Pengakuan Pembunuh Wanita Pengendara Ojol Kepada Penyidik Bohong

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Keluarga Fitri Yanti (45) bermohon kepada hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, meminta pelaku pembunuhan korban yang sudah ditangkap agar divonis setimpal hingga hukuman mati. Apalagi pelaku pembunuhan itu suami siri korban sendiri.

“Kami minta pelaku diberi hukuman mati minimal seumur hidup,” kata Yeni kakak kandung korban, Rabu (7/10).

Menurutnya, keluarga sangat terkejut saat terungkap bahwa suami yang seharusnya menjadi pelindung malah menjadi pembunuh sadis istri sendiri.

Ungkapan hampir sama disampaikan, Eva kakak tertua korban juga meminta pelaku divonis dengan hukuman mati.

“Dia harus merasakan siksaan hidupnya di penjara. Di samping itu, kami juga berharap perhatian dari Pengadilan Negeri (PN) Medan terhadap nasib tiga anak korban, Rani Handayani, Parhan Aulia Natogu, dan Dinda anak bungsu korban yang saat ini masih butuh kasih sayang ibunya,” ujarnya.

iklan

Yeny menambahkan, pengakuan pelaku kepada penyidik semuanya bertolak belakang semuanya alias bohong.

“Ingat Allah tidak pernah tidur, sekecil apa pun yg kau sembunyikan pasti akan terungkap. Kami selaku keluarga akan giring terus kasus ini sampai ke pengadilan,” tegasnya.

Diketahui, Tim Sat Reskrim Polrestabes Medan meringkus pelaku pembunuhan terhadap Fitri Yanti pengendara ojol di daerah Riau.

Motif pelaku tega menggorok leher korban karena sakit hati, korban minta dibelikan rumah namun pelaku belum menyanggupinya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, mengatakan pelaku Ferry Pasaribu yang merupakan suami siri korban sebelumnya telah merencanakan aksinya seminggu sebelum kejadian.

“Tersangka saat itu mengajak korban makan malam bersama. Namun dalam perjalanan, korban melihat ada sesuatu yang disembunyikan pelaku di pinggang belakang,” katanya didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah, Kamis (24/9).

Lebih lanjut, Riko menerangkan mengetahui pelaku membawa pisau, korban mengatakan kepada pelaku “bunuh saja aku, biar aku gak minta nafkah lagi sama kau”. Emosi, pelaku langsung mengeksekusi korban dengan cara menggorok lehernya di kawasan Jalan Mahoni, Pasar II, Desa Bandar Klipa.(wol/lvz/d2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan