Lama Pensiun, Akhyar Main Bola Lawan Mantan Pemain Sepakbola Sumut

Foto: Calon Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi bermain sepak bola dalam pertandingan eksibisi di Lapangan Sejati Medan, Minggu, 22 November 2020. (Ist)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution menilai olahraga dalam hal ini sepakbola merupakan hal positif yang harus dikembangkan di Kota Medan. Selain berfungsi untuk karir pemain, sepak bola juga memberi banyak dampak positif terkhusus generasi muda di balik pesatnya perkembangan zaman.

Sebagai mantan Manajer PSMS U-16 dan pernah memperkuat klub Sepak Bola Mercu Buana, Akhyar Nasution dikenal sebagai pemain gelandang yang memiliki nafas panjang dan kelihaiannya dalam memainkan si kulit bundar. Bahkan, karena kelihaian itu banyak pemain lawan yang akhirnya mengincarnya untuk ‘dicederakan’.

Aksi lapangan yang sudah puluhan tahun ditinggalkannya itu, Minggu (22/11/2020) kembali ditunjukkannya saat main di Lapangan Sepakbola Sejati di Jalan AH Nasution. Saat itu, Akhyar tampil dengan jarsey merah bernomor punggung 9, beliau memperkuat tim AMAN 01 melawan Forum mantan pemain sepak bola Sumatera Utara (Formapssu).

Dalam suasana hujan rintik, Akhyar diposisikan pada striker tunggal. Aksi Akhyar kerap merepotkan pertahanan lawan, namun beberapa kali tendangan lewat spesialisasi kaki kirinya belum mampu menjebol gawang lawan, hal itu dikarenakan kaki kanannya sudah pernah bermasalah saat ikut seleksi menjadi pemain PSMS pada era 1980-an.

Bermain sekitar 30 menit, Akhyar tampak kelelahan. Dirinya pun memilih beristirahat dan tak melanjutkan pertandingan di babak kedua. Akhyar mengaku staminanya tak seperti masa muda saat pernah memperkuat klub sepak bola di Kota Medan, Mercu Buana.

iklan

Bebagai pria yang memilki hobi mengocek si kulit bundar, dirinya mengaku terpanggil setiap kali melihat lapangan sepak bola. Namun hal itu tak bisa lagi dilakukan di balik padatnya jadwal dan stamina yang tak mendukung. Kini harapannya diletakkan di bahu para generasi muda agar geliat sepak bola Kota Medan tetap hidup dan melahirkan banyak generasi emas ke depannya.

“Kita menganggap bahwa sepak bola ini adalah olah raga yang mempersatukan semua kalangan tanpa memandang status. Selain itu sepak bola juga menghindarkan para generasi muda dari bahaya narkoba,” ujar Akhyar saat mendatangi Lapangan Sejati Pratama, Titi Kuning.

Untuk itu sambung Akhyar, perlu pembenahan secara intens terhadap sekolah sepak bola, agar Medan terus melahirkan talenta sepak bola yang membanggakan daerah dan negara. “Sejauh ini pembinaan terus dilakukan secara stimulan bersama Askot PSSI Kota Medan. Jika saya kembali dipercaya, program akan terus kami lanjutkan dengan harapan hadir para pemain bola bertalenta dari Kota Medan,” harapnya.

Akhyar juga memberikan bola kepada 17 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Medan sebagai bentuk kepedulian. Baginya, efektifnya setiap anak harus memiliki satu bola. “Ke depan kita berharap setiap anak memiliki satu bola di rumah agar dirinya intens latihan di rumah dan lebih mudah mengembangkan bakatnya,” harap Akhyar. (wol/ags/data3)

Iklan