Aplikasi Medan Clean Track Dihentikan, Satu Langkah Mundur Pemko Medan

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Calon Walikota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution mempertanyakan keberadaan aplikasi Medan Clean Track yang dihentikan Pemko Medan, tahun lalu. Padahal, aplikasi ini dinilai merupakan solusi efektif dalam menangani masalah sampah di Medan menuju Medan Smart City.

Hal itu dipertanyakan Bobby dalam sesi debat kedua pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan 2020 di Medan, Sabtu (21/11) pekan lalu. Bobby berulang kali melemparkan pertanyaan tersebut kepada pasangan calon nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dalam sesi debat.

“Katanya hari ini Medan sudah digital. Tetapi ini bukan soal website saja. Ada aplikasi yang bagus untuk mendeteksi truk-truk sampah kita sudah sampai dimana, malah dihapus,” kata Bobby usai debat.

Dia mengakui, aplikasi yang dikembangkan tersebut sangat baik sebagai solusi penyelesaian masalah sampah di Kota Medan. Sebab, selama ini masalah sampah merupakan masalah yang tak kunjung diselesaikan oleh Pemko Medan.

Adapun aplikasi Medan Clean Track tersebut, telah dirilis tahun lalu. Namun hanya beberapa bulan dioperasikan, aplikasi itu justru dihentikan tanpa alasan yang jelas.

iklan

Menurut Bobby, aplikasi ini merupakan aplikasi yang baik dalam penanganan sampah, termasuk aplikasi yang mendukung Kota Medan menuju Smart City. Namun sangat disayangkan, aplikasi yang baik tersebut justru dihentikan.

Sebagai catatan, aplikasi ini merupakan aplikasi yang bisa melacak keberadaan armada truk pengangkut sampah di Medan, mulai dari lokasi pengangkutan hingga TPA. Aplikasi ini memungkinkan Pemko Medan mengetahui secara pasti penggunaan truk sampah tersebut, sekaligus meminimalisir penggunaan truk pengangkut sampah untuk keperluan lain.

Aplikasi ini juga bisa digunakan masyarakat untuk melaporkan atau mengadukan soal penanganan sampah di wilayah mereka masing-masing. Pesan tersebut akan diteruskan ke pihak kecamatan, dan kemudian diteruskan kepada truk terdekat untuk mengangkut sampah dari pemukiman warga.

Namun, penghentian aplikasi tersebut oleh Pemko Medan, apalagi tanpa alasan yang jelas, menurut Bobby merupakan satu langkah mundur yang ditempuh Pemko Medan. Akhyar sendiri, yang waktu itu menjadi pelaksana tugas Walikota Medan, tak memberi jawaban atas pertanyaan Bobby itu.

Dalam sesi debat tersebut, pasangan Akhyar-Salman justru lebih memilih menjawab pertanyaan lain, salah satunya soal keterlambatan penggajian tenaga medis di RS Pirngadi Medan.

“Aplikasi ini sudah bagus. Malah diberhentikan pada 2019. Ini yang kami pertanyakan,” tambah Bobby.

Iklan