EDITORIAL: Debat Pilkada Medan Bukan Ajang Menghafal Data

WOL Photo
Iklan

Waspada.co.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan sudah menjalani sesi debat yang kedua pada pekan lalu, tepatnya Sabtu (21/11) lalu dengan membahas tentang peningkatan pelayanan publik. Sementara sebelumnya, debat pertama yang dilakukan pada Sabtu (7/11) membahas seputar peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Masih dengan mekanisme debat yang sama. Debat yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan ini digelar dengan beberapa sesi, yang dimulai dari pemaparan visi misi, masing-masing paslon diberikan pertanyaan oleh panelis, dan kedua paslon diberikan kesempatan untuk adu argumen melalui sesi tanya jawab.

Untuk pembahasan pada debat ini juga normatif, seputar tema, visi misi dan program dari kedua paslon. Lantas, dari dua kali sesi debat tersebut, kedua paslon baik Bobby Nasution dan Aulia Rachman serta Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi terkesan sebagai ajang unjuk hafalan data.

Terbukti, dari hasil pengamatan yang dilakukan, sejauh ini baik paslon satu maupun dua kerap kali berbicara seperti menghafal data. Seakan tidak ada gagasan atau ide-ide yang secara tegas disampaikan kepada publik melalui layar televisi.

Muatan dari debat yang dilakukan juga hanya sebatas perang data, bak dari pihak petahana yang mengklaim kerja kerasnya sudah baik. Maupun dari pihak lawan yang notabene orang baru, dengan mengkritisi sejumlah kebijakan petahana dalam memimpin Kota Medan beberapa tahun terkahir ini.

iklan

Padahal seperti diketahui bila digelarnya debat kandidat untuk pasangan calon yang akan bersaing dalam pemilihan kepala daerah, baik kabupaten maupun kota bertujuan agar masyarakat tidak salah memilih. Karena memang debat kandidat ini digelar sesuai dengan amanat Peraturan KPU Nomor 4 tahun 2017.

Masyarakat harus tahu visi, misi dan program yang diusung para pasangan calon yang akan memimpin Kota Medan lima tahun ke depan. Sehingga masyarakat diharapkan jangan sampai salah memilih pemimpin.

Untuk itu diharapkan pula agar pada debat ketiga nanti, Sabtu (5/12) mendatang, kedua paslon mampu dengan tegas memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh panelis.

Boleh membawa data, agar tidak salah dalam menjawab, hanya saja harus juga ada tawaran-tawaran ide maupun gagasan baru untuk masyarakat. Kenapa? agar Kota Medan ini bisa lebih maju lagi ke depannya.

Tercatat sebanyak dua paslon bakal bertarung dalam memperebutkan posisi sebagai wali kota dan wakil wali kota Medan, untuk periode 2021-2024. Kedua paslon tersebut masing-masing, Boby Nasution-Aulia Rachman yang didukung delapan partai politik. Di antaranya PDIP, Gerindra, PAN, Golkar, PPP, Masdem, PSI, dan Hanura.

Sementara pasangan Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi didukung hanya dua partai politik saja. Yakni Partai Demokrat dan PKS. (***)

Iklan