HIGHLIGHTS: Akhyar Pertanyakan Logika Kebenaran Pelapor, Poldasu Buru Tersangka Dugaan Korupsi UINSU, Aksi AKBAR Sumut Diwarnai Kericuhan

Foto: Calon Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi memenuhi panggilan Bawaslu Medan di Jalan Sei Bahorok Medan, Rabu (21/10). (WOL Photo/Iman S.Harahap)
Iklan

Waspada.co.id – Calon Walikota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution mengaku heran dengan laporan yang disampaikan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Medan terkait adanya dugaan pelanggaran kampanye, yang telah dilakukannya pada 14 Oktober 2020.

Di hadapan sejumlah media, Akhyar mempertanyakan sosok pelapor. “Saya tanyakan itu (pelapor ada di lokasi, Red) kepada Bawaslu kebenaran laporan ini, darimana ia dapat laporan. Kalo saya baca di Media, dia pulang dari Batubara, orang Labuhan Deli, Medan Marelan sana, darimana dia tahu? Jadi saya juga mau kebenaran laporan itu, logika kebenarannya itu. Jangan asal lapor-lapor saja, saya juga punya hak untuk melaporkannya atas ketidakbenaran laporannya itu. Saya minta ke Bawaslu dalami dulu kebenaran laporannya itu,” ungkap Akhyar usai melakukan klarifikasi di Kantor Bawaslu Medan, Rabu (21/10).

Baca Selengkapnya

Poldasu Buru Tersangka Lainnya Dugaan Korupsi UIN Sumut

Polda Sumut tengah membidik tersangka lain kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) tahun ajaran 2018 yang terletak di kampus II.

iklan

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, mengatakan pendalaman itu dilakukan untuk mencari adanya kemungkinan keterlibatan tersangka lain dalam kasus ini. “Selain itu, penyidik juga sedang melengkapi berkas tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” katanya, Rabu (21/10).

Baca Selengkapnya

Aksi AKBAR Sumut Diwarnai Kericuhan

Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumatera Utara (Sumut) hari ini kembali menggelar Pentas Rakyat di Tugu Simpang Gatot Subroto, Medan, Rabu (21/10).

Massa yang berjumlah puluhan orang tersebut mengadakan kegiatan pentas seni sebagai bentuk aksi penolakan Omnibus Law.

Massa yang bermulai dari membaca puisi hingga teatrikal menyampaikan aspirasinya di tengah-tengah keramaian arus lalu lintas.

Baca Selengkapnya

Iklan