Nawal Optimis Perempuan Prioritas Dalam Peningkatan SDM

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provisi Sumatera Utara, Nawal Edy Rahmayadi, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harla) ke-53 Korp PMII Putri (Kopri), Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut di Medan, Jumat (27/11).

Nawal merasa optimis perempuan merupakan prioritas dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Melihat semakin masif dan baiknya pergerakan perempuan belakangan ini, maka semakin diyakini SDM di Indonesia juga akan lebih meningkat.

“Saya yakin dengan dukungan yang penuh semangat kaum perempuan mampu menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia. Dengan adanya organisasi seperti Kopri, perempuan-perempuan di tempat untuk lebih baik lagi,” kata Nawal.

Saat ini, menurut Nawal, derajat perempuan jauh lebih tinggi dari sebelum-sebelumnya. Karena itu, diharapkan para perempuan tidak pernah ragu untuk bergerak maju demi membangun Sumut secara khusus.

“Jangan pernah ragu untuk maju, berbuat sesuatu untuk kemajuan bangsa, tetapi jangan menghilangkan kodratnya sebagai perempuan. Tumbuh kembang anak sebagai penerus bangsa tetap merupakan kewajiban besar bagi perempuan. Itulah istimewanya perempuan, jadi kita tidak boleh lemah,” tambahnya didampingi Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah.

iklan

Pada kesempatan tersebut, Nawal juga resmi membuka Sekolah Kader Kopri Sumut yang akan berlangsung selama tiga hari. Nawal berpesan peserta menjaga kekompakan demi membangun organisasi.

Ketua IKA PMII Sumut, Ance Selian, mengatakan pentingnya sinergitas antara Kopri dengan pemerintah untuk membangun Sumut. Sinergitas ini, menurutnya, akan mempercepat proses pembangunan Sumut dan Indonesia.

Ketua KOPRI PKC PMII Sumut, Imelda Siska Siregar, berharap perempuan-perempuan Sumut mampu membangun diri, berpikir visioner, dan maju. Dengan begitu, kekerasan terhadap perempuan di Indonesia akan hilang. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan