Kasus Kartun Nabi Muhammad, Prancis Ingatkan Warganya Waspada di Negara Muslim

Ilustrasi
Iklan

PARIS, Waspada.co.id – Prancis memperingatkan warganya yang tinggal atau bepergian di beberapa negara mayoritas Muslim untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra demi keamanan. Peringatan ini disampaikan Prancis karena kemarahan yang melonjak akibat diterbitkannya kartun Nabi Muhammad.

Seperti diketahui, sebagai tanda beberapa negara ingin membatasi dampaknya, Arab Saudi mengutuk kartun tersebut tetapi menahan seruan dari negara-negara Muslim lainnya untuk memboikot produk Prancis atau tindakan lainnya.

Perselisihan itu berakar pada serangan di luar sekolah Prancis pada 16 Oktober 2020. Seorang pria asal Chechnya memenggal kepala Samuel Paty seorang guru yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam pelajaran kewarganegaraan tentang kebebasan berbicara. Karikatur tersebut dianggap menghujat umat Islam.

Kementerian Luar Negeri Prancis mengeluarkan imbauan keselamatan kepada warga Prancis di Indonesia, Bangladesh, Irak, dan Mauritania. Pemerintah Prancis menasihati mereka untuk berhati-hati. Mereka harus menjauh dari protes apa pun atas kartun tersebut dan menghindari pertemuan publik.

“Direkomendasikan untuk waspada, terutama saat bepergian, dan di tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh wisatawan atau komunitas ekspatriat,” kata Kemenlu Prancis, dilansir dari Independent.

iklan

Kedutaan Prancis di Turki mengeluarkan nasihat serupa kepada warganya di sana. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menjadi salah satu kritikus paling keras terhadap pemerintah Prancis. Erdogan sendiri yang memimpin seruan untuk memboikot barang-barang Prancis.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin membalas, Turki dan Pakistan tidak boleh ikut campur dalam urusan dalam negeri Prancis. Pemerintah Prancis telah menarik duta besarnya di Ankara dan parlemen Pakistan pada Senin lalu. Mereka mengeluarkan resolusi yang mendesak pemerintah menarik utusannya dari Paris.

Gambar Nabi pertama kali diterbitkan tahun lalu oleh majalah satir Prancis, yang kantor editorialnya diserang pada 2015 oleh orang-orang bersenjata yang menewaskan 12 orang. Sejak pemenggalan kepala guru Paty bulan ini, kartun-kartun itu dipertunjukkan di Prancis sebagai bentuk solidaritas. Dampaknya membuat marah sebagian Muslim. (wol/ari/viva/d2)

Iklan