Trump Tolak Debat Virtual, Debat Kedua Capres AS Dibatalkan

Debat Capres perdana Presiden Amerika Serikat. (dok. AP Photo)
Iklan

Waspada.co.id – Komisi Debat Calon Presiden Amerika Serikat (CPD) akhirnya memutuskan untuk membatalkan debat kedua antara Donald Trump dan Joe Biden setelah Trump tertular virus corona (Covid-19).

Lantaran, calon petahana presiden AS itu menolak untuk melakukan debat virtual di tengah kekhawatiran atas diagnosis Covid-19 padanya.

Pembatalan ini menjadi keputusan puncak usai komisi dan kedua calon bolak-balik berdiskusi selama 48 jam terakhir. Keputusan itu juga memungkinkan debat ketiga pada 22 Oktober mendatang akan menjadi pertemuan terakhir antara dua kandidat.

“Sekarang jelas tidak akan ada debat pada 15 Oktober, dan CPD akan mengalihkan perhatiannya pada persiapan untuk debat terakhir presiden yang dijadwalkan pada 22 Oktober,” kata komisi dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir CNN.

Kamis (8/10) lalu, dengan dukungan dari penasihat kesehatan mereka, komisi mengumumkan bahwa -karena Trump dinyatakan positif terkena virus corona- debat yang dijadwalkan di Miami akan diadakan secara virtual, dengan kedua kandidat muncul dari dua lokasi terpisah.

iklan

Trump dengan cepat menolak rencana itu, dengan mengatakan dia tidak akan muncul.

“Saya tidak akan melakukan debat virtual. Saya tidak akan membuang waktu saya untuk debat virtual,” kata Trump di Fox Business, Jumat kemarin.

Menanggapi pembatalan Trump, seorang juru bicara Biden dengan cepat mengatakan bahwa mereka akan menyetujui format virtual untuk acara Kamis mendatang. Mereka bahkan siap untuk tetap menjawab pertanyaan debat, sekalipun tanpa Trump.

“Wakil Presiden Biden berharap untuk menyampaikan argumennya kepada rakyat Amerika tentang bagaimana mengatasi pandemi ini, memulihkan kepemimpinan Amerika dan aliansi kami di dunia, serta menyatukan rakyat Amerika,” kata Andrew Bates, juru bicara kampanye Biden, dalam sebuah pernyataan Jumat (9/10).

Dia lanjut menyatakan, “Sangat memalukan bahwa Donald Trump menghindari satu-satunya debat di mana para pemilih dapat mengajukan pertanyaan – tetapi itu tidak mengherankan.” (cnn/data2)

Iklan