Tak Ada Hal Meringankan, PT Medan Hukum Mati Dua Kurir Sabu 30 Kg

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Medan memperkuat putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan atas putusan mati dua terdakwa kurir sabu 30 kg asal Aceh.

Kedua terdakwa yakni, Syarifuddin M Jafar alias Pudin (41), warga Dusun Meunasah, Desa Seuneubok Lapang, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, dan Saifuddin alias Udin (43) warga Dusun Paloh Lada, Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Penguatan putusan mati kedua terdakwa berdasarkan putusan majelis hakim PT Medan, tertanggal 20 Oktober Nomor 1539/Pid.Sus/2020/PT MDN, majelis hakim yang Diketuai Linton Sirait SH MH, dengan hakim anggota DR Henry Tarigan SH MHum, dan hakim anggota Wawan Karya SH MHum, menyatakan menguatkan putusan sebelumnya.

“Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 804/Pid.Sus/2020/PN Mdn, tanggal 13 Juli 2020 yang dimintakan banding tersebut,” ujar majelis hakim yang Diketuai Linton Sirait SH MH seperti dilansir dari sistem penelusuran perkara PT Medan, Senin (26/10).

Hakim PT Medan sependapat dengan putusan sebelumnya karena tidak ada ditemukan hal yang meringankan bagi kedua terdakwa.

iklan

Kedua terdakwa juga diyakini terbukti bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menjual narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram, sebagaimana dakwaan primer, Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya, majelis hakim PN Medan yang Diketuai Ahmad Sayuti SH MH menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa Syarifuddin alias Udin dan terdakwa Saifuddin alias Udin di ruang Cakra 8 PN Medan pada Senin (13/7) lalu.

Majelis hakim Ahmad Sayuti sependapat dengan JPU dari Kejatisu Maria Tarigan yang menilai bahwa kedua terdakwa melanggar ketentuan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menanggapi putusan tersebut, penasihat hukum kedua terdakwa, Sri Wahyuni SH mengaku mengaku belum menerima surat pemberitahuan apapun dari PN Medan.

“Kami belum menerima pemberitahuan atau setidaknya petikan putusan Pengadilan Tinggi Medan dari yang berwenang dalam hal ini Pengadilan Negeri Medan. Jadi kalau sekarang belum bisa kita sampaikan upaya hukum selanjutnya, kita tunggu dulu apa isi putusannya,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Tarigan kasus berawal pada 11 November 2019 lalu. Terdakwa Syarifuddin dihubungi oleh seseorang yang bernama Nanda dan mengajak kerja antar sabu ke Kota Medan.

Selanjutnya, terdakwa Syarifuddin mengajak terdakwa Udin dengan mengatakan apabila sabu tersebut telah sampai ke tangan penerima, mereka akan mendapat upah senilai Rp40 juta.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan