Pjs Wali Kota Telusuri Pengusiran Satgas Covid-19 di Medan Tuntungan

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan, Arief Sudarto Trinugroho, mengaku heran dengan sikap warga yang menolak ditertibkan saat menggelar even kicau burung di Lapangan APBN Sumut, Jalan Kasmala, Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Minggu (25/10) kemarin.

Menurut informasi yang ia terima, Satgas Covid-19 Medan Tuntungan tengah melaksanakan tugas menegakkan Perwal 27/2020 di kawasan tersebut dan diduga melanggar protokol kesehatan. Katanya hal semacam itu tidak boleh terjadi, sebab, dalam menjalankan tugas, Satgas Covid-19 dilindungi oleh undang-undang.

“Itu tak boleh terjadi, kita menjalankan tugas. Ada Undang-undang Karantina, UU wabah penyakit, semuanya. Ini akan dibicarakan, karena kejadiannya semalam,” kata Arief usai menghadiri sidang paripurna di gedung DPRD Medan, Senin (26/10).

Perihal penolakan itu, Arief mengaku tak ingin buru-buru memberikan sanksi kepada masyarakat yang mengusir Satgas Covid-19 Kecamatan Medan Tuntungan. Ia berharap, kejadian itu tidak terulang kembali di masa akan datang.

“Masyarakat yang langgar aturan itu ada sanksi, tapi tentu sanksi langkah terakhir. Kita minta jangan lagi seperti itu, kita akan evaluasi juga,” sebutnya.

iklan

Lebih lanjut dijelaskan, kejadian itu bermula dari masyarakat yang melaporkan ada kegiatan kicau burung di Lapangan APBN, Medan Tuntungan. Atas dasar laporan itu, tim lantas bergerak mengunjungi lokasi kegiatan.

“Ngawur panitia yang buat kegiatan ini akan kita bahas. Kita evaluasi jangan terjadi lagi seperti itu dan kalau terjadi langkah kita seperti apa, itu harus jelas, termasuk penguatan untuk yang turun ke lapangan,” ujarnya.

Masih kata Arief, kala itu petugas yang turun hanya beberapa orang saja. Sementara, pengunjung kegiatan kicau burung jumlahnya mencapai seratusan.

“Bukan diusir, kekuatannya hanya beberapa orang karena dari kecamatan dan berhadapan lebih 100 orang. Untuk menjaga situasi tak diinginkan lebih bagus menghindar dulu. Dan kita nggak mau terburu-buru untuk melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian, karena beda kasusnya,” pungkasnya.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan