EDITORIAL: Vaksin Covid-19 Molor Lagi

Ilustrasi vaksin Covid-19. (AFP/JOEL SAGET)
Iklan

Waspada.co.id – LONJAKAN kasus positif Covid-19 di Indonesia masih mengalami trend fluktuatif (naik turun), dan belum dapat dipastikan kapan puncak pandemi ini akan terjadi.

Untuk itu, demi mengantisipasi sebelum pandemi ini mengalami puncaknya, alangkah baiknya bila pemerintah melakukan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakatnya, atau paling tidak memiliki vaksinnya terlebih dulu.

Namun sejauh ini, vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat masih terus mengalami pengunduran. Sebut saja awalnya vaksinasi akan dilakukan pada November ini, tapi akhirnya diundur pada Desember nanti. Lalu ada wacana baru bila vaksinasi Covid-19 akan dilakukan pada awal 2021 mendatang, karena waktu uji klinis vaksin yang cukup panjang.

Sebelumnya, pemerintah lewat Kementerian Kesehatan mengungkapkan ada 107 juta orang yang akan menerima vaksin Covid -19. Skema pemberian vaksin Covid-19 -19 Indonesia terbagi dua, yakni program pemerintah dan vaksin mandiri.

Lalu, total sasaran 107 juta orang dengan total dosis 246.575.051 dosis. Ini dua dosis per orang dengan menambahkan wastage rate 15 persen.

iklan

Kementerian Kesehatan RI juga menyebut, vaksin Covid-19 Indonesia program pemerintah diberikan gratis kepada 32 juta orang. Sementara vaksin Covid-19 Indonesia mandiri diberikan kepada 75 juta orang.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun, vaksin program pemerintah akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, pelayan publik, dan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sementara peserta mandiri berasal dari masyarakat lainnya.

Kembali kepada jadwal vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengatakan program vaksinasi massal Covid-19 akan dilakukan segera pada Desember 2020 atau Januari 2021.

Vaksin tersebut akan masuk ke Indonesia pada akhir November baik dalam bentuk vaksin jadi maupun bahan baku yang akan diolah PT Bio Farma (persero).

Lantas, sebelum benar-benar disuntikkan, vaksin yang masuk ke Indonesia tersebut harus melewati beberapa tahapan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum akhirnya diizinkan digunakan untuk keperluan darurat dan massal.

Sementara itu, Ahli epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman ragu bahwa program vaksinasi massal Covid-19 bisa dilakukan sesegera mungkin. Karena memang program vaksinasi ini membutuhkan waktu dan proses yang tidak mudah.

Di sisi lain, sejauh ini, ada dua vaksin yakni Pfizer dan Moderna yang sudah melaporkan perkembangan baik terkait uji klinisnya dengan efektivitasnya sekitar 90 persen.

Memang pengunduran vaksinasi Covid-19 ini dapat dimaklumi, mengingat uji klinis yang dilakukan oleh pihak berwenang harus benar-benar clear. Dan untuk meng-clear-kan itu, membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Hanya saja di sisi lain, pemerintah harusnya bisa mengambil langkah yang bijak dan tepat sehingga vaksinasi Covid-19 bisa dilakukan tepat waktu. Ingat bahwa ini menyakut nyawa ratusan juta jiwa rakyat Indonesia. (***)

Iklan