Kabupaten Samosir, Jutaan Jiwa Memiliki Kepentingan Denganmu!

foto: istimewa
Iklan

Oleh: Bornok Situmorang, S.E., M. Ak.

SECARA geografis, Kabupaten Samosir terletak di tengah Provinsi Sumatera Utara dan diapit oleh tujuh kabupaten yaitu Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Barat.

Beberapa keistimewaan Kabupaten Samosir yang membuat dia seksi untuk diperbincangkan dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Provinsi Sumatera Utara, antara lain: Pulau Samosir, pulau yang dijuluki sebagai negeri indah kepingan sorga itu, ada di Kabupaten Samosir tentu ditambah daratan di luar Pulau Samosir tepatnya ke arah selatan seberang Danau Toba.

Keseksian lainnya adalah Kabupaten ini sudah pasti meliputi sebagian besar Danau Toba, danau vulkanik terbesar di Indonesia dan sangat terkenal itu, yang juga pernah digadang-gadang akan disulap menjadi “Monaco of Asia”.

Danau indah ini memang terletak di tujuh kabupaten, tetapi Kabupaten Samosirlah yang paling beruntung sebab seluruh garis pantai di sisi bagian dalam Danau Toba sudah pasti menjadi bagian dari Kabupaten ini dan tentu saja posisi Kabupaten Samosir sangat strategis sebab berada di tengah-tengah.

iklan

Secara administratif, Kabupaten Samosir terdiri dari Sembilan kecamatan, seperti yang saya singgung sebelumnya, kecamatan yang berada di Pulau Samosir adalah Nainggolan, Onan Runggu, Palipi, Pangururan, Ronggur Nihuta dan Simanindo, sedangkan kecamatan yang berada di luar Pulau Samosir adalah Harian, Sianjur Mulamula dan Sitiotio.

Jadi sangat menarik untuk mengulas kabupaten yang satu ini, selain berbagai alasan yang saya sebutkan tadi, secara historis pun, kabupaten ini diyakini sebagai daerah asal muasal orang Batak dan alasan yang terakhir inilah yang menjadi alasan jika semua yang merasa dirinya orang Batak (bersuku Batak-red) yang dari hasil sensus penduduk tahun 2010 saja jumlahnya sudah 8.466.969 jiwa.

Sepantasnya juga akan merasa punya kepentingan terhadap Kabupaten Samosir termasuk dinamika yang terjadi di dalamnya, apalagi yang pusoknya masih ditanam di sana (lahir di Kabupaten Samosir-red), rasa kepemilikan kepentingan ini akan sangat kental.

Uraian di atas mau menjelaskan satu makna, bahwa Kabupaten Samosir tidak lepas dari perhatian seluruh dunia, karena di sana ada Pulau Samosir dan Danau Toba, orang Batak pun sebagai pemegang kepentingan, sudah menyebar ke seluruh dunia sehingga perhatian itu tentu sangat mendalam dan memiliki ikatan emosional.

Selanjutnya, jika merujuk pada teori keagenan (agency theory), berarti sebanyak 126.188 jiwa penduduk Kabupaten Samosir (BPS Samosir,2019) ditambah setidaknya 8 jutaan jiwa yang memiliki kepentingan (prinsipal) terhadap Kabupaten Samosir. Sementara pengelola (agen) dalam hal ini adalah mereka yang diberikan mandat oleh prinsipal, sebutlah Bupati, Wakil Bupati serta seluruh jajarannya.

Secara umum, hubungan antara pemilik kepentingan (prinsipal) dengan pengelola (agen) memang harus diatur secara profesional terutama dalam menjalankan hak dan kewajiban masing-masing. Teori keagenan begitu jelas menyatakan bahwa Prinsipal adalah pihak yang paling berhak memiliki kepentingan atas ‘objek’ yang pengelolaannya diserahkan kepada agen.

Namun, meskipun agen tidak lebih berhak atas kepemilikan kepentingan itu, tetapi agen ditengarai lebih kompeten, lebih mumpuni serta lebih memiliki kuasa untuk mengelola kepentingan yang dimaksud. Yang pasti, setelah kontrak hubungan Prinsipal-Agen disahkan, hak pengelolaan 100% telah berpindah dari prinsipal kepada agen.

Jauh sebelum kontrak tersebut disahkan, para pemegang kepentingan (prinsipal) ini tentu akan mencari agen-agen yang profesional untuk mengelola kepentingannya dengan profesional pula. Prinsipal tidak akan sembarangan menyerahkan kuasa kelola kepentingannya itu kepada sembarangan agen, ia sudah pasti memiliki kriteria seperti apa yang ia harapkan untuk mengelola kepentingannya itu.

Maka pencarian figur agen yang tepat menjadi sangat penting dan urgent dilakukan, disitulah kenapa prinsipal ini harus mengenal betul figur yang kepadanya akan dikuasakan hak pengelolaan kepentingannya.

Seperti apa pencarian dan penetapan figur ini dilakukan, tentu instrumen dan mekanismenya sudah ditetapkan oleh pemerintah. Bahkan sudah difasilitasi sedemikian rupa, sehingga Prinsipal cukup tunjuk saja sepasang figur dari beberapa pasang figur yang telah tersedia.

So, apa yang dapat dilakukan oleh Prinsipal? Tiada lain adalah membandingkan rekam jejak figur-figur tadi sehingga akan diperoleh figur yang paling profesional dan dapat dipercaya. Profesionalisme yang baik berasal dari Human Capital yang mumpuni. Human Capital menjelaskan kepada kita bahwa manusia bukanlah sekedar sumber daya manusianya (human), namun juga merupakan modal (capital) yang menghasilkan pengembalian (return).

Pada umumnya para ahli berpendapat bahwa human capital adalah perpaduan antara pendidikan, pelatihan, kebiasaan, pengalaman, energi dan inisiatif yang akan mempengaruhi produktifitas manusia. Sederhana sekali: sebagai Prinsipal, perhatikanlah rekam jejak calon agen yang akan ditunjuk!

Bagi para calon agen yang sudah menyodorkan diri, salut dan aplaus layak disematkan. Di tengah-tengah keterbukaan arus informasi dan transparansi publik yang semakin meningkat, sudah berani menyodorkan portofolionya untuk dibuka dan disaksikan bahkan dianalisis dan dijadikan materi diskusi oleh publik maupun Prinsipal.

Tentu, bukan pekerjaan mudah ke depan, menjadi agen yang dipercaya oleh jutaan prinsipal di seluruh dunia untuk menjadi agennya sebagai Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Samosir. Meskipun pada pelaksanaannya, jutaan prinsipal tadi juga mempercayakan harapannya kepada Prinsipal yang memiliki hal pilih.

Namun perlu diingat: jutaan prinsipal ini memiliki mimpi yang sama, yaitu merindukan Kabupaten Samosir yang lebih maju dan terus terang saja, indikator yang paling ditunggu ke depannya adalah profil penduduk Kabupaten Samosir dari tiga aspek: Pendidikan, Kesehatan dan Pendapatan yang menggembirakan dan membanggakan.

Selamat menentukan masa depan Kabupaten Samosir bagi para pemegang hak pilih, gunakan pikiran rasional untuk memilih agen kita. Go, Kabupaten Samosir!

*Penulis adalah Dosen Prodi Akuntansi Universitas Universal Batam, kelahiran Samosir

Iklan