Liga 2 Lanjut Awal 2021, PSMS Pertanyakan Izin Polri

WOL Photo/Ega Ibra
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – PSSI berencana melanjutkan kompetisi Liga 1, 2, dan 3 pada awal tahun 2021 mendatang. Keputusan ini diperoleh usai Komite Eksekutif (Exco) PSSI menggelar rapat pada Rabu (29/10).

Diketahui, PSSI merencanakan lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia pada bulan Oktober ini. Hanya saja, pihak kepolisian tak kunjung memberikan izin sehingga kompetisi ditunda lagi.

Tak sampai di situ, hal yang sama juga terjadi, ketika PSSI dan 18 klub berencana melanjutkan kompetisi pada awal November nanti. Namun, lagi-lagi izin Polri tak juga diturunkan. Setelah diputuskan tunda hingga awal tahun, PSSI menyerahkan wewenang ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mengelola kompetisi agar selesai tepat waktu.

Terkait hal ini, Sekretaris Umum PSMS Julius Raja mengakui sudah mendapatkan informasi secara langsung tentang adanya pengunduran kompetisi. Namun kebijakan tersebut menjadikan PSMS mempertanyakan sejumlah hal kepada pihak PT LIB dan PSSI, di antaranya izin Polri.

“Bagi saya, hal terpenting adalah surat izin Polri sudah didapat atau belum. Karena kalau hanya berencana kompetisi digelar awal 2021 atau 2022 dan izin Polri tidak didapat, kan percuma. Jadi alangkah baiknya dapat dulu izin tersebut,” kata pria yang akrab disapa King ini, Kamis (29/10).

iklan

Lalu, kata Julius, manajemen PSMS juga memberikan saran agar kompetisi tetap 2020 tapi pelaksanaannya dilakukan pada tahun 2021. King beralasan kalau perhitungannya kompetisi baru, nanti klub memiliki tanggung jawab kepada sponsor.

“Artinya, kan malu kalau kompetisi musim ini dibatalkan sementara kita sudah ada kerja sama. Makanya, lebih baik seperti itu tadi, kompetisi tetap 2020 tapi pelaksanaanya tahun 2021,” tegasnya.

Manajemen Ayam Kinantan juga meminta kepastian tentang penggajian pemain. Terkait masalah ini memang sudah ada kepastian gaji pemain berkisar 25 persen hingga Februari 2021. Bila nantinya penyelenggaraannya terealisasi pada Februari 2021, maka gaji menjadi 60 persen.

“Selanjutnya, kontrak pemain yang habis otomatis akan diperpanjang dan ini semua sesuai kesepakatan awal,” jelasnya.

Ditanya kerugian klub, Julius menambahkan dengan dipastikannya kompetisi dimulai pada Februari tahun depan, maka manajemen memperkirakan kerugian berkisar Rp7,5-8 miliar. (wol/ari/d2)

Editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan