Dalam Sehari, 9 Gugatan Trump Soal Pemilu AS Ditolak

Donald Trump. (AP/Alex Brandon)
Iklan

WASHINGTON, Waspada.co.id – Sembilan gugatan yang diajukan tim dan pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal hasil pemilihan presiden yang dianggapnya curang telah ditolak pengadilan atau dicabut.

Seluruh gugatan itu diajukan di sejumlah negara bagian kunci demi menyerang kemenangan pesaingnya, presiden terpilih, Joe Biden.

Nahasnya, sembilan gugatan tersebut seluruhnya ditolak dalam sehari yakni pada Jumat (13/11). Tim kuasa hukum kampanye Trump juga mencabut beberapa gugatan tersebut

Dilaporkan sebagian besar gugatan tersebut didasari atas asumsi bahwa surat suara yang kosong dan sejumlah mis-manajemen menyebabkan kecurangan pemilu yang meluas yang tidak disertai bukti konkret.

Selain itu, sejumlah gubernur negara bagian juga menyatakan bahwa kecurangan yang dimaksudkan tim kampanye Trump tidak terjadi pada pemilu tahun ini. Sebagai rincian, enam gugatan yang diajukan tim kampanye Trump di Kota Montgomery dan Philadelphia di Pennsylvania kalah.

iklan

Keenam gugatan itu terkait 9.000 surat suara kosong yang disebut kemungkinan dibuang. Namun, hal itu tidak terbukti.

Tim kampanye Trump juga mencabut gugatan yang diajukan di Arizona. Gugatan itu semula diajukan untuk meminta peninjauan kembali penghitungan seluruh surat suara.

Namun, tim kuasa hukum Trump mencabut gugatan tersebut karena kemenangan Biden di negara bagian tersebut tidak akan berubah meski dilakukan peninjauan kembali.

Gugatan seorang kandidat Partai Republik dan sejumlah pemilih di Pennsylvania terkait tudingan bahwa surat suara yang kosong datang sehari setelah pemilu juga kalah. Mereka tidak melanjutkan gugatan lantaran tidak memiliki kemampuan untuk menuntut.

Sementara itu, satu gugatan serupa sampai saat ini masih menunggu keputusan Mahkamah Agung. Selain itu, gugatan sejumlah pengamat pemilu di Michigan terkait penghentian sertifikasi suara di Detroit juga kalah. Seorang hakim menolak tuduhan kecurangan dalam pemilu di wilayah itu.

Sebuah firma hukum yang menuntut proses pemilu di Pennsylvania juga mencabut gugatanya. “Tim kampanye Trump terus berharap menemukan hakim yang memperlakukan tuntutan hukum mereka seperti kicauan Twitter (hal yang tidak serius),” kata seorang profesor Loyola Law School, Justin Levitt.

“Secara berulang, setiap orang dengan jubah (hakim) yang mereka temui selalu berkata ‘maaf, kami memberlakukan hukum di sini’,” paparnya menambahkan.

Meski banyak gugatan yang gagal, tim kampanye Trump dan pendukungnya masih terus berupaya memblokir kemenangan Biden di beberapa negara bagian seperti Wisconsin, Michigan, dan Pennsylvania melalui berbagai kasus.

Salah satu pihak yang berupaya mengajukan gugatan lagi adalah sekelompok pemilih dari Wisconsin. Gugatan mereka berpendapat bahwa hasil pemilu di seluruh negara bagian yang dimenangkan Biden harus dibatalkan karena analisis data mungkin menunjukkan bahwa beberapa surat suara, terutama yang kosong, seharusnya tidak dihitung.

Namun, lagi-lagi gugatan tersebut tidak disertai bukti atau saksi mata yang mendukung tuduhan mereka bahwa sejumlah surat suara ilegal masuk dalam perhitungan di Wisconsin. Meski begitu, para penggugat berjani bahwa “bukti akan segera disertakan ketika dokumen yang relevan sudah final dan tersedia”.

Seperti diketahui, Trump menolak mengakui kemenangan Biden dalam pemilu kemarin. Trump beserta tim kampanye menegaskan bakal menempuh jalur hukum untuk menolak hasil pilpres yang memenangkan Biden.

Ia dan timnya menuduh terjadi kecurangan di Pennsylvania dan negara bagian lain yang memenangkan perolehan suara Biden.

Namun, sejauh ini, tim Trump belum membuktikan apa-apa di pengadilan soal klaim kecurangan tersebut. Selain menuntut hasil pemilu ke pengadilan, Trump dan pemerintahannya disebut berupaya mempersulit proses transisi pemerintahan kepada Biden. (wol/ari/cnnindonesia/d2)

Iklan