Keluarga Amuk Pembunuh Raja Adat Rianto Simbolon

WOL Photo
Iklan

SAMOSIR, Waspada.co.id – Polres Samosir menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Raja Adat, Rianto Simbolon (41), di halaman Mako Polres Samosir.

Berdasarkan adegan rekonstruksi itu turut dihadiri tim penasehat hukum korban dari Law Office Dwi Ngai Sinaga, yang juga Direktur LBH IPK Sumut, Rudi Zainal Sihombing, dan Benri Pakpahan.

Rekonstruksi sendiri dilakukan pukul 13.40 Wib hingga pukul 17.30 WIB turut dihadirkan anak almarhum Menanti Simbolon (18) pelajar kelas 3 SMA Negeri I Ronggur Ni Huta sebagai saksi.

Dari sejak awal hadir di Polres Samosir, Menanti tampak sedih serta berusaha menutupi kesedihannya dengan menutup wajahnya dengan topi hitam yang dikenakan.

Hingga saat rekonstruksi, Menanti yang awalnya terlihat tenang duduk tiba-tiba langsung mengamuk kepada salah satu tersangka, Pahala Simbolon (24) yang langsung memukulnya.

iklan

Melihat itu, sejumlah Tim Kejaksaan Samosir meminta agar Menanti jangan jadi saksi. “Bapak e, bapak e,. Boasa ipamate hamu Bapaki (kenapa kalian matikan Bapakku itu),” teriak Menanti sambil menangis meraung-raung memanggil ayahnya, Jumat (27/11).

Untuk menenangkan Minanti, kuasa hukum almarhum Dwi Ngai Sinaga meminta agar tenang serta membawa masuk ke ruang Polres Samosir.

“Tenang Boruku, lihat aku sekarang ini aku tulangmu. Ikhlaskan Bapak boruku, akan tulang kawal kasus ini, Tuhan juga melihat ini boruku,” ucap Dwi menenangkan Menanti yang tetap meraung-raung hingga mengundang sejumlah perhatian personil dan pegawai Polres Samosir kaum wanita hingga menitikkan air mata.

Dalam rekonstruksi itu, dihadirkan tersangka pembunuh ayahnya yakni Bilhot Simbolon (27), Tahan Simbolon (42), Parlin Sinurat (42), Justianus Simbolon (60) dan Pahala Simbolon (24). Sedangkan 1 orang lagi sedang diburu dan berstatus DPO.

Kini, semuanya hidup tanpa ayah dan ibu di rumah peninggalan orang tuanya di Ronggur Ni Huta. Ibunya sendiri sudah terlebih dulu meninggal pada tahun 2018 lalu. Sedangkan dua adiknya paling kecil dititipkan di panti asuhan.

Diketahui, ke lima tersangka pun memerangkan adegan pembantaian tersebut. Termasuk Justianus Simbolon (60) dengan kaki satu memerankan otak pembunuhan terhadap korban.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan