Meriahnya Penutupan Fase 3 Program ‘Kita Muda Kreatif’

Istimewa
Iklan

YOGYAKARTA, Waspada.co.id – Program Creative Youth at Indonesian Heritage Sites, sebuah kolaborasi UNESCO dan Citi Indonesia yang didukung Citi Foundation sejak 2017, secara resmi akan mengakhiri Fase 3 di bulan November 2020.

Program yang lebih akrab dikenal dengan nama Kita Muda Kreatif ini menyasar 400 wirausaha muda yang berada kawasan di Kawasan Situs Warisan Dunia atau destinasi wisata yang terkenal, yaitu Danau Toba, Borobudur, Prambanan, Klaten, Yogyakarta, Kotuatua Jakarta serta Denpasar dan Tabanan di Bali.

Selama pelaksanaan Fase 3 di tahun 2020 ini, para wirausaha muda yang berasal dari berbagai sektor industri kreatif, terlibat dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas kewirausahaan serta peningkatan pemahaman mengenai warisan budaya untuk meningkatkan kemampuan bisnis mereka, dengan memanfaatkan sumber daya dari warisan budaya lokal.

Pencapaian proyek dan hasil-hasil karya para wirausaha muda akan ditampilkan dalam acara live Virtual Gelar Karya Kreatif yang akan dilaksanakan pada 26 November 2020, pada 18.30 – 20.30 WIB, melalui Kanal YouTube Kita Muda Kreatif; Instagram Live @kitamudakreatif.

Acara yang berlangsung selama dua jam ini akan menampilkan bincang-bincang dengan beberapa wirausaha muda dan para ahli, serta acara peluncuran situs Kita Muda Kreatif.

iklan

Situs warisan di Indonesia memainkan peran penting dalam pelestarian nilai-nilai warisan budaya dan memberikan pengalaman budaya bagi para pengunjung internasional dan domestik. Namun, meskipun jumlah wisatawan ke situs warisan dunia terus meningkat, masyarakat lokal yang tinggal dan berada di sekitar situs warisan budaya jarang menerima manfaat ekonomi sosial dari besarnya jumlah pengunjung.

Untuk mengatasi kesenjangan ini, UNESCO Jakarta dan Citi Foundation telah melibatkan 400 wirausahawan muda di enam situs populer di seluruh Indonesia sejak 2017, guna meningkatkan kesadaran tentang pelestarian warisan budaya, sekaligus meningkatkan taraf hidup dan pencaharian masyarakat yang tinggal di sekitar situs warisan budaya tersebut.

Program Creative Youth at Indonesian Heritage Sites selalu berusaha menyelaraskan diri dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup kaum muda dan mendukung mereka menjadi wirausaha mandiri. Selain bersinergi dengan kegiatan pemerintah, program Kita Muda Kreatif juga berhasil memobilisasi mitra dari sektor swasta untuk mendampingi para wirausaha muda.

Selama pandemi COVID-19, program ini terus memberikan dukungan kepada para wirausaha muda dan mengadakan lebih dari 90 pelatihan daring melalui WhatsApp, Zoom, dan YouTube, antara Maret dan November 2020. Tema-tema pelatihan yang diberikan meliputi pengembangan produk, literasi keuangan, perencanaan bisnis, pemasaran dan jenama; serta latar belakang sejarah dan nilai situs warisan, dan penguatan jejaring dengan pihak-pihak pemerintah, kalangan bisnis profesional, pakar-pakar warisan budaya, serta para pengusaha retail.

Survei internal yang dilakukan pada November 2020 ini telah menunjukkan bahwa program ini mendukung terciptanya lebih dari 200 jenama wirausaha muda lokal yang terinspirasi dari budaya setempat. Selain itu hampir 25% dari mereka mengalami peningkatan pendapatan dan 30% dari wirausaha muda ini berhasil mengembangkan produk baru.

Pada tahun 2021, proyek ini akan terus mendorong pemberdayaan wirausaha muda serta akan memperluas kegiatannya hingga ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, demi mendukung lebih dari lima puluh penenun muda meningkatkan taraf hidup dan pendapatan mereka sambil terus melestarikan tenun tradisional mereka.

“Rangkaian sesi pelatihan yang disampaikan selama ini sangat berguna. Program ini tidak hanya membantu saya meningkatkan citra produk dan jenama saya, tetapi juga secara terus menerus jadi sumber inspirasi. Kelas-kelas pelatihan memberi saya pengetahuan dan energi tambahan untuk mengembangkan bisnis baru di tengah krisis COVID-19. Produk jamu baru saya Wedang Rempah Borobudur adalah buktinya,” ujar Cemplon Sebastian, pemandu muda dari Borobudur yang juga mengembangkan merek minuman jamu baru dalam rangka merespons pandemi.

Saya senang dengan bisnis baru ini saya juga dapat membantu masyarakat desa Karangrejo, tempat saya tinggal. Terima kasih banyak yang sebesar-besarnya kepada UNESCO Jakarta dan Citi Foundation,“ ujar Sebastian lagi.

“Mengikuti program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan usaha saya di sektor fashion, tapi juga pengetahuan saya tentang sejarah dan filosofi kain Ulos. Saya senang bisa berperan dalam pelestarian tradisi dan budaya melalui item-item fashion saya,” ujar pemilik ACAS Mode dari Sipoholon – Tapanuli Utara di wilayah Toba, Anastasya Charles Angel Simanjuntak, yang juga salah satu penerima manfaat yang aktif di program ini.

“Program Kita Muda Kreatif dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas bisnis para wirausahawan muda dalam berbagai aspek, mulai dari kewirausahaan, literasi keuangan, hingga dukungan jenama. Kami mendorong generasi muda untuk berkolaborasi satu sama lain, dan kami berharap mereka makin mengenal budaya mereka dan menjadikannya sebagai inspirasi,” ungkap Director and Representative of UNESCO Office, Jakarta, Shahbaz Khan.

“Selamat kepada para peserta yang sudah mengikuti beberapa fase dari program ini. Memasuki fase berikut, kita bisa mengharapkan lebih banyak lagi karya kreatif yang muncul sebagai hasil interaksi dengan lingkungan cagar budaya kita,” ucap Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid.

Iklan