Bawaslu Klaim Pembubaran Kampanye Langgar Prokes Covid-19 Semakin Menurun

Foto: Ilustrasi Pilkada (Antara/Embong Salampessy)
Iklan
agregasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyampaikan bahwa pembubaran kegiatan kampanye Pilkada serentak 2020, karena melanggar protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, tren angkanya menunjukan penurunan.

Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin menyampaikan bahwa setiap 10 hari, pihaknya selalu melaporkan hasil pengawasan terkait pelaksanaan kampanye di Pilkada serentak 2020. Salah satu yang dilaporkan tentang pelanggaran prokes Covid-19 dalam kegiatan kampanye tersebut.

“Semakin ke sini sebenarnya tren pembubaran semakin sedikit,” kata Afif dalam diskusi 4 Pilar bertajuk ‘Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pilkada 2020 Demi Selamatkan Demokrasi’ yang digelar di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2020).

Koordinator Divisi Bidang Pengawasan Bawaslu ini memaparkan, pada 10 hari pertama yakni tanggal 26 September-5 Oktober dimana pada saat kampanye dimulai, surat peringatan dikeluarkan sebanyak 70 kali, sementara pembubaran kegiatan sebanyak 48 aktivitas.

Pada 10 hari kedua atau periode 06-15 Oktober, Bawaslu telah mengeluarkan sebanyak 233 surat peringatan dan 35 pembubaran kegiatan kampanye yang melanggar protokol kesehatan. Sementara, pada 10 hari ketiga atau periode 16-25 Oktober, Bawaslu mengeluarkan sebanyak 306 surat peringatan dan 25 kegiatan dibubarkan.

iklan

Sedangkan pada 10 hari keempat atau periode 26 Oktober-04 November, Bawaslu telah mengeluarkan sebanyak 300 surat peringatan dan 33 pembubaran kegiatan kampanye. Dan, pada 10 hari kelima atau periode 5-14 November kemarin, Bawaslu telah mengeluarkan 381 surat peringatan dan 17 kegiatan kampanye dibubarkan.

“Artinya apa? Bisa jadi para peserta ini juga memahami sebenarnya situasi kampanye, situasi tatap muka ini pasti akan dibubarin. Sehingga ketika surat sudah kita layangkan, mereka bubar sendiri,” pungkasnya.

Iklan