Masalah Lahan Teratasi, Pembangunan Sport Center Sumut Berlanjut

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Pembangunan Sport Center Sumatera Utara dipastikan akan terus berlanjut. Persoalan lahan terkait ganti rugi tanaman dan bangunan yang sempat menjadi kendala sudah teratasi dan ditargetkan rampung Desember nanti.

Hasil verifikasi dan validasi oleh tim yang dibentuk Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi, 479 (275 tanaman dan 204 bangunan) yang sudah selesai dan bersedia menandatangani kertas kerja dari 670 (tanaman dan bangunan) yang bermasalah dalam pembangunan Sport Center tersebut. Selain itu, sebanyak 397 di antaranya mendapat ganti rugi.

“Dua bulan lalu, pembangunan ini sudah dimulai, tetapi ada persoalan-persoalan yang membuat pembangunan belum bisa berjalan. 1 Januari 2021 tidak ada lagi alasan, waktu kita sempit karena PON dimulai tahun 2024,” kata Gubsu usai pertemuan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, Polda Sumut, Kejati Sumut, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Senin (23/11).

Sementara itu, masih ada 191 (tanaman 123 dan bangunan 68) yang belum bersedia menandatangani kertas kerja dan masih dalam tahap proses perundingan. Edy pun memastikan masalah ganti rugi ini akan terselesaikan dalam tujuh hari ke depan.

“Tujuh hari ke depan sudah dilakukan pembayaran, berarti di bulan Desember ini selesai. Jadi tidak ada lagi kendala lahan, semua harus sudah clear, 1 Januari kegiatan pembangunan secara keseluruhan akan dilanjutkan,” tambahnya.

iklan

Kepala BPN Sumut, Dadang Suhendi, menjelaskan kendala yang dialami adalah validasi data penerima ganti rugi. Hal ini terjadi karena adanya oknum-oknum yang mengklaim memiliki tanaman, walau sebelumnya di lahan tersebut belum ditanami.

“Mudah-mudahan setelah Rakor dengan Pak Gubernur hari ini, tidak ada lagi alasan apapun dan kendala dengan beberapa warga atau penggarap terselesaikan. Kita akan segera menyelesaikan ganti rugi ke masyarakat,” pungkas Dadang.

Sport Center Sumut akan dibangun di Desa Sena, Kabupaten Deliserdang, seluas 300 hektare dengan tujuan sebagai venue PON 2024. Selain sarana olahraga, Sport Centre ini juga akan dibangun zona komersial dan edukasi, sehingga menghidupkan kawasan tersebut pasca-gelaran PON 2024. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan