Komisi II DPRD Medan Dukung Pernyataan Menteri Nadiem

Ketua Komisi II DPRD Medan Surianto SH, (WOL Photo)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi II DPRD Medan Surianto SH, menyambut baik kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim perihal memberikan kesempatan kepada jutaan guru honor yang bakal diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), meskipun dalam perekrutannya harus melalui tahapan seleksi online, baik administrasi maupun ujian.

“Kita tahu, di Medan saja ada ribuan guru honor yang sudah lama mengajar dan rata-rata mereka menerima gaji jauh di bawah standar. Kita berharap seluruh guru honor di bawah Dinas Pendidikan Medan masuk dalam P3K,” ucapnya kepada Waspada Online, Jumat (27/11).

Pria yang akrab disapa Butong ini menyebut, Komisi II DPRD Medan sudah berupaya memperjuangkan kesejahteraan para guru honor melalui program-program yang ada di Pemko Medan. Misalnya pemberian insentif, yang sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu.

“Memang, pembagiannya per kluster. Namun sudah menganut azas keadilan. Kan nggak mungkin insentif yang diterima guru honor dengan masa bhakti 5 tahun kebawah sama dengan yang 10 tahun ke atas. Dan insentif ini tetap akan kita perjuangkan agar masuk dalam APBD Kota Medan setiap tahun,” sebutnya.

Mengenai terbukanya peluang guru honor menjadi P3K, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan ini berharap mampu meningkatkan kesejahteraan para pendidik di Kota Medan. Sehingga ketika mereka mengajar, tidak ada lagi beban pikiran.

iklan

“Kalau guru honornya sudah sejahtera, mereka mengajar pun jadi semangat. Karena tidak ada lagi beban yang harus dipikirkan. Contohnya, dengan gaji yang masih di bawah Rp1 juta, tentu fikirannya akan bercabang. Karena gaji yang di bawah Rp1 juta itu, harus mampu mereka bagi untuk keperluan sehari-hari dan operasionalnya selama mengajar,” imbuhnya.

“Tapi kalau mereka (guru honor) menerima gaji sesuai Upah Minimun Kota (UMK) Medan atau setara dengan honor di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain, beban yang ditanggung selama ini perlahan berkurang,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tahun depan Menteri Nadiem memberikan peluang kepada siapa guru honor yang ingin mengikuti tes P3K. Pihaknya memastikan tidak ada pembatasan kapasitas jumlah peserta hingga memprioritaskan seseorang.

“Jadi tidak ada lagi prioritas, siapa yang lebih duluan. Semuanya boleh mengambil tes, yang lulus boleh menjadi P3K,” ungkapnya.

Menteri Nadiem juga menyebut, bagi guru honor yang usianya di atas 35 tahun juga memiliki kesempatan untuk diangkat menjadi P3K. Bahkan jika gagal pada tes pertama, bisa mengulang tes kedua dan ketiga.

Kemendikbud akan menyediakan pembelajaran online secara mandiri. Di mana calon peserta bisa mengasah kemampuannya agar kemungkinan lulus seleksi lebih tinggi. Kemendikbud juga tidak akan mengendurkan standar lulus tes P3K, karena harus mempertahankan kualitas untuk kebaikan anak didik.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan