Formasu Tolak HRS dan Ormas Agama yang Memicu Terpecahnya NKRI

(Ist)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Forum Masyarakat Sumatera Utara (Formasu) mendeklarasikan menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab dan Ormas Keagamaan yang dapat memicu terpecahnya persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bertindak di luar konstitusional, Jumat (27/11).

Sebelum melaksanakan deklarasi, kegiatan diisi tausyiah oleh Al Ustadz Agus Rizal. Ia menyebutkan, di dalam Al Quran, mengajak umat islam, menganjurkan dalam berdakwah dengan hikmah dengan bahasa yang baik yang menyentuh qolbu.

“Tidak kami utus Engkau Muhammad untuk menyebarkan Rahmatan Lil ‘Alamin. Rasulullah mengajarkan kesantunan dan toleransi hidup dan berdampingan. Tentunya, tanggung jawab kita bersama-sama untuk menjaga dan menciptakan Indonesia menjadi negeri yang baik,” ucapnya.

Dikatakan, banyak orator-orator yang memberikan statement yang menyudutkan marwah pemerintah dan ideologi negara.  Hal ini, tentunya harus  dicermati dengan cerdas dan kepala dingin.

“Masyarakat Indonesia, masyarkat majemuk dan jangan dipecah-pecah. Perbedaan itu harus ditanggapi dengan bijaksana. Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita kepada orang lain. Jangan sampai sistem dakwah merusak image islam,” ucapnya.

iklan

Menururnya, penolakkan terhadap Rizieq Shibab merupakan hal yang wajar. Karena dalam Islam diajarkan, bila  tamu itu, merusak tatanan di sebuah kampung , maka wajib bereaksi dan jangan diam.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Formasu, Dyan Syahputra mendoakan Habib Rizieq Shihab menjadi sosok yang penyabar. “Ya Allah berikanlah kepada Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab agar bersikap sabar, lemah lembut dan mampu menahan hawa nafsu yang dapat mengadu domba umat-Mu.”

Dia menegaskan bahawa Islam menyebar ke seluruh dunia. Hal ini sesuai firman Allah Ta’ala dalam Al Quran Surah Al Imron ayat 159 yang artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu,” kata Dyan mengutip Al Quran.

“Kami tidak membenci beliau kami cuma hanya mengingatkan sebagai sesama umat Islam,” katanya di sela-sela acara deklarasi di Cafe Meener Medan.

“Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran,” tegas Dyan Syahputra, kembali mengutip Firman Allah.

Selanjutnya Formasu mendeklarasikan sikapnya bersama seluruh pengurus dan elemen masyarakat. “Dengan mengucap Bismillah….Kami Formasu mendeklarasikan bahwa;

1.Formasu menentang HRS yang ceramahnya berpotensi mengganggu Kamtibmas dan memunculkan ekstrimisme. Sebagaimana baru baru ini HRS berceramah tentang potong kepala.

Formasu tidak sentimen terhadap HRS dan tidak sentimen terhadap FPI, Tetapi Formasu sentimen terhadap tokoh agama yang memprovokasi munculnya ekstrimisme dan terorisme.

2.Terkait Pencopotan Baliho oleh TNI, Formasu mendukung penuh TNI Polri dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara.

3.Aparat tidak perlu ragu dalam menindak karena masyarakat bersama kalian dalam menghadapi para pemecah belah bangsa.”

Formasu menilai, HRS dan pengikutnya kerap kali melanggar protokol Covid 19, Formasu juga menuntut adanya tindakan hukum sesuai peraturan yang berlaku. (wol/rls/ags)

Iklan