Satgas Covid Pantau Penyelenggaraan Pilkada Cegah Kasus Baru

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito.(Foto:Istimewa)
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional terus memantau proses penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak guna mengantisipasi terjadinya penambahan kasus baru dari klaster tersebut.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan sebagai dasar pemantauan, pihaknya terus melihat perkembangan level zonasi dari 319 kabupaten/kota yang akan melakukan kegiatan pilkada serentak pada Desember 2020.

Untuk itu, #SatgasCovid19 telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kepolisian RI (Polri), dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pilkada, termasuk pemerintah daerah setempat.

“Upaya pencegahan lain yang dilakukan ialah merancang peraturan tahapan pemilihan serentak, agar tidak memperbesar peluang penularan Covid-19,” ujar Wiku di Istana Kepresidenan Jakarta, dalam siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/11).

Menurut Wiku, berbagai pelaporan pelanggaran maupun hasil evaluasi simulasi pilkada sampai dengan saat ini terus dikumpulkan untuk menjadi bahan perbaikan ke depannya.

iklan

Dia mencontohkan salah satu bukti respons pemerintah yang adaptif terhadap perkembangan yang terjadi yaitu mengubah Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 6/2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) menjadi PKPU No. 13/2020.

Respons adaptif lainnya yakni dengan upaya memfasilitasi penyediaan alat testing untuk keperluan screening yang terus dilakukan oleh Satgas Covid-19.

Selanjutnya, berdasarkan pelaporan dalam rapat koordinasi mingguan, dinas kesehatan yang daerahnya terjadi kerumunan sedang melakukan penjaringan, baik dengan cara testing (pemeriksaan) maupun tracing (pelacakan).

“Kegiatan ini masih terus berlanjut,” katanya.

Di sisi lain, Satgas Covid-19 pusat dan daerah selalu berkoordinasi ketika terjadi kerumunan seperti demonstrasi terkait Undang-Undang Cipta Kerja. Satgas daerah juga secara aktif melakukan tes screening, baik kepada pendemo yang diamankan, serta petugas pengamanan.

“Tidak berhenti pada upaya screening. Bagi demonstran yang reaktif, dilanjutkan dengan testing untuk diagnostik dan isolasi atau perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara daerah setempat,” lanjut Wiku.

Wiku menambahkan bahwa pihaknya akan selalu menyampaikan informasi terkini terkait dengan perkembangan lonjakan kasus Covid-19, baik dari klaster pilkada maupun perkembangan secara umum.

Tidak lupa, Satgas juga terus mengingatkan masyarakat untuk mematuhi penerapan protokol kesehatan #pakaimasker, #jagajarak dan #cucitangan sebagai gerakan bersama menahan laju penularan pandemi Covid-19.

“Kami akan selalu menginfokan update dari perkembangan potensial lonjakan kasus,” katanya. (cnnindonesia/ags/data3)

Iklan