Update Covid-19 Nasional: Tambah 5.418, Total Kasus Positif Corona 527.999

Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Kasus positif virus corona (Covid-19) bertambah 5.418 pada hari ini, Sabtu (28/11). Dengan demikian, kini telah ada 527.999 kasus positif virus corona di Indonesia sejak pertama kali diumumkan pada awal Maret lalu.

Dari total kasus positif 527.999, sebanyak 441.983 di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 16.646 orang meninggal dunia. Data tersebut dipaparkan Kementerian Kesehatan dalam situs kemkes.go.id.

Seperti diketahui bila jumlah pasien yang sembuh bertambah 4.527 orang. Sementara pasien yang meninggal dunia bertambah 125 orang per hari ini. Kasus positif virus corona di Indonesia masih bertambah dalam jumlah yang besar setiap hari. Kasus baru selalu menginjak angka ribuan.

Pada Jumat kemarin (27/11), penambahan kasus positif virus corona di Indonesia juga mencatatkan rekor, yakni sebanyak 5.828. Begitu pun kasus meninggal, yakni bertambah 169.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan penambahan kasus positif dalam jumlah yang besar itu bisa jadi pengingat masyarakat agar tetap waspada.

iklan

“Penambahan kasus positif di Indonesia sudah mencapai lebih dari 5.000 kasus selama tiga hari, bahkan tidak pernah berada di bawah 4.000 selama seminggu terakhir. Ini harus menjadi alarm bagi kita semua,” kata Wiku dalam siaran langsung yang disiarkan kanal Sekretariat Presiden di Youtube, Kamis (26/11).

Dirinya juga meminta kepada pemerintah daerah untuk lebih tegas menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, penularan virus corona jadi lebih bisa dikendalikan. “Bagi satgas daerah jangan ragu menindak masyarakat yang masih abai terhadap protokol kesehatan sesuai peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu,” tuturnya.

Tak hanya itu, Wiku berharap masyarakat juga menghormati kerja-kerja tim kesehatan. Dia mengatakan ada sanksi bagi masyarakat yang menghambat kerja tenaga medis dalam upaya pengendalian virus corona.

“Tindakan menghalang-halangi akan menghambat upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Di berbagai daerah, seperti DKI Jakarta, terdapat sanksi yang akan dijatuhkan,” tegas Wiku berdasarkan siaran Sekretariat Presiden, Kamis (26/11). (wol/ari/cnnindonesia/d2)

Iklan