Aulia Ributi Gaji di RSUD Dr Pirngadi Terlambat, Akhyar: BPJS Nunggak

foto: istimewa
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Putaran ke dua debat kandidat Pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan saling mengadu pertanyaan terkait penanganan Covid-19.

Paslon nomor urut 02, Bobby -Aulia mempertanyakan keterlambatan gaji para tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan.

Pertanyaan tersebut disampaikan Calon Wakil Wali Kota Medan nomor 02, Aulia Rachman dalam debat kandidat dengan tema khusus penanganan Covid-19, di Hotel Grand Mercure Medan, Sabtu (21/11).

“Berangkat dari apa yang kami temukan, terkait pekerja RSUD Pirngadi Medan yang gajinya bisa tertunda, dan kenapa para dokter bisa ke luar?” tanya Aulia kepada paslon nomor urut 01.

Menanggapi pertanyaan yang dilontarkan Aulia, Akhyar tidak membantah dan mengakui memang terjadi tunggakan pembayaran kepada para pekerja medis di rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan itu.

iklan

“Memang benar, pembayaran honor petugas medis tertunda, sebab pembayaran BPJS juga tertunda sekian lama. Salah satu pendapatan RSUD Pirngadi Medan itu dari BPJS,” ucap calon petahana ini.

Lebih lanjut Akhyar mengatakan, jika pembayaran atas klaim BPJS tidak tertunda, maka pembayaran terhadap para tenaga kesehatan tidak akan tertunda.

Ia juga meminta badan layanan umum dilayani dengan baik oleh BPJS.

“Untuk itu kita minta BPJS tidak berbelit dalam membayar klaim terhadap rumah sakit yang ada di Kota Medan,” sebutnya.

Senada dengan Ahkyar, Calon Wakil Wali Kota Medan, Salman Alfarisi menambahkan bahwa Pemko Medan telah mengeluarkan anggaran senilai Rp95 miliar sebagai dana bantuan terhadap iuran Peserta Bantuan Iuran (PBI).

“Semestinya BPJS yang dikelola oleh pusat, segera mungkin menyalurkan klaim rumah sakit dan Puskesmas. Sehingga perawat dan tenaga medis tidak tertunda pembayarannya,” ujar mantan Wakil DPRD Sumut itu.

Mendengar jawaban yang dilontarkan paslon 01, Aulia Rachman merasa tidak puas dengan jawaban yang diberikan, menurutnya persoalan utama keterlambatan pembayaran gaji pekerja RSUD Dr Pirngadi Medan bukan lantaran keterlambatan klaim.

“Kalau hanya masalah BPJS, saya pikir gaklah. Yang ada itu karena pemimpinnya tidak tahu kondisi di bawah. Terjadi perselisihan antara Dinas Kesehatan dengan Direktur Pirngadi, ini yang menyebabkan keterlambatan,” ungkap Aulia Rachman.

Aulia juga menyarankan, semestinya sebagai pemimpin (Wali Kota), harus lebih tahu dan lebih jeli.

“Ini menjadi kendala besar bagi kita di bawah. Bahkan, penerimaan upah dari gaji itu di bawah UMK,” pungkasnya. (wol/man/d2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan