Pemprovsu Usul Kongres Bahasa 2023 Digelar di Sumut

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat, agar Kongres Bahasa XII Tahun 2023 digelar di Sumut. Hal ini mengingat Sumut memiliki sejarah dan kepeloporan Bahasa Indonesia yang panjang.

Demikian disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Dr Hj R Sabrina saat membuka Gelar Wicara Nasional Bahasa dan Kemandirian Bangsa ‘Menjalin Indonesia dari Provinsi Sumut melalui Titik Nol Barus’ di Hotel Le Polonia, Jalan Sudirman Medan, Selasa (27/10).

“Kami bermaksud mengajukan permohonan kepada Presiden RI melalui Mendikbud, agar penyelenggaraan Kongres Bahasa tahun 2023 ditempatkan kembali di Medan atau bisa dimungkinkan di Barus, sebagai napak tilas atau jejak awal Melayu sebagai lingua franca yang menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia,” ujarnya.

Pada tahun 1954, Sumut khususnya Kota Medan, menjadi tuan rumah Kongres Bahasa II. Mohammad Yamin sebagai Menteri Pendidikan saat itu menunjuk Medan lantaran dianggap sebagai kota yang memelihara penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Atas dasar sejarah tersebut, Pemprovsu mengharapkan Kongres Bahasa kembali diadakan di Sumut.

Sejarah Bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan juga tidak terlepas dari peran tokoh pemuda Sumut, seperti Tengku Amir Hamzah dan Sanusi Pane. Karena itu, Pemprovsu sangat menghargai jasa keduanya dan akan merevitalisasi makam Tengku Amir Hamzah jadi lebih layak sebagai Pahlawan Nasional.

iklan

Untuk Sanusi Pane, Pemprovsu sangat mendukung usulan agar tokoh pemuda tersebut menjadi Pahlawan Nasional. Sanusi Pane dianggap sebagai tokoh yang memperjuangkan lahirnya bahasa persatuan.

Ketua Forum Silaturahmi Guru Besar Sumut, Amrin Saragih, juga sepakat Kongres Bahasa diadakan di Sumut. Menurutnya, usulan tersebut wajar lantaran Sumut sangat berperan dalam pengembangan Bahasa Indonesia.

“Sumut sangat berperan dalam pengembangan Bahasa Indonesia. Perlu kita ingat sejumlah pengarang atau sastrawan hingga surat kabar di Sumut memegang peran penting dalam pengembangan Bahasa Indonesia,” kata Amrin.

Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Abdul Khak, menyampaikan persoalan kebahasaan tidak lepas dari persoalan kebangsaan. Dalam konteks Indonesia, bahasa adalah ruh pengingat persatuan dan Sumut tidak terlepas dari sejarah pelopor persatuan tersebut. (wol/aa/d2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan