Soal APBD Rp30 Triliun, Akhyar: Pemimpin Harus Sampaikan Data Valid

WOL Photo/Iman Harahap
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Calon wali kota medan nomor urut 01, Akhyar Nasution memberikan pernyataan menohok terkait anggaran Rp30 triliun yang pernah disebutkan Bobby Nasution yang telah diserap oleh Pemko Medan.

Pembahasan tersebut bermula dari pertanyaan Akhyar Nasution kepada paslon 02 terkait anggaran Rp30 triliun selama satu periode pemerintahan Kota Medan. “Saya mohon penjelasan dari paslon 02, angka Rp30 triliun itu darimana?” tanya Akhyar pada segmen kelima debat kandidat yang digelar di Hotel Grand Mercure, Sabtu (21/11) malam.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bobby Nasution mengatakan bahwa ia sangat heran jika Akhyar mengaku tidak tahu darimana asal anggaran Rp30 triliun tersebut.

“Yang kami tahu, satu tahun Pemko Medan memiliki anggaran Rp6 triliun, bahkan lebih. Dan jabatan walikota itu dipilih 5 tahun sekali. Jadi dalam satu periode kurang lebih anggaran pembangunan Rp30 triliun,” jawab Bobby.

Menurut Bobby Nasution seharusnya setiap tahun ada progres pembangunan dengan dana tersebut. Ia juga mengkritik tranparansi anggaran terhadap masyrakat.

iklan

“Tahun ini berapa anggarannya, apa saja yang akan dibangun. Infrastruktur kah, untuk taman kah atau untuk kesehatan? Ini harus jelas diinformasikan kepada masyarakat,” ujar suami Kahiyang Ayu itu.

Menanggapi pernyataan tersebut, justru Akhyar menskakmat apa yang dikatakan Bobby Nasution. Menurutnya Bobby Nasution berbicara tidak berdasarkan data. “Sayang sekali, informasi tersebut datanya perlu dikoreksi,” sebut Ahkyar.

Dijelaskan, Pada 2016 realisasi APBD Kota Medan Rp4,3 triliun, sementara tahun 2017 realisasi APBD Rp4,4 triliun. Selanjutnya tahun 2018 realisasi anggaran sebesar Rp4,25 triliun dan tahun 2019 Rp5,5 triliun.

“Jadi masih 4 tahun anggaran, totalnya hanya Rp18 triliun. Kota Medan juga transparansi anggaran ada, tinggal buka website Pemko Medan, semua ada dan tercantum,” ujarnya.

Dalam debat tersebut Akhyar menyentil Bobby Nasution dengan mengatakan, sebagai calon pemimpin harusnya mampu menyampaikan data yang valid dan benar. “Jadi bapak ibu data-data yang keliru itu harus di luruskan. Sebagai pemimpin harus menyampaikan hal yang benar,” pungkasnya. (wol/man/data3)

Editor: Agus Utama

Iklan