKM Masjid Agung Sibolga.

Dalam sambutannya, Wagubsu menyampaikan agar umat Islam khususnya di Sumut,terus kompak dan solid serta semakin banyak yang memakmurkan masjid. Pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan disebut Wagubsu menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan.

“Yang disampaikan Ustadz Azhar Sitompul sudah terjadi saat ini. Kita lihat sekarang jumlah kita banyak, namun tidak kompak. Jangan sampai persatuan dan kesatuan ini terpecah, persatuan ada di masjid. Jangan jadikan perbedaan menjadi alasan untuk berpecah-belah,” harapnya.

Selain itu, Wagub atau biasa disapa Ijeck juga memohon doa kepada jamaah yang hadir agar terus diberikan hidayah dan istiqomah dalam memimpin Sumut yang bermartabat bersama Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi.

iklan

“Bersama Pak Edy Rahmayadi, kami tahu masih ada kekurangan dalam memimpin, mohon maaf dan dimaklumi. Namun semua itu karena keterbatasan kami, apalagi pandemi Covid-19 melanda, banyak program yang tidak bisa kami jalankan karena semua anggaran difokuskan untuk menangani pandemi,” tambahnya.

Dalam tausiahnya, Ustadz Azhar Sitompul menyampaikan ada saatnya nanti kata Rasulullah SAW bahwa umat muslim seperti hidangan di atas meja, jumlahnya banyak namun tidak dianggap oleh manusia. Filosofi makanan di atas meja, pasti diperebutkan.

“Ini sudah terjadi. Saat ini jumlah umat Islam banyak, namun tak dianggap oleh makhluk yang ada,” jelasnya.

“Dari Rukun Islam, hanya syahadat yang tak butuh duit dan empat rukun lainnya membutuhkan uang. Artinya, kita boleh mencintai dunia dan cari uang sebanyak-banyaknya, namun jangan terlalu cinta. Uang yang didapat harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya. (wol/aa/d2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan