Gubsu Teken MoU Perencanaan Mobilitas Perkotaan Berkelanjutan Mebidangro

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, menandatangani nota kesepahaman (MoU) perencanaan mobilitas perkotaan berkelanjutan atau Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP) dengan Pemerintah Daerah, yakni Medan, Binjai, Deliserdang, dan Karo (Mebidangro) di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan, Rabu (22/10).

Turut menandatangani nota kesepahaman tersebut antara lain Pjs Wali Kota Medan Arief Sudarto Trinugroho, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar, dan Asisten II Pemko Binjai Dahnial Reza.

Isi nota kesepahaman tersebut antara lain mendukung kebijakan dalam penanganan emisi mobilitas perkotaan untuk mewujudkan transportasi rendah karbon yang berkelanjutan di Kawasan Mebidangro. Selain itu, mewujudkan akses yang aman ke sistem transportasi massal, rendah karbon, selamat, bersih, andal, dan terjangkau sebagai salah satu kebutuhan dasar.

Kemudian, memprioritaskan sistem mobilitas perkotaan berkelanjutan di Kawasan Mebidangro yang mengintegrasikan transportasi publik, pengguna sepeda, pejalan kaki dan solusi rendah karbon dalam perencanaan dan pengembangan kebijakan alokasi anggaran publik.

Selanjutnya, memperkuat perencanaan dan implementasi mobilitas perkotaan yang partisipatif melalui koordinasi kelembagaan antara pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, masyarakat, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penyelarasan dan integrasi program kegiatan dalam dokumen perencanaan daerah mewujudkan sistem transportasi massal rendah karbon yang berkelanjutan di kawasan Mebidangro.

iklan

Penyusunan SUMP di kawasan Mebidangro dilakukan melalui kerja sama dengan Agence Francaise de Development (AFD) sebagai lembaga yang ditunjuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). AFD juga telah menyiapkan perusahaan Prancis Egis Rail mempersiapkan dokumen SUMP tersebut.

“Perusahaan itu akan membantu kita membuat masterplan yang cocok di Sumut, khususnya di Mebidangro nanti, kemudian memberi masukan kepada Bappenas,” ujar Edy menambahkan perencanaan diperlukan guna mengurangi kemacatan di Kawasan Mebidangro, mengingat pertumbuhan penduduk di kawasan perkotaan semakin pesat.

AFD Office Senior Program Manager for Infrastructure, Martin Lemenager, mengatakan pihaknya telah membantu konsultasi banyak negara dalam hal pembangunan infrastruktur. Sejak tahun 2005, AFD telah ada di Indonesia mulai proyek pasca-tsunami Aceh hingga sekarang.

Egis Rail merupakan perusahaan global yang telah banyak terlibat dalam banyak proyek di 75 negara. Proyek yang dikerjakan Egis Rail antara lain berhubungan dengan bandara, pelabuhan, dan pembangkit tenaga listrik.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan