Dugaan Korupsi DAPM Kecamatan Padang Bolak Julu Rugikan Negara Rp2,9 M

WOL Photo
Iklan

PALUTA, Waspada.co.id – Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara (Paluta), menggeledah Kantor DAMP (Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat) Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Paluta. Penggeledahan ini untuk melengkapi bukti kasus dugaan korupsi yang terindikasi merugikan negara Rp2,9 miliar.

Kajari Paluta Andri Kurniawan SH MH, melalui Kasi Pidsus Hindun Harahap SH MH, mengatakan kasus mulai ditangani pada awal bulan Agustus 2020. Dijelaskannya, ada dugaan penyimpangan terkait proses simpan pinjam di DAMP Kecamatan Padang Bolak tersebut.

“Penyelidikan kita mulai awal bulan Agustus 2020 ini. Hasil pemeriksaan sementara ditemukan ada potensi atau indikasi kerugian negara mencapai Rp2,9 miliar, disebabkan karena setoran SPP dari kelompok tidak disetorkan setiap bulannya ke rekening Simpan Pinjam Perempuan (SPP) oleh Unit Pengelola Keuangan (UPK). Sehingga setoran SPP dari kelompok banyak dipergunakan oleh yang menerima setoran untuk keperluan pribadinya, yaitu pengurus DAPM Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara tahun anggaran 2016 s/d 2020,” katanya kepada Waspada Online, Kamis (26/11).

Okto Silaen SH MH menambahkan, pengeledahan berdasarkan surat perintah penyidikan yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara. “Dan saya sendiri ditunjuk langsung sebagai Ketua Tim Penyidik,” ucapnya.

Di mana penggeledahan yang dilakukan di tiga tempat berbeda kali ini, dilakukan untuk mencari bukti terkait penyaluran dana simpan pinjaman perempuan yang diberikan kepada beberapa kelompok di Kecamatan Padang Bolak Julu

iklan

“Dari penggeledahan tersebut kita berhasil mendapatkan beberapa dokumen penting terkait DAMP Kecamatan Padang Bolak Julu,” tambahnya.

“Jadi untuk proses selanjutnya kita tunggu aja dulu apa hasil dari penyidikan kita hari ini. Karena kita harus periksa dan analis dulu alat-alat bukti yang kita sita dari ketiga tempat,” pungkasnya.(wol/bon/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan