Wakil Presiden Dinyatakan Positif Corona, India Catat Pertambahan 2,5 Juta Kasus dalam Sebulan

Wapres India, M. Venkaiah Naidu (AP PHoto)
Iklan

NEW DELHI, Waspada.co.id – Wakil Presiden (Wapres) India, M Venkaiah Naidu, dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19). Total kasus Corona di India kini melampaui 6,2 juta kasus, dengan lebih dari 97 ribu kematian.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (30/9/2020), Wapres Naidu dinyatakan positif Corona pada Selasa (29/9) waktu setempat. Naidu disarankan untuk menjalani karantina mandiri di rumah.

Kantor Wapres India dalam pernyataannya menyebut Naidu yang berusia 71 tahun ini tidak mengalami gejala-gejala Corona (asymptomatic) dan kini dalam kondisi kesehatan yang baik.

Bulan lalu, Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, dinyatakan positif Corona dan telah sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan India baru saja melaporkan 80.472 kasus Corona dalam 24 jam terakhir. Angka ini menunjukkan penurunan dari rekor tertinggi dua pekan lalu.

iklan

Dengan tambahan tersebut, total kasus Corona di India saat ini mencapai 6.225.763 kasus. Dengan angka itu, India masih menempati peringkat kedua sebagai negara dengan total kasus Corona terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat (AS) yang sejauh ini melaporkan lebih dari 7,1 juta kasus.

Laporan Kementerian Kesehatan menyebut India mencatat tambahan 2,5 juta kasus Corona sepanjang bulan September ini.

Kementerian Kesehatan India juga melaporkan 1.179 kematian dalam 24 jam terakhir. Total kematian akibat Corona di India kini mencapai 97.497 orang.

Untuk jumlah pasien Corona yang sembuh, India masih menempati peringkat atas. Data penghitungan terbaru Johns Hopkins University (JHU) menunjukkan 5.187.825 pasien Corona di India dinyatakan telah sembuh. Ini berarti, angka kesembuhan Corona di India kini mencapai 83 persen.

India saat ini masih menangani kurang dari 1 juta kasus Corona yang masih aktif. Setiap harinya, India mampu menggelar lebih dari 1 juta tes Corona di wilayahnya. (ap/data2)

Iklan