Terkait Laporan Soal Ancaman Cabut BPJS, Salman: Tidak Perlu Ditanggapi

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Calon Wakil Wali Kota Medan, Salman Alfarisi, merespon laporan seorang warga ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait Bantuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang akan dicabut karena memihak pada paslon tertentu pada Pilkada Medan.

Dikatakan, partai politik tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penonaktifan BPJS. Sebab Program BPJS adalah program pemerintah pusat. Demikian dikatakan Salman Alfarisi saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (29/10).

“Partai Kesejahteraan Sejahtera (PKS) sebagai partai politik tidak mungkin punya kewenangan untuk mencabutnya. Karena itukan program pemerintah,” tegasnya.

Lebih lanjut Salman menyebutkan, tidak mengetahui pasti motif perihal video yang beredar dari warga Medan tersebut. Meskipun seperti itu, ia menganggap fenomena itu sangat wajar terjadi di masa pilkada.

“Apa tujuannya saya tidak tahu, yang pastinya ini masa Pilkada Medan jadi wajar kalau ada video semacam itu,” sebutnya.

iklan

Menurutnya, masyarakat Kota Medan sudah cukup cerdas untuk menyikapi persoalan seperti itu. tuduhan terhadap PKS bahkan sampai ke pasangan Akhyar – Salman dianggapnya sebagai proses edukasi politik kepada masyarakat.

“Apapun tuduhan terutama kepada PKS bahkan ke pasangan Aman. Kita anggap sebagai proses edukasi politik. Dan kejadian tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan,” ungkapnya.

Diketahui, warga yang melapor ke kantor Bawaslu terkait akan dicabut BPJS-nya merupakan warga dari Kecamatan Medan Barat bernama Kaisem. Ia telah menyampaikan laporannya ke Bawaslu sejak Selasa 27 Oktober 2020.(wol/man/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan