Akhyar Pertanyakan APBD Rp30 T, Limbah Air Domestik Bisa Tingkatkan PAD, Hakim PN Medan Kembali Terpapar Covid

Foto: Istimewa
Iklan

Waspada.co.id – Calon Wali Kota Medan nomor urut 01, Akhyar Nasution, mempertanyakan pernyataan calon Wali Kota Medan dari pasangan nomor urut 02 Bobby Nasution perihal angka Rp30 triliun. Pasalnya penyebutan angka yang fantastis tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan, mengingat setiap tahunnya Pemko Medan tidak mensahkan APBD lebih dari Rp6 triliun.

Saling melempar pertanyaan pun terjadi begitu seru di acara debat langsung putaran kedua, calon Wali Kota Medan yang diselenggarakan KPU Medan di Hotel Grand Mercure, Sabtu (21/11) malam.

Baca selengkpanya

Limbah Air Domestik Bisa Meningkatkan PAD

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan Surianto SH, menyebut bahwa masyarakat perlu mengetahui Perda 14/2016 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik. Sebab, jika diketahui isi dari perda tersebut, mengatur bagaimana pemerintah kota mengendalikan air limbah domestik hingga bernilai ekonomis dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

iklan

Tidak hanya itu, perda ini juga mengatur boleh dan tidaknya jika ada masyarakat, perusahaan maupun institusi yang melanggar aturan. Pernyataan ini disampaikan pria yang akrab disapa Butong, saat mengelar sosialisasi Perda 14/2016 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik di Lingkungan I Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan, Minggu (22/11)

Baca selengkapnya

Hakim PN Medan Kembali Positif, Humas: Sudah di Isolasi

Jumlah hakim yang terpapar Covid-19 di Pengadilan Negeri Medan terus bertambah. Hal itu pun dibenarkan Humas PN Medan Tengku Oyong, saat dikonfirmasi Waspada Online, Minggu (22/11) siang.

Tengku Oyong mengatakan, Hakim PN Kelas I A Khusus inisial MM dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19. Pasalnya sudah beberapa hari tidak masuk bertugas sebagaimana biasanya.

Baca selengkapnya

(wol/mrz/data3)

Iklan